Tingginya Kesungguhan Seorang Perempuan yang Sangat Ingin Menggapai Ridlo Rabb-nya
Selasa, 10 Mei 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
Meneladani Da'wah dan Perjuangan Rosulululloh dan Salafus Shalih
Judul di atas adalah tema sebuah tabligh akbar sekitar sebulan yang lalu (kalo gak salah tanggal 17 April 2011), yang disampaikan oleh seorang ustadz di Masjid Gelora Indah, Purwokerto. Walaupun udah sebulan yang lalu disampaikan, yang namanya ilmu gak akan basi. Aku share di blog ini supaya yang lain juga bisa ikutan belajar. Yang mau rekamannya, monggo di download di sini . Tapi afwan, sepertinya gak full, karena human error, he....
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
- Kemurnian tauhid
- Wala' yang benar terhadap tauhid dan ahlu tauhid
- Baro yang benar terhadap kesyirikan dan ahlu syirik
Minggu, 24 April 2011
Barokalloh...my sister
Baarokalloohulaka wabaaroka 'alaika wajama'a bainakuma fii khoir....
Seuntai doa untuk sahabatku yang sabtu kemarin menggenapkan separuh din. Semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh, kelak menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, amin.
Entah untuk yang keberapa kali, aku menemani sahabatku menjelang hari pernikahan mereka. Semoga aku bisa mengambil suatu ibroh untuk bekalku nanti dari proses mereka sejak ta'aruf hingga aqod dan walimah atau resepsi pernikahan. Mereka punya cerita yang berbeda-beda. Ada yang prosesnya cepat ada yang lama. Ada yang sebulan jadi ada yang hampir setahun baru jadi. Ada yang pendekatan ke ortu mudah ada yang sulitnya minta ampun. Ada yang ortu bisa dikondisikan untuk walimahnya syar'i ada yang gak bisa dikondisikan, bahkan masih ada yang pake adat-adat kejawen 'n ritual-ritual aneh. Bismillah, semoga aku bisa ambil ibroh dari proses mereka dan Alloh memudahkan prosesku.
Perjalanan ke Banjarnegara untuk nemenin calon pengantin kemarin jumat lumayan seru. Kalo biasanya aku pergi-pergi bareng si pita (bukan nama sebenarnya), karena dia udah nikah 'n lagi ada calon baby di perutnya, kuajak temen yang lain. Kalo biasanya aku jadi pembonceng setia, sekarang aku jadi ridernya (bukan kamen rider lho...hehe). Berangkat ba'da asar dari Purwokerto dan cuaca lumayan mendung. Karena temenku gak mudeng trayek Purwokerto-Banjar, aku harus membuka file-file map di otakku. Beberapa kali aku ke Banjar sama pita lewat Jompo karena memang mempersingkat jarak dan waktu. Dengan ingatan yang seadanya aku lewat Jompo dan walhasil harus beberapa kali nyasar, hehe.... Jadi inget pita kalo lagi nyasar-nyasar gitu, soalnya dia feelingnya gak cihuy kalo urusan gini.
Seuntai doa untuk sahabatku yang sabtu kemarin menggenapkan separuh din. Semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh, kelak menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, amin.
Entah untuk yang keberapa kali, aku menemani sahabatku menjelang hari pernikahan mereka. Semoga aku bisa mengambil suatu ibroh untuk bekalku nanti dari proses mereka sejak ta'aruf hingga aqod dan walimah atau resepsi pernikahan. Mereka punya cerita yang berbeda-beda. Ada yang prosesnya cepat ada yang lama. Ada yang sebulan jadi ada yang hampir setahun baru jadi. Ada yang pendekatan ke ortu mudah ada yang sulitnya minta ampun. Ada yang ortu bisa dikondisikan untuk walimahnya syar'i ada yang gak bisa dikondisikan, bahkan masih ada yang pake adat-adat kejawen 'n ritual-ritual aneh. Bismillah, semoga aku bisa ambil ibroh dari proses mereka dan Alloh memudahkan prosesku.
Perjalanan ke Banjarnegara untuk nemenin calon pengantin kemarin jumat lumayan seru. Kalo biasanya aku pergi-pergi bareng si pita (bukan nama sebenarnya), karena dia udah nikah 'n lagi ada calon baby di perutnya, kuajak temen yang lain. Kalo biasanya aku jadi pembonceng setia, sekarang aku jadi ridernya (bukan kamen rider lho...hehe). Berangkat ba'da asar dari Purwokerto dan cuaca lumayan mendung. Karena temenku gak mudeng trayek Purwokerto-Banjar, aku harus membuka file-file map di otakku. Beberapa kali aku ke Banjar sama pita lewat Jompo karena memang mempersingkat jarak dan waktu. Dengan ingatan yang seadanya aku lewat Jompo dan walhasil harus beberapa kali nyasar, hehe.... Jadi inget pita kalo lagi nyasar-nyasar gitu, soalnya dia feelingnya gak cihuy kalo urusan gini.
Sabtu, 09 April 2011
Teruntuk Mereka, Istri dan Calon Istri Para Pejuang Islam
Kuawali dari kisah seorang Rabi'ah ar Ra'yi. Tahukah teman siapa Rabi'ah? Beliau adalah salah seorang dari generasi terbaik, yaitu genarasi tabi'in. Beliau adalah ulama yang memiliki kedalaman ilmu, akhlak yang istimewa dan sangat menjunjung tinggi sunnah Rosul. Tahukah kalian, siapa di balik keistimewaan seorang tabi'in ini? Ya, dialah ibundah Rabi'ah, istri dari seorang pejuang Islam, yaitu Farukh.
Saat ibunda Rabi'ah sedang mengandung putra pertamanya, datanglah panggilan jihad bagi Farukh, suami tercintanya. Tanpa ragu, sang suami menyambut panggilan jihad tersebut. Sesaat sebelum berangkat ke medan jihad, sang suami berpesan agar ibunda Rabi'ah bisa menjaga dan mendidik calon putranya kelak agar menjadi seorang ulama.
Hari, pekan, bulan dan tahun pun berlalu tanpa ada kabar bagaimana kondisi sang suami. Telah syahidkah atau masih diberi umur panjang oleh Alloh. Dia selalu mengingat satu pesan sang suami yang dikatakan padanya sesaat sebelum berangkat ke medan jihad. Sungguh ketegaran seorang wanita tampak pada diri ibunda Rabi'ah. Tanpa didampingi seorang suami, dia didik putra semata wayangnya tersebut dengan metode tarbiyah yang luar biasa hingga putranya tumbuh dewasa dan menjadi seorang ulama hebat. Hingga suatu hari sang suami kembali ke rumah dan betapa bahagianya ketika tahu bahwa putranya menjadi seorang ulama.
Saat ibunda Rabi'ah sedang mengandung putra pertamanya, datanglah panggilan jihad bagi Farukh, suami tercintanya. Tanpa ragu, sang suami menyambut panggilan jihad tersebut. Sesaat sebelum berangkat ke medan jihad, sang suami berpesan agar ibunda Rabi'ah bisa menjaga dan mendidik calon putranya kelak agar menjadi seorang ulama.
Hari, pekan, bulan dan tahun pun berlalu tanpa ada kabar bagaimana kondisi sang suami. Telah syahidkah atau masih diberi umur panjang oleh Alloh. Dia selalu mengingat satu pesan sang suami yang dikatakan padanya sesaat sebelum berangkat ke medan jihad. Sungguh ketegaran seorang wanita tampak pada diri ibunda Rabi'ah. Tanpa didampingi seorang suami, dia didik putra semata wayangnya tersebut dengan metode tarbiyah yang luar biasa hingga putranya tumbuh dewasa dan menjadi seorang ulama hebat. Hingga suatu hari sang suami kembali ke rumah dan betapa bahagianya ketika tahu bahwa putranya menjadi seorang ulama.
Minggu, 03 April 2011
Siap untuk Diatur, Mengatur dan Bekerjasama
Terjadi kesalahpahaman antar teman atau sahabat itu biasa terjadi. Dan itu pun biasa terjadi di dunia akhwat. Karakter yang berbeda antara 11 orang akhwat cukup memberi warna dalam perjalanan adek-adekku tercinta ini. Subhanalloh...belum atau kurangnya ketafahuman di antara kalian, aku yakin suatu saat nanti seiring berjalanannya waktu, perlahan pasti akan lebih baik.
Cerita sore tadi semoga bisa sama-sama kita ambil ibrohnya. Entah untuk yang keberapa kali kalian tidak menyepakati apa yang telah kita sepakati bersama. Dari 11 orang hanya 4 orang yang hadir. Diantara 4 yang hadir pun, 2 orang menunggu sejak ba'da ashar, 1 orang datang jam 5 sore, seorang lagi entah jam berapa. Teman-teman yang tidak datang, sebagian kasih kabar dan sebagian tidak. Ada yang sedang membantu persalinan di bidan, ada yang lagi pelantikan di kampusnya, ada yang lagi penelitian, ada yang lagi mudik dan ada yang sedang sakit.
Alhamdulillah walaupun hanya berempat tidak mengurangi niatan kita untuk berkumpul. Untuk melanjutkan pembahasan, kalau cuma berempat yang datang sepertinya sayang. Akhirnya tidak ada pembahasan materi, namun kita saling evaluasi, ngobrol ini itu, berbagi cerita, yang intinya aku ingin kalian bisa saling tafahum, bisa lapang ketika saudarinya tidak pengertian, saling membuka hati agar saudarinya bisa memahaminya.
Satu demi satu mereka bercerita. Ada yang mengaku punya karakter super sensitif. Entah sudah berapa kali dia menangis hanya karena permasalahan kecil dan sering merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia. Ada juga yang super perfectionist, terlalu menuntut agar teman-temannya bisa seperfect dia. Di sisi lain ada yang super cuek. Entah apa yang terjadi dengan yang lain, sebodo teuing alias masa bodo amat, dia bilang pokoknya just go with the flow. Ada yang hobinya nyuruh-nyuruh. Ada yang punya masalah dengan orang tuanya di rumah. Ada yang belum bisa kerjasama dalam tim karena perbedaan karakter, dll.
Cerita sore tadi semoga bisa sama-sama kita ambil ibrohnya. Entah untuk yang keberapa kali kalian tidak menyepakati apa yang telah kita sepakati bersama. Dari 11 orang hanya 4 orang yang hadir. Diantara 4 yang hadir pun, 2 orang menunggu sejak ba'da ashar, 1 orang datang jam 5 sore, seorang lagi entah jam berapa. Teman-teman yang tidak datang, sebagian kasih kabar dan sebagian tidak. Ada yang sedang membantu persalinan di bidan, ada yang lagi pelantikan di kampusnya, ada yang lagi penelitian, ada yang lagi mudik dan ada yang sedang sakit.
Alhamdulillah walaupun hanya berempat tidak mengurangi niatan kita untuk berkumpul. Untuk melanjutkan pembahasan, kalau cuma berempat yang datang sepertinya sayang. Akhirnya tidak ada pembahasan materi, namun kita saling evaluasi, ngobrol ini itu, berbagi cerita, yang intinya aku ingin kalian bisa saling tafahum, bisa lapang ketika saudarinya tidak pengertian, saling membuka hati agar saudarinya bisa memahaminya.
Satu demi satu mereka bercerita. Ada yang mengaku punya karakter super sensitif. Entah sudah berapa kali dia menangis hanya karena permasalahan kecil dan sering merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia. Ada juga yang super perfectionist, terlalu menuntut agar teman-temannya bisa seperfect dia. Di sisi lain ada yang super cuek. Entah apa yang terjadi dengan yang lain, sebodo teuing alias masa bodo amat, dia bilang pokoknya just go with the flow. Ada yang hobinya nyuruh-nyuruh. Ada yang punya masalah dengan orang tuanya di rumah. Ada yang belum bisa kerjasama dalam tim karena perbedaan karakter, dll.
Selasa, 29 Maret 2011
Dari Mad'u Aku Belajar Banyak Hal
Mengingat sebuah materi halaqoh yang disampaikan oleh murobbiyahku saat aku masih SMA dulu, katanya seorang murobbi itu harus punya 1000 karakter. Katanya lagi, seorang murobbi harus bisa servicing by heart. Apa yang murobbiyahku sampaikan lebih dari lima tahun yang lalu, betul-betul aku renungi saat ini. Subhanallah...gak mudah ternyata menjadi kakak buat adek-adekku tercinta. Apalagi aku yang notabene anak bungsu dengan karakter yang cuek, gak peka, kurang sensitif dan sering menganggap suatu masalah itu sepele padahal gak sepele.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Senin, 28 Maret 2011
Mengapa Harus Manhaj Salaf ???
Sudah tiga episode masih menyampaikan tentang manhaj salaf. Buat bekal untuk adek-adekku tercinta agar semakin mantap melangkah di atas manhaj yang haq. Supaya bermanfaat juga untuk yang lain, gak ada salahnya aku posting di sini, sekaligus mengamalkan surat al-'asr, untuk selalu tawashoubil haq.
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
- Sisi qudwah (keteladanan), mereka yaitu tiga generasi pertama dan terbaik dalam Islam. Siapa lagi kalau bukan sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in.
- Sisi manhaj (metode), mereka tidak terbatas pada tiga generasi awal, namun juga termasuk setiap muslim yang mengikuti manhaj mereka hingga yaumul qiyamah. Setiap orang yang iltizam dengan manhaj salaf maka mereka adalah pengikut salaf. Namun perlu diingat bahwa mengikuti salaf tidak cukup dengan menyebut dirinya "salafy", namun harus dibuktikan dengan amalan.
Selasa, 22 Maret 2011
Kena Imbas Isu Bom Buku
Beberapa hari terakhir pemberitaan tentang bom buku ramai dibicarakan di media. Sejak sebuah bom buku meledak di tempat seorang aktivis JIL dan membuat tangan seorang polisi terluka menjadikan tim gegana bertindak agak "lebay" setiap ada yang melapor ada barang mencurigakan. Tiap ada laporan barang mencurigakan tanpa basa basi langsung aja diledakkan. Padahal isinya cuma barang-barang bekas. Benar-benar "lebay".
Gara-gara isu bom buku, aku juga jadi kena imbasnya. Sepekan yang lalu, aku pesen beberapa buah buku ke seorang teman di Solo. Udah sekitar 4 hari kok gak sampe-sampe juga pesananku. Akhirnya aku putuskan untuk ngecek ke kantor pos. Di kantor pos ditanya macem-macem. Paketnya dari mana, untuk siapa, alamatnya mana, isinya apa, nomer resinya berapa???? Lagi ditanya-tanya sama seorang karyawan, tau-tau karyawan lainnya nyeletuk "jangan-jangan isinya bom, mba!!!!" Waduw...aku jawab "Bukan Pak, wong isinya cuma buku kok". Lha kan lagi rame bom buku?!?!
Papahku di rumah juga ikutan iseng. Waktu aku mau pergi ke luar, aku pesen ke papahku tar kalo ada paketan tolong diterima. Aku bilang itu paketan dari temen di Solo dan isinya buku pesenanku. Eh, malah papahku bilang "Tar kalo paketannya dateng langsung tak laporin ke mantan Pak RT". Kebetulan mantan Pak RT kami seorang tentara. Wah...jan...walopun itu kata-katanya iseng tapi lumayan bikin was-was, soalnya buku itu judulnya lumayan "sensitif" kalau dibaca orang yang "tidak paham".
Paket buku yang bikin was-was itu sampe sekarang belum sampe-sampe juga. Usut punya usut, karena sedang ada penataan internal di penerbit tempat aku pesen buku tersebut, pesananku jadi belum dikirim dan baru dikirim hari Selasa ini. So, mungkin sampe rumah sekitar hari Kamis or Jum'at. Mudah-mudahan selamat sampai tujuan walaupun gak dikirim melalui DHL ataupun FedEx Express.
Oya, jadi inget beberapa tahun yang lalu, aku pernah kehilangan paket yang isinya kalkulator dan mp3 player. Kakakku kirim paket itu lewat pos dari Malang ke Purwokerto. Ternyata paket itu beneran "dicuri" seorang karyawan kantor pos yang kurang bertanggung jawab karena menyangka isi paket itu adalah hand phone. Kebetulan yang dipakai buat mbungkus paket itu adalah kardus tempat hand phone. Untungnya pihak kantor pos bertanggung jawab dan mau mengganti kerugianku. Untuk para karyawan kantor pos, dalam menjalankan tugas harus amanah ya...Dan untuk pak polisi, jangan asal meledakkan barang yang belum jelas isinya ya... ^_^
Sabtu, 12 Maret 2011
Memecah Rekor Naik Bus 7 Jam Purwokerto to Brebes
Tepat sepekan yang lalu aku dan seorang temanku memecahkan rekor. Hwaaa, rekor apaan tuh? Naik bus dari Purwokerto ke Brebes makan waktu 7 jam atau 14 jam bolak-balik. Ke Brebes kok lamanya kayak ke Jakarta aja. Seorang temenku di Brebes sms mengundang aku dan seorang temenku ke sebuah acara. Jum'at pagi aku udah packing soalnya bawaan lumayan banyak soalnya mau nginep. Sekitar jam 7 pagi aku buka google buzz ku. Ternyata temenku yang abis baca detik news , kasih kabar lewat buzz kalo jalan Purwokerto-Bumiayu putus karena beberapa puluh meter jalan raya di Bumiayu ambles. Wah aku langsung hubungi temenku yang di Brebes, apakah bener kalo jalan putus. Setelah dia cari-cari info, dia bilang kalo bener jalan ambles tapi jalan dialihkan jadi gak masalah.
Berbekal sms temenku tadi, bismillah...siap berangkat ke Brebes. Jam 14.30 berangkat dari rumah naik motor grand ku (eh, motor ortu denk...) menuju terminal bus. Sampai di terminal langsung menuju tempat penitipan motor. Setelah bayar parkir 3000 rupiah, aku dan temenku menuju tempat tunggu. Bus-bus berjajar rapi. Para calo bergantian menawarkan bus ke berbagai tujuan. Setelah kami bilang mau ke Tegal (soalnya gak ada bus yang langsung ke Brebes), seorang kenek mengantar kami ke bus yang jurusan Tegal. Sebelum naik, aku memastikan apakah benar bus bisa sampai ke Tegal. Orang itu bilang "kalo jalan memungkinkan untuk dilewati, nanti kita lewati mba...tapi kalo gak memungkinkan nanti mba nya turun di karang sawah trus naik angkot trus nyambung lagi bus yang ke Tegal". Setelah memastikan kami bisa sampai Tegal dengan bus itu, kami pun naik dan ngambil tempat duduk yang seat 2-2. Bus berangkat sekitar jam 15.00.
Berbekal sms temenku tadi, bismillah...siap berangkat ke Brebes. Jam 14.30 berangkat dari rumah naik motor grand ku (eh, motor ortu denk...) menuju terminal bus. Sampai di terminal langsung menuju tempat penitipan motor. Setelah bayar parkir 3000 rupiah, aku dan temenku menuju tempat tunggu. Bus-bus berjajar rapi. Para calo bergantian menawarkan bus ke berbagai tujuan. Setelah kami bilang mau ke Tegal (soalnya gak ada bus yang langsung ke Brebes), seorang kenek mengantar kami ke bus yang jurusan Tegal. Sebelum naik, aku memastikan apakah benar bus bisa sampai ke Tegal. Orang itu bilang "kalo jalan memungkinkan untuk dilewati, nanti kita lewati mba...tapi kalo gak memungkinkan nanti mba nya turun di karang sawah trus naik angkot trus nyambung lagi bus yang ke Tegal". Setelah memastikan kami bisa sampai Tegal dengan bus itu, kami pun naik dan ngambil tempat duduk yang seat 2-2. Bus berangkat sekitar jam 15.00.
Jumat, 11 Maret 2011
Laptopku Opname
Laptopku 4 hari gak enak badan karena serangan virus. Entah virus apa namanya, aku lupa. Baru pertama kali sejak hampir dua tahun bersamaku, dia kena virus. Pembawa virus itu adalah flashdisk temanku. Pagi-pagi dia sms katanya mau ikutan ngeprin di rumah. Sesaat setelah flashdisk dia sambungin ke laptop, terdengar bunyi peringatan dari kaspersky-ku yang nge-detect virus. Emang siy...belum aku update antivirusnya. Wah beneran ratusan virus terdetect. Virus nyerang drive C, waduh kena virus dech drive C nya. Untung semua data aku save di drive D 'n E. Laptop yang udah eror itu aku shutdown. Waktu aku nyalain lagi, muncul permintaan password untuk log in. Padahal aku gak pernah nyetting password. Password apa aja udah aku coba tetep gak bisa log in.
Wah jan...aku yang gaptek gini bingung dech laptop kena virus. Masku yang biasa ngurusin laptopku, dia sekarang di luar kota. Esok paginya, aku bawa laptopku ke adek sepupuku yang rumahnya di depan rumahku persis. Dia bilang "diinstal ulang aja mba...". Kalo mau instal ulang mesti pake cd room. Laptop miniku gak dilengkapi cd room dan aku belum punya cd room eksternal. So, pagi-pagi cari pinjeman cd room eksternal. Alhamdulillah langsung dapet pinjeman. Langsung aku kasih ke sepupuku lengkap sama cd buat instal windows 'n cd drivernya. Udah tak kasih sejak pagi ternyata gak digarap-garap juga. Baru malemnya dia garap. Windows udah berhasil diinstal ulang. Tinggal cd driver axio-nya. Dicoba-coba eh gak bisa-bisa, ternyata cd drivernya rusak. Huuuh...
Esok paginya lagi, muter-muter cari pinjeman cd driver ke temen2. Ternyata gak ada yang punya. Gak kepikir untuk download drivernya, lagian males harus ke warnet, aku langsung bawa laptop ke toko tempat aku beli laptop dulu. Kata mas-mas yang jaga, cd driver punya tokonya juga rusak, kudu cari download-an nya dulu, jadi dia bilang "gak bisa cepet mba, paling jadinya sore atau besok mba". Ya udah dech, aku tinggal laptopku.
Besoknya aku dateng lagi, kata mba-mba yang ngelayanin customer "lagi digarap mba, bentar lagi selesai, mau ditunggu apa ditinggal?". Karena aku buru-buru, kutinggal aja dech. 2 jam kemudian setelah urusanku selesai, aku dateng lagi. Alhamdulillah udah jadi...aku nyalain and it works again (senengnya...) Setelah aku cek, kukemasi dan kumasukkan laptop n charger ke dalam tasku, kutanya sama mba' nya "berapa mba?". Dia jawab "bawa aja mba...". Horai...kudapatkan laptopku kembali dan sudah terbebas dari virus dan sehat lagi tanpa keluar duit. Pulang-pulang sesampainya di rumah langsung aku instal program-program yang udah ilang semua kena virus dan siap pakai lagi. Harus segera digunakan untuk nyelesein thesis. Semangat!! Bulan Juni 2011 semoga lulus, aamiin.
Pelajaran hari ini: jangan sembarangan masukin flashdisk bervirus ke laptop temen ya...
Jumat, 25 Februari 2011
Istiqomah di Jalan Dakwah Setelah Menikah, Bisakah?
Semasa akhwat, pembahasan tentang dakwah sudah menjadi menu harian. Begitu pula aktivitas di dunia dakwah. Yang dihadapi sehari-hari serba-serbi dan pernak-pernik dunia pembinaan akhwat yang gak ada matinya. Setiap ketemu akhwat, yang dibahas ya tentang itu. Ketika ketemu ummahat, dia juga ditanya tentang hal itu. Karena emang problematika dakwah selalu ada tanpa diminta. Aku gak akan nulis problematika tersebut di sini, tapi yang ingin aku share di sini adalah sesuatu yang pasti akan dihadapi oleh seorang akhwat aktivis dakwah, setelah dia menikah. Akankan dia bisa tetap istiqomah di jalan dakwah setelah menikah?
Yach kalo bagi seorang akhwat yang masih munfaridah dan lagi semangat-semangatnya di pembinaan akhwat, pasti dia memiliki keyakinan bahwa "nanti setelah saya menikah, saya akan tetap mengambil peran dalam dakwah". Pasti semua akhwat aktivis dakwah punya idealisme demikian, termasuk aku. Semoga Alloh senantiasa memelihara ghiroh kita dalam berdakwah dan beriqomatuddin. Saat ini, ketika aku melihat akhwat yang baru saja menikah atau ummahat yang baru beberapa tahun menikah, ada yang terlihat tidak lagi punya greget untuk dakwah atau greget dakwahnya tidak lagi seperti dulu. Semoga itu bukan karena hilangnya ghiroh tetapi hanya karena sedang menurunnya ghiroh tersebut.
Semoga itu memang karena suatu alasan syar'i. Aku sadari benar memang situasi dan kondisi akhwat dan ummahat sangat jauh berbeda. Ketika akhwat banyak waktu yang dia luangkan untuk dakwah, tetapi setelah menikah waktu banyak tersita untuk keluarga. Ketika setelah menikah dia harus tinggal di luar kota dan tidak langsung mendapat bi'ah yang baik, menjadikan dia absen sementara di dunia pembinaan. Ketika dia baru di usia awal pernikahan kemudian hamil, apalagi ketika awal kehamilan kondisi kesehatan nge drop, menjadi alasan yang syari'i untuk absen di dunia dakwah. Apalagi setelah melahirkan, dia begitu direpotkan dengan anak dan pekerjaan rumah yang gak ada habisnya. Anak satu sudah merasa repot untuk datang ta'lim apalagi untuk mengisi ta'lim. Belum lagi kalo anaknya tambah, tidak hanya satu tapi dua, tiga, empat, dst. Wah, tambah lagi dech repotnya. Kerinduan untuk kembali aktiv pasti sangat dirasakan. Waktu yang cukup lama vakum di dunia pembinaan akan menyulitkan dia nanti ketika ingin aktiv lagi. Ketika lama tidak ta'lim atau tidak ngisi ta'lim untuk kembali mengawalinya pasti butuh semangat yang sangat besar. Dan pastinya butuh motivasi dari suami dan akhwat atau ummahat lain.
Yach kalo bagi seorang akhwat yang masih munfaridah dan lagi semangat-semangatnya di pembinaan akhwat, pasti dia memiliki keyakinan bahwa "nanti setelah saya menikah, saya akan tetap mengambil peran dalam dakwah". Pasti semua akhwat aktivis dakwah punya idealisme demikian, termasuk aku. Semoga Alloh senantiasa memelihara ghiroh kita dalam berdakwah dan beriqomatuddin. Saat ini, ketika aku melihat akhwat yang baru saja menikah atau ummahat yang baru beberapa tahun menikah, ada yang terlihat tidak lagi punya greget untuk dakwah atau greget dakwahnya tidak lagi seperti dulu. Semoga itu bukan karena hilangnya ghiroh tetapi hanya karena sedang menurunnya ghiroh tersebut.
Semoga itu memang karena suatu alasan syar'i. Aku sadari benar memang situasi dan kondisi akhwat dan ummahat sangat jauh berbeda. Ketika akhwat banyak waktu yang dia luangkan untuk dakwah, tetapi setelah menikah waktu banyak tersita untuk keluarga. Ketika setelah menikah dia harus tinggal di luar kota dan tidak langsung mendapat bi'ah yang baik, menjadikan dia absen sementara di dunia pembinaan. Ketika dia baru di usia awal pernikahan kemudian hamil, apalagi ketika awal kehamilan kondisi kesehatan nge drop, menjadi alasan yang syari'i untuk absen di dunia dakwah. Apalagi setelah melahirkan, dia begitu direpotkan dengan anak dan pekerjaan rumah yang gak ada habisnya. Anak satu sudah merasa repot untuk datang ta'lim apalagi untuk mengisi ta'lim. Belum lagi kalo anaknya tambah, tidak hanya satu tapi dua, tiga, empat, dst. Wah, tambah lagi dech repotnya. Kerinduan untuk kembali aktiv pasti sangat dirasakan. Waktu yang cukup lama vakum di dunia pembinaan akan menyulitkan dia nanti ketika ingin aktiv lagi. Ketika lama tidak ta'lim atau tidak ngisi ta'lim untuk kembali mengawalinya pasti butuh semangat yang sangat besar. Dan pastinya butuh motivasi dari suami dan akhwat atau ummahat lain.
Jumat, 18 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Mengubah Mindset Orang Tua
![]() |
| Beloved Parents |
Beneran banyak belajar dari listeners yang kasih komen maupun tanya2 ke narasumber. Ada akhwat yang curhat udah 5 kali gagal ta'aruf. Ada ibu yang cerita kalo dia dan suami bertengkar karena punya pandangan berbeda dalam pola didik anak. Ada ibu muda yang ngeluh karena gak bisa sabar pada nenek mertuanya yang udah sangat "sepuh", harus merawat nenek mertuanya padahal dia punya baby dan dia juga masih kuliah. Ada akhwat yang minta solusi karena dia sudah usia 25 tahun tapi belum ada keinginan untuk menikah. Sepertinya kalau dibukukan akan lebih banyak orang yang mengambil ibroh dari kasus-kasus tersebut.
Buat aku yang masih terus menyiapkan bekal menuju kehidupan rumah tangga, obrolan-obrolan tersebut bener-bener aku jadikan bekal. Banyak buku-buku tema pernikahan yang ada tapi gak banyak yang njelasin kasus-kasus real yang dihadapi saat berumah tangga seperti yang disampaikan oleh listeners kajian tersebut. Di rak bukuku aja ada 2 buku tebel tentang nikah karya Ust Fauzil Adhim 'n Salim A. Fillah yang udah aku pinjem entah sejak kapan tapi gak khatam2 juga (gimana mau khatam, dibaca aja enggak, he...). Ada rasa malas baca buku-buku itu karena isinya teori banget. Aku lebih suka belajar dari mendengar cerita seseorang, lewat kajian streaming ini misalnya. Atau cerita dari teman yang udah nikah. Atau cerita dari ummahat yang sangat mudah mengalir saat aku silaturahim ke rumahnya atau saat aku nemenin temen yang lagi KPN (Kuliah Pra Nikah). Nah lo...kalo untuk dapet gelar sarjana aja kita kudu kuliah mati2an, apalagi untuk urusan nikah, wajib ada kuliah juga. hehehe...
Selasa, 08 Februari 2011
ah...ah...ah...Antara Dakwah, Kuliah dan Rumah
Kalo postingan sebelumnya gak cuma 3 ah tapi ah nya sampe 5, postingan kali ini ah nya cukup 3, hemat...(iklan axis mode on), yang 2 disimpen dulu buat besok (emang permen). Yap, dakwah-kuliah-rumah. 3 peran sekaligus (sebagai aktivis dakwah, mahasiswa yang masih kuliah dan sebagai anak yang punya orang tua di rumah) yang secara bersamaan melekat pada diri seorang akhwat, tidak sedikit yang keteteran dalam menjalaninya, termasuk aku. 1 peran aja seringnya belum bisa maksimal, apalagi 3 sekaligus. Tapi itu adalah pilihan, yang sebenarnya kalo kita bisa manage diri kita dengan baik, ketiga peran yang harus dilakoni seorang akhwat tidak akan keteter, bahkan antara peran 1 dengan yang lain bisa saling mendukung.
DAKWAH
Kita tahu bahwa amanah dalam menyampaikan risalah Islam adalah amanah bagi setiap muslim. Amanah dakwah tidak saja amanah seorang syaikh, kyai atau ustadz. Seorang akhwat yang telah melazimi tholabul 'ilmi, telah berusaha mengamalkan ilmu yang dia miliki, maka dia memiliki kewajiban untuk berdakwah atau menyampaikan. Sampaikanlah walau satu ayat. Sampaikan sesuatu yang telah kita fahami dan tentunya dengan berpegang kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafus shalih.
Seorang akhwat yang telah faham kewajiban berdakwah, pasti dia akan berusaha semaksimalkan memberikan apa yang dia miliki untuk dakwah dan menegakkan Islam. Dia bersungguh-sungguh dalam dakwahnya seperti bersungguh-sungguhnya para mujahid yang berjihad fi sabilillah.
DAKWAH
Kita tahu bahwa amanah dalam menyampaikan risalah Islam adalah amanah bagi setiap muslim. Amanah dakwah tidak saja amanah seorang syaikh, kyai atau ustadz. Seorang akhwat yang telah melazimi tholabul 'ilmi, telah berusaha mengamalkan ilmu yang dia miliki, maka dia memiliki kewajiban untuk berdakwah atau menyampaikan. Sampaikanlah walau satu ayat. Sampaikan sesuatu yang telah kita fahami dan tentunya dengan berpegang kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafus shalih.
Seorang akhwat yang telah faham kewajiban berdakwah, pasti dia akan berusaha semaksimalkan memberikan apa yang dia miliki untuk dakwah dan menegakkan Islam. Dia bersungguh-sungguh dalam dakwahnya seperti bersungguh-sungguhnya para mujahid yang berjihad fi sabilillah.
Selasa, 01 Februari 2011
Chocolate Cheese Strawberry Sweet "Martabak"
Hhhmm...baca judulnya kok panjang bener ya...makanan apa tho sebenernya. Yak, liat aja kata yang ada di dalam tanda petik dua, M A R T A B A K (ooooo....martabak....). Tadi siang jelang sore, iseng-iseng berbekal resep yang kudapat dari hasil googling dan bermodal bahan-bahan sisaan bikin pancake kemaren, kucoba juga resep martabak manis. Pokoknya rasanya kalah deh sama martabak legit (lho...apa gak salah tuch?? bukannya harusnya pokoknya rasanya gak kalah deh sama martabak legit). Enggak, gak salah kok...martabak manis yang barusan aku bikin rasanya jauuuuhhh dibanding sama martabak legit...malah setelah mateng rasanya lebih mirip sama kue kamir (lho...kok bisa???). Maklum martabak perdana. Tapi gak ada salahnya berbagi cerita dan berbagi resep. Untuk resepnya si udah bener, cuman karena dirumah gak ada timbangan jadi cuma pake feeling aja tuh nimbangnya. Itulah yang bikin rasanya lebih mirip kue kamir. Oya, mungkin ada yang belum ngerti martabak legit, martabak legit itu merek martabak yang paling enak di purwokerto (menurutku sich...).
Nah, yang mau coba praktek bikin martabak di dapur sendiri, ini nih bahan-bahannya:
1. Tepung terigu
2. Telur ayam
3. Susu kental manis rasa coklat dan vanila
4. Margarin
5. Keju chedar
6. Strawberry blok
7. Meisis
8. Fermipan
9. Baking powder
10. Vanili
11. Air
Nah, yang mau coba praktek bikin martabak di dapur sendiri, ini nih bahan-bahannya:
1. Tepung terigu
2. Telur ayam
3. Susu kental manis rasa coklat dan vanila
4. Margarin
5. Keju chedar
6. Strawberry blok
7. Meisis
8. Fermipan
9. Baking powder
10. Vanili
11. Air
Rabu, 05 Januari 2011
Belajar dari Teman
Di saat teman-teman diberi kesempatan untuk terlebih dahulu menapak satu langkah di depanku, aku merasa beruntung karena diberi kesempatan untuk lebih banyak belajar. Belajar apa?? Belajar apa saja dan banyak hal yang aku belum tahu tentang perjalanan hidup seorang akhwat. Soal amanah dalam dakwah, problem selama kuliah, masalah dengan keluarga di rumah, tuntutan orang tua setelah lulus harus bermaisyah dan tentang urusan nikah, semua pernah kalian lalui. Beberapa hal pernah aku lalui bersama kalian dan sekarangpun aku masih berkutat dengan itu.
- Di saat teman-teman sudah memikirkan amanah yang lain dari proyek nikahnya, aku masih enjoy dengan adek-adek ku tercinta untuk membahas program dan evaluasi.
- Di saat mereka sudah tidak lagi nge-lab untuk penelitian dan tidak lagi utak atik meng-analisis data, aku baru saja rampung penelitian dan masih malas dengan data-dataku ditambah tuntutan orang tua harus segera menyelesaikan studi.
- Di saat mereka sudah tidak tinggal bareng dengan orang tua dan tinggal di istana mereka, aku masih bersama mama papa tercinta yang kadang ada aja pertengkaran-pertengkaran kecil di antara kami di rumah. Maafkan aku ya ma...pa...
- Di saat mereka tidak lagi ditekan orang tua untuk berkarir yang layak dimata orang tua (dituntut menjadi PNS misalnya. Tapi masih ada juga yang dituntut walaupun udah nikah), orang tuaku masih berharap banyak padaku untuk menjadi yang mereka impikan tentangku
- Di saat mereka sudah berbahagia (emang bahagia ya???) dengan suami dan putra-putri kecil mereka, aku masih diberi kesempatan untuk memperpaiki dan membekali diri.
Selasa, 14 Desember 2010
"Lumpia Mercon" Resep Barunya Chef Dadakan
![]() |
| "Lumpia Mercon" |
Hari ini ada chef dadakan di rumahku dengan menu barunya "Lumpia Mercon". Aneh dengernya? Ya akupun aneh ndengernya. Kenapa dikasih nama "Lumpia Mercon"? Soalnya gak sebesar lumpia bom, salah satu nama lumpia yang paling terkenal di Purwokerto. Ukuran lumpia mercon kira2 sepertiga dari lumpia bom. Penasaran gimana cara bikinnya? (jawab: iya..iya..penasaran banget). Sebelumnya kita kudu siapin bahan-bahannya. Apa aja yang kita butuhkan untuk bikin "Lumpia Mercon"? Ini dia bahan-bahannya:
- 20 lembar kulit lumpia
- 10 butir telur ayam
- 10 potong tahu putih, dilumatkan
- 1 buah wortel ukuran besar, diiris tipis
- 5 helai daun bawang, dipotong kecil-kecil
- 1/4 kg minyak sayur
- 1 bungkus penyedap rasa
- 5 sendok tepung terigu
- 5 sendok santan kental
- Bumbu yang dihaluskan (bawang putih, merica, garam)
Senin, 13 Desember 2010
Question Tag 'n Past Perfect Tense
Tadi sore abis ngajar bahasa Inggris anak-anak SMP kelas 3. Ngulang materi tenses yang udah disampein 2 pertemuan terakhir. Mulai dari simple present, simple future, present continues, simple past, present perfect. Lumayan lah, mereka berempat udah ada kemajuan. Walaupun pelan tapi keliatan progresnya. Yang parah mereka gak apal perubahan irregular verbs. Wah mantap, tadi mereka tak kasih oleh-oleh buat liburan, ngafalin irregular verb. Emang kudu dipaksa ngafalin, kalau gak ada paksaan yo gak pada ngafalin.
Selain ngulang materi 5 tenses, tadi juga belajar tentang question tag 'n past perfect tense.
- QUESTION TAG-
Apa itu question tag? Question tag adalah pertanyaan yang punya fungsi untuk mempertegas. Contohnya begini:
She loves her parents, doesn't she?
Nah, yang disebut question tag itu yang tulisannya tebel "doesn't she?"
Kalau diartikan kurang lebih begini, Dia mencintai orang tuanya, iya kan?
Ada syarat untuk bikin question tag. Kalau kalimat utamanya positif, question tagnya kudu negatif. Kalau kalimat utamanya negatif, question tagnya positif. Nah, supaya lebih paham bisa kita lihat pattern atau polanya. Ini nih...
Minggu, 12 Desember 2010
Selalu Berproses dalam Tarbiyah Islamiyah
Allah menciptakan manusia bukan untuk bermain-main. Ada amanah yang mesti diembannya, yang langit, bumi dan gunung enggan mengembannya. Kembali kita merenungi terjemah Qur'an surat Adz-Dzariyat ayat 56. Ya, manusia memiliki kewajiban untuk beribadah hanya kepada Allah. Amanah yang besar tersebut untuk selalu beribadah pada Allah akan mampu kita realisasikan ketika kita melalui suatu tahapan dalam tarbiyah Islamiyah.
Tarbiyah merupakan suatu proses mensholihkan atau mensholihahkan diri seseorang. Ketika dia seorang wanita/muslimah/akhwat, tarbiyah akan membentuk dirinya menjadi seorang mar'atus shalihah. Tarbiyah akan mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang istri pendamping mujahid. Dan jauh ke depan, tarbiyah akan mempersiapkan dirinya menjadi seorang pencetak generasi mujahid. Suami mujahid dan putra putri mujahid/ah yang selalu berjuang di jalan Allah.
Proses tersebut tidaklah singkat. Untuk menuju target pertama dalam tarbiyah akhwat, yaitu menjadi seorang mar'atus shalihah butuh waktu yang tidak cukup setahun dua tahun. Kebanyakan seorang akhwat menjalani proses tersebut selama dia di bangku kuliah. Ketika dia sungguh-sungguh dan serius maka masa dia di kampus (standar 4-5 tahun) cukup untuk meraih 1 target tersebut dan bersiap untuk menuju target berikutnya dan berikutnya.
Namun dalam perjalanan tidaklah semulus yang diangankan. Seringkali proses tersebut menemui banyak kendala. Baik kendala intern maupun ekstern. Seorang akhwat yang semangatnya naik turun, terlalu sibuk dengan aktivitas di luar, tidak sungguh-sungguh dan tidak serius akan sangat menghambat perjalanan tarbiyahnya. Sehingga butuh dongkrakan-dongkrakan yang akan melahirkan sosok yang pastinya akan berbeda dengan sosok akhwat yang bisa melalui perjalanan tersebut dengan maksimal, yang dengan penuh semangat, kesungguhan dan keseriusan hingga menjadi soerang mar'atus shalihah.
Senin, 06 Desember 2010
SPIRIT!!! Where are YOU???
I lose my spirit. Where is it now? I look for it for some days, but I can't find it. Where? Where? Where? I'll try to look for and to find it. To find it, I open my work book. I got the book 4 months ago, when I attended a Moslem Activist Training. This event was held in August, 1st 2010. At the event I wrote some Goal Setting. I open again my book, read my goal settings and write the goal setting again to raise my spirit which is dissapear for some days. Here are my goal settings:
- I will have had a "amal yaumi" to memorize one verse a day on August 2010 or sooner
- I will have graduated my study on March 2011 or sooner
- I will have established an elementary and high school student course on July 2011 or sooner
- I will have muslim student training center in 2012 or sooner
- I will have been expert in English on 2012 or sooner
- I will have written a book in 2015 or sooner
Kamis, 02 Desember 2010
Antivirus Kasperskyku Update Juga
![]() |
| my Kaspersky is up to date |
Selasa, 30 November 2010
Desain Rak Buku Unik
Barang-barang yang paling nampak berantakan di kamarku yaitu buku. Padahal udah ada rak buku lumayan gede yang bisa nampung semua buku, tapi tetep aja berantakan. Emang dasar males bersih2 dan rapih2. Mood untuk merapikan kamar jarang banget muncul. Munculnya cuma kalau mau ada temen yang mabit, hehehe...
Barusan buka2 file picture di laptop, eh nemu gambar rak buku unik. Rak buku ini aslinya ada di rumah Sanggojae. Tau kan rumah Sanggojae? Rumahnya Kae in di serial drama Personal Taste. Desain rak bukunya unik, simple dan colorfull. Kalau mau buat sendiri di rumah untuk mempercantik ruang baca atau kamar sepertinya mudah. Bahan dan alat yang harus disiapkan diantaranya papan, cat kayu warna-warni, kuas, paku, palu. Cara mbuatnya terserah kalian aja, sesuai kreatifitas dan imajinasi kalian. Selain untuk tempat buku, rak ini juga bisa untuk tempat CD, kaset atau pernak-pernak yang lain. Yang mau coba, silakan coba...Kalau gak mau ribet bikin sendiri, minta tolong aja sama tukang kayu di sekitar rumah kalian. Met mempercantik ruang baca kalian dengan rak buku yang desainnya unik ini
Barusan buka2 file picture di laptop, eh nemu gambar rak buku unik. Rak buku ini aslinya ada di rumah Sanggojae. Tau kan rumah Sanggojae? Rumahnya Kae in di serial drama Personal Taste. Desain rak bukunya unik, simple dan colorfull. Kalau mau buat sendiri di rumah untuk mempercantik ruang baca atau kamar sepertinya mudah. Bahan dan alat yang harus disiapkan diantaranya papan, cat kayu warna-warni, kuas, paku, palu. Cara mbuatnya terserah kalian aja, sesuai kreatifitas dan imajinasi kalian. Selain untuk tempat buku, rak ini juga bisa untuk tempat CD, kaset atau pernak-pernak yang lain. Yang mau coba, silakan coba...Kalau gak mau ribet bikin sendiri, minta tolong aja sama tukang kayu di sekitar rumah kalian. Met mempercantik ruang baca kalian dengan rak buku yang desainnya unik ini
Jumat, 26 November 2010
Tertarik Juga Belajar Photoshop
Siapa sich yang gak kenal sama yang namanya photoshop (bukan sotosop lho...). Software untuk ngedit gambar dan bikin efek-efek pada gambar sehingga gambarnya jadi lebih menarik dari gambar aslinya. Yang jerawatan jadi mulus wajahnya, yang item jadi putih. Itu salah satu contoh paling simpel dari photoshop yang baru aku coba2 lewat tutorial tapi belum bisa-bisa (payah banget...). Kemaren, berawal dari kepepet disuruh mamah, aku jadi buka program photoshop di laptop. Pagi-pagi disuruh mamah cetak foto. Adanya File foto berwarna tapi kata mamah "ini dicetak hitam putih ya, tar siang kudu jadi".
Orang awam begini ngubah foto warna jadi hitam putih aja gak ngerti. Pertama aku coba edit pake microsoft office picture manager. Hasilnya, kagak bisa. Trus inget masku kayaknya dulu pernah nyimpen software photoshop di laptopku (eh, laptop mamah denk...belum mampu beli laptop sendiri,he...). Ku sms dia dimana dia simpen file itu, untungnya masih ada. Berbekal software portable photoshop masku yang masih tersimpan di laptopku, aku coba utak-utik dan gak bisa-bisa juga (kasian...). Akhirnya kubuka google dan kutulis keyword "edit foto warna menjadi hitam putih". Satu hasil pencarian yang kuanggap paling cocok dengan yang aku maksud langsung aku klik dan aku baca, dan ternyata untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih sangat sangat sangalah mudah....haduw....betapa katroknya aku, ternyata cukup klik file --> open, trus pencet shift+ctrl+U secara bersamaan. Gak nyampe 5 detik, taraaaaa......jadi deh. Ini nih hasilnya (ih, gitu aja dibanggain...he...)
Orang awam begini ngubah foto warna jadi hitam putih aja gak ngerti. Pertama aku coba edit pake microsoft office picture manager. Hasilnya, kagak bisa. Trus inget masku kayaknya dulu pernah nyimpen software photoshop di laptopku (eh, laptop mamah denk...belum mampu beli laptop sendiri,he...). Ku sms dia dimana dia simpen file itu, untungnya masih ada. Berbekal software portable photoshop masku yang masih tersimpan di laptopku, aku coba utak-utik dan gak bisa-bisa juga (kasian...). Akhirnya kubuka google dan kutulis keyword "edit foto warna menjadi hitam putih". Satu hasil pencarian yang kuanggap paling cocok dengan yang aku maksud langsung aku klik dan aku baca, dan ternyata untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih sangat sangat sangalah mudah....haduw....betapa katroknya aku, ternyata cukup klik file --> open, trus pencet shift+ctrl+U secara bersamaan. Gak nyampe 5 detik, taraaaaa......jadi deh. Ini nih hasilnya (ih, gitu aja dibanggain...he...)
Rabu, 24 November 2010
Iradah yang Lurus
Sebuah ayat dan sebuah perkataan ulama yang bisa kita jadikan sebagai bahan untuk kita bermuhasabah. Di usia kita saat ini yang entah berapa lama lagi Alloh beri sisa waktu untuk kita bernafas di dunia ini, sudahkan kita memiliki tujuan hidup yang jelas? Ketika ada seorang bertanya, "Apa sich tujuan hidupmu?". Apa jawaban yang akan kita lontarkan, teman?
Mari kita renungi surat Al-Isra ayat 19 berikut ini :
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik"
Dari firman Alloh di atas, sebagai seorang mukmin marilah kita merenung. Sudahkah kita menjadikan akhirat sebagai tujuan kita? Ketika sudah, sudahkah bersungguh untuk mendapatkannya?
Ketika kita sudah bermujahadah untuk menggapai kehidupan akhirat kita, insyaAlloh ada balasan yang baik yang telah Allah siapkan, yaitu jannah. Ketika saat ini kita merasa belum bersungguh-sungguh, insyaAlloh masih ada kesempatan untuk merevolusi diri. Saat urusan dunia begitu menyibukkan diri kita, ingatlah bahwa akhiratlah yang lebih utama. Sebuah perkataan ulama, yaitu Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata "Hendaklah semangat orang yang beriradah adalah mencari ridha Rabb-nya, persiapannya adalah untuk perjumpaan dengan-Nya, dan kesedihannya adalah karena waktu yang terlewatkan bukan dalam rangka mencari ridha-Nya."
Mari kita renungi surat Al-Isra ayat 19 berikut ini :
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik"
Dari firman Alloh di atas, sebagai seorang mukmin marilah kita merenung. Sudahkah kita menjadikan akhirat sebagai tujuan kita? Ketika sudah, sudahkah bersungguh untuk mendapatkannya?
Ketika kita sudah bermujahadah untuk menggapai kehidupan akhirat kita, insyaAlloh ada balasan yang baik yang telah Allah siapkan, yaitu jannah. Ketika saat ini kita merasa belum bersungguh-sungguh, insyaAlloh masih ada kesempatan untuk merevolusi diri. Saat urusan dunia begitu menyibukkan diri kita, ingatlah bahwa akhiratlah yang lebih utama. Sebuah perkataan ulama, yaitu Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata "Hendaklah semangat orang yang beriradah adalah mencari ridha Rabb-nya, persiapannya adalah untuk perjumpaan dengan-Nya, dan kesedihannya adalah karena waktu yang terlewatkan bukan dalam rangka mencari ridha-Nya."
Selasa, 23 November 2010
Hidayah Berawal dari Bi'ah Shalihah
Sebagai makhluk ciptaan Alloh, manusia tidak akan bisa hidup seorang diri. Nabi Adam a.s. saja sebagai manusia perdana yang Alloh ciptakan juga tak bisa hidup sendiri sehingga Alloh ciptakan seorang wanita dari tulang rusuk Adam, yaitu Hawa. Dalam kehidupan saat ini pun kita senantiasa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Keluarga, saudara, tetangga, teman di sekolah atau kampus, teman di kantor atau tempat kerja, teman di organisasi masyarakat maupun organisasi dakwah. Orang-orang yang ada di sekitar kita sedikit atau banyak pasti akan berpengaruh terhadap diri kita. Baik pengaruh postif maupun negatif.
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir.” (HR. Bukhari No.2101 dan Muslim No.6653)
Besarnya pengaruh lingkungan (orang-orang di sekitar kita) terhadap pembentukan pribadi seseorang, mengharuskan kita mencari dan terus mencari bi'ah (lingkungan) yang kondusif. Bi'ah shalilah adalah faktor terpenting dalam perjalanan hidupku. Kutemukan itu sejak awal SMA. Subhanallah...indahnya ketika kukenang masa-masa itu. Teman-teman terbaik yang pernah kumiliki. Sedih, senang, menangis, tertawa riang bersama. Kita disatukan dalam sebuah wadah ROHani ISlam SMA N 1 Purwokerto. Satu kata-kata indah yang akan selalu kuingat yang menjadi kutipan favorit kita saat itu "Eratkan ukhuwah, satukan langkah, menuju kejayaan Islam".
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir.” (HR. Bukhari No.2101 dan Muslim No.6653)
Besarnya pengaruh lingkungan (orang-orang di sekitar kita) terhadap pembentukan pribadi seseorang, mengharuskan kita mencari dan terus mencari bi'ah (lingkungan) yang kondusif. Bi'ah shalilah adalah faktor terpenting dalam perjalanan hidupku. Kutemukan itu sejak awal SMA. Subhanallah...indahnya ketika kukenang masa-masa itu. Teman-teman terbaik yang pernah kumiliki. Sedih, senang, menangis, tertawa riang bersama. Kita disatukan dalam sebuah wadah ROHani ISlam SMA N 1 Purwokerto. Satu kata-kata indah yang akan selalu kuingat yang menjadi kutipan favorit kita saat itu "Eratkan ukhuwah, satukan langkah, menuju kejayaan Islam".
Senin, 22 November 2010
Menghitung Jumlah Stomata dengan Metode Replika atau Cetakan
![]() |
| umbi bawang merah |
| bunga bawang merah |
Jumat, 19 November 2010
Bingung Pilih Warna Cat Rumah?
| Baiti Jannati |
Beef Steak ala Mama
Hampir di semua meja makan di setiap rumah 3 hari terakhir pasti terhidangkan menu daging sapi or kambing. Termasuk di meja makan rumahku. Kalau Idul Adha biasanya, daging di rumah cuma dimasak rendang, semur atau sate goreng, Idul Adha kali ini ada menu baru di rumah "Beef Steak ala Mama". Mama yang sebelumnya belum pernah masak beef steak, dengan berbekal resep hasil browsingku dan nanya tetangga depan rumah, nekad deh nyoba resep itu, so pasti dengan sedikit sentuhan tanganku hasilnya tidak mengecewakan, walaupun katanya terlalu manis dan terlalu asin.
Ini nih bahan dan cara masak resep di istana kami "Beeef Steak ala Mama"
Bahan :
Ini nih bahan dan cara masak resep di istana kami "Beeef Steak ala Mama"
Bahan :
- Daging sapi diiris lebar dan tipis
- Bawang merah
- Bawang putih
- Bawang bombay
- Tomat
- Mentega
- Merica
- Garam
- Gula merah
- Kecap manis
- Daun salam dan lengkuas
- Telur ayam
Kamis, 18 November 2010
The Karate Kid
![]() |
| Dre and Mr Han |
Udah lama gak ke warnet, tadi siang karena butuh download dan koneksi internet di rumah "LOading LAmbat" akhirnya ke warnet juga dech. Ke warnet langganan jaman dulu pas di rumah belum ada internet. Boros juga nih kalo harus ke warnet terus, gak sampe 2 jam di warnet keluar duit hampir 10 ribu.
Buka-buka "folder film" di drive D komputer warnet, nemu buanyak banget film. Dari sekian banyak film, aku save 2 film. Yang pertama film yang aku dah lama cari, Karate Kid. Yang kedua film yang udah sering diputer di stasiun tivi kalo pas libur hari besar Islam, Children of Heaven. Barusan aku nonton Karate Kid, gak nyesel pokoknya. Walaupun ceritanya mudah ditebak tapi menurutku menarik untuk ditonton.
Dre Parker, yang diperankan oleh Jaden Smith, seorang anak usia 12 tahun yang harus mengikuti ibunya, Mrs. Parker pindah dari Detroit (sebuah kota di USA) ke China. Dia sangat benci harus tinggal di Cina. Tempat yang sangat asing baginya. Dia tampak paling aneh di antara teman-teman barunya di sekolah, karena warna kulitnya yang hitam dan rambut gimbalnya yang dikepang. Model rambut Jaden Smith di Karate Kid sedikit berbeda dengan model rambutnya saat berperan di film The Day The Earth Stood Still yang dibiarkan terurai tanpa dikepang.
Senin, 15 November 2010
Mau Sholat Idul Adha Selasa atau Rabu?
![]() |
| Happy Eid-ul Adha |
Sedangkan yang lebaran hari Rabu ngikut madzhab ikhtilaful matholi' (rukyat lokal). Artinya tiap daerah menentukan sendiri kapan tanggal 1 Dzulhijjah dengan melihat hilal sehingga tiap daerah mungkin saja berbeda-beda. Mungkin di suatu daerah hilal sudah terlihat jelas sehingga esoknya masuk bulan berikutnya (Dzulhijah), mungkin juga di daerah lain hilal tidak terlihat sehingga digenapkan 30 hari. Nah kebetulan bulan Dzulqaidah tahun ini di Indonesia digenapkan 30 hari, jadi umat Islam Indonesia yang pakai madzhab ikhtilaful matholi', Idul Adhanya hari Rabu.
Mau shoum Arafah hari Senin or Selasa. Mau sholat Idul Adha hari Selasa or Rabu, monggo saja...masing-masing ada hujahnya. Itu adalah ikhtilaf yang diperbolehkan. Asalkan jangan shoum Arafah hari Senin tapi Idul Adhanya hari Rabu. So, Met Idul Adha teman...Wish you and your family a very happy Idul Adha.
Kamis, 11 November 2010
Kamis, 04 November 2010
Dan Purwokerto pun Gerimis Abunya Merapi
Selepas sholat magrib sore kemarin, aku dan adek-adek tercintaku janjian ketemuan di salah satu kos adekku. Kami biasa ketemuan untuk saling berbagi tausiyah dan saling mengingatkan dan memotivasi. Sore kemarin aku menuju tempat kos yang telah kami sepakati menjelang maghrib sekitar setengah enam. Cuaca sore itu cerah dan tidak hujan, padahal biasanya kalau sore hujan. Setelah solat magrib berjamaah, sambil menunggu yang belum datang kami ngobrol-ngobrol. Salah satu topik yang kami obrolkan adalah merapi. Kami saling bercerita keluarga kami yang di Jogja. Keluargaku yang di Bantul alhamdulillah jauh dari Merapi dan baik-baik saja. Pak Lek saat letusan yang pertama telfon dan katanya hawanya panas dan kena hujan abu. Ternyata keluarga adek-adekku tercinta juga ada yang di Jogja. Ada yang eyangnya di Sleman dan sempet ngungsi. Ada yang masnya di radius 20 km dari Merapi tapi alhamdulillah baik-baik saja. Aku sempet cerita ke mereka "dulu pas mba masih SD pernah hujan abu lho karena Merapi meletus". Karena personil sudah lengkap kami hentikan obrolan dan kami mulai acara kami.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Waktu 2,5 jam terasa sangat pendek. Karena sudah larut kami mencukupkan agenda kami hari ini, walaupun masih ada yang saling murojaah hafalan. Salah satu diantara kami beranjak ke teras kosan. Sesaat dia berada di teras, dia berteriak-teriak "mba...mba...sini cepetan". Aku kira dia jatuh atau kenapa, ternyata motor kami yang kami parkir di luar kosan sudah tertutup abu. Abu siapa lagi kalau bukan abunya Merapi. Subhnallah, dan Purwokerto pun gerimis abunya Merapi. Apa yang kami obrolin baru saja tentang hujan abu yang pernah terjadi saat aku masih SD ternyata malam ini kami merasakannya.
Subhanallah, abunya Merapi bisa terbawa sang angin dari Jogja ke Purwokerto yang jaraknya ratusan kilometer. Menjadi satu bahan untuk kita renungkan, Alloh tidak hanya menegur orang-orang Jogja, Sleman, Boyolali, Klaten dan sekitarnya. Tapi, kami yang di Purwokerto pun ditegur oleh Alloh. Pada zaman Rosululloh juga pernah terjadi musibah gempa bumi, saat itu Rosululloh meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan beliau berkata "Tenanglah...belum datang saatnya bagimu". Lalu Rosul menoleh ke arah sabahat dan berkata "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian...maka jawablah (buatlah Allah ridlo kepada kalian)".
Teman, sama-sama kita bermuhasabah. Ini teguran Alloh untuk kita. Dosa dan maksiat apa yang telah kita perbuat sehingga Alloh menegur kita. Mari kita beristighfar, mohon ampun dan bertaubatlah kepada Alloh. Tinggalkan dosa dan maksiat yang selama ini masih kita lakukan. Alloh berfirman dalam Q.S. Al-A'la:14-15, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang." Teman, mari kita panjatkan doa yang pernah nabi Adam panjatkan kepada Alloh yang tertuang dalam Q.S. Al-A'raf:23, "Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Waktu 2,5 jam terasa sangat pendek. Karena sudah larut kami mencukupkan agenda kami hari ini, walaupun masih ada yang saling murojaah hafalan. Salah satu diantara kami beranjak ke teras kosan. Sesaat dia berada di teras, dia berteriak-teriak "mba...mba...sini cepetan". Aku kira dia jatuh atau kenapa, ternyata motor kami yang kami parkir di luar kosan sudah tertutup abu. Abu siapa lagi kalau bukan abunya Merapi. Subhnallah, dan Purwokerto pun gerimis abunya Merapi. Apa yang kami obrolin baru saja tentang hujan abu yang pernah terjadi saat aku masih SD ternyata malam ini kami merasakannya.
Subhanallah, abunya Merapi bisa terbawa sang angin dari Jogja ke Purwokerto yang jaraknya ratusan kilometer. Menjadi satu bahan untuk kita renungkan, Alloh tidak hanya menegur orang-orang Jogja, Sleman, Boyolali, Klaten dan sekitarnya. Tapi, kami yang di Purwokerto pun ditegur oleh Alloh. Pada zaman Rosululloh juga pernah terjadi musibah gempa bumi, saat itu Rosululloh meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan beliau berkata "Tenanglah...belum datang saatnya bagimu". Lalu Rosul menoleh ke arah sabahat dan berkata "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian...maka jawablah (buatlah Allah ridlo kepada kalian)".
Teman, sama-sama kita bermuhasabah. Ini teguran Alloh untuk kita. Dosa dan maksiat apa yang telah kita perbuat sehingga Alloh menegur kita. Mari kita beristighfar, mohon ampun dan bertaubatlah kepada Alloh. Tinggalkan dosa dan maksiat yang selama ini masih kita lakukan. Alloh berfirman dalam Q.S. Al-A'la:14-15, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang." Teman, mari kita panjatkan doa yang pernah nabi Adam panjatkan kepada Alloh yang tertuang dalam Q.S. Al-A'raf:23, "Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
Rabu, 03 November 2010
Belajar karena Mengajar
Banyak alasan kenapa orang-orang mau belajar. Dari anak TK sampai anak kuliahan bahkan sampai bapak-bapak, ibu-ibu atau kakek-kakek dan nenek-nenek. Masing-masing punya alasan. Anak TK misalnya, mereka mau belajar baca dan ngitung karena mereka suka. baca dan hitung adalah sesuatu yang baru untuk mereka sehingga mereka antusias untuk lebih lancar lagi mbaca dan ngitung. Tapi ada juga anak-anak TK yang belajar calistung (baca tulis hitung) karena dipaksa mamanya. Itu yang tidak baik, belajar karena dipaksa.
Beda lagi sama anak SD, SMP dan SMA. Mereka belajar karena ingin dapet nilai bagus, naik kelas dan lulus ujian. Anak SMA tambah lagi motifnya. Mereka belajar karena punya cita-cita ngelanjutin kuliah di perguruan tinggi yang mereka impikan. Sedangkan anak kuliahan, mereka serius belajar demi IP tinggi sehingga bisa bisa dapet predikat cumlaude atau paling enggak IP nya diatas 3. Kata orang-orang kalau IP di atas 3, aman buat ngelamar kerja. Tapi menurutku enggak juga. Berapapun IP nya kalu dia ulet dan sungguh-sungguh, rizki Alloh pasti akan dia dapatkan. Yang udah nonton film 3 idiot pasti ngerti dech, untuk apa sich kita belajar. Belajar itu gak cuma demi nilai dan ijazah, ya tho?
Kalau belajar karena mengajar gimana donk? Mungkin ada yang menganggap itu positif tapi ada juga yang menganggap itu negatif. Ada yang punya pengalaman sama denganku? Salah satu motifku belajar karena aku harus mengajar. Sejak awal semester kemaren, aku ngajar di salah satu SMP IT Boarding School di kotaku. Walaupun background pendidikanku bukan bahasa Inggris, tapi karena aku suka dan ada kesempatan maka aku beranikan diri ngajar bahasa Inggris di sekolah itu. Sejak ngajar bahasa Inggris, aku semakin sering browsing materi, baca-baca buku, dengerin dan liat video atau film yang berbahasa Inggris. Porsi waktuku untuk belajar bahasa Inggris jadi nambah dan jadi tambah suka dengan bahasa Inggris. Selama 3 bulan ngajar, banyak hal-hal baru yang aku temukan yang sebelumnya aku belum tahu atau aku baru sedikit tahu. Pokoknya sejak aku ngajar bahasa Inggris aku jadi lebih banyak belajar. Nah, karena kudu nyelesein kuliah yang deadline-nya tinggal beberapa bulan ini, aku putuskan berhenti ngajar. Setelah berhenti ngajar, porsiku untuk belajar bahasa Inggris turun drastis. Ini yang gak bener, berhenti belajar karena sudah tidak ngajar.
Sebenernya tidak harus karena mengajar kita itu belajar. Kalau nunggu ngajar maka orang-orang yang tidak berkesempatan untuk ngajar dia akan malas terus untuk belajar. Tapi untuk tipe-tipe orang yang malas belajar, cara ini bisa dijadikan motivasi yang bagus untuk dia mau meningkatkan kemampuan diri. Kesannya seperti dipaksa, tapi menurutku itu suatu paksaan yang positif. Misalnya gini, ada orang yang cepat bosan kalau baca buku dan mudah sekali ngantuk. Satu buku tipis saja dibaca berulang-ulang gak selesai-selesai seminggu. Suatu saat dia dikasih amanah untuk ngisi ta'lim yang materinya diambil dari buku itu. Dia dikasih tau sehari sebelumnya. Dengan satu motivasi ngisi ta'lim, buku tipis itu yang seminggu lebih dibaca gak selesai-selesai, dalam satu malam bisa selesai bahkan dia punya resume-nya. Hhmm...ternyata motif belajar karena mengajar berlaku dalam kasus ini.
Jadi, tidak selalu belajar karena mengajar itu negatif. Justru bisa menjadi satu awalan untuk lebih semangat mendalami suatu hal. Tapi, jika kita hanya mau belajar karena dituntut harus menyampaikan, suatu saat ketika kita tidak ada tuntutan (amanah) untuk menyampaikan maka kita akan berhenti belajar. Belajarlah baik karena mengajar maupun tidak mengajar. Tidak akan ada ruginya walaupun kita belajar tanpa mengajar, minimal kita bisa amalkan untuk diri kita sendiri. Paksa diri kita untuk terus belajar dan belajar. Awalnya mungkin terpaksa, tapi ketika kita udah enjoy belajar aku yakin kesan terpaksa akan hilang sekejap. So, Never stop to learn.
Beda lagi sama anak SD, SMP dan SMA. Mereka belajar karena ingin dapet nilai bagus, naik kelas dan lulus ujian. Anak SMA tambah lagi motifnya. Mereka belajar karena punya cita-cita ngelanjutin kuliah di perguruan tinggi yang mereka impikan. Sedangkan anak kuliahan, mereka serius belajar demi IP tinggi sehingga bisa bisa dapet predikat cumlaude atau paling enggak IP nya diatas 3. Kata orang-orang kalau IP di atas 3, aman buat ngelamar kerja. Tapi menurutku enggak juga. Berapapun IP nya kalu dia ulet dan sungguh-sungguh, rizki Alloh pasti akan dia dapatkan. Yang udah nonton film 3 idiot pasti ngerti dech, untuk apa sich kita belajar. Belajar itu gak cuma demi nilai dan ijazah, ya tho?
Kalau belajar karena mengajar gimana donk? Mungkin ada yang menganggap itu positif tapi ada juga yang menganggap itu negatif. Ada yang punya pengalaman sama denganku? Salah satu motifku belajar karena aku harus mengajar. Sejak awal semester kemaren, aku ngajar di salah satu SMP IT Boarding School di kotaku. Walaupun background pendidikanku bukan bahasa Inggris, tapi karena aku suka dan ada kesempatan maka aku beranikan diri ngajar bahasa Inggris di sekolah itu. Sejak ngajar bahasa Inggris, aku semakin sering browsing materi, baca-baca buku, dengerin dan liat video atau film yang berbahasa Inggris. Porsi waktuku untuk belajar bahasa Inggris jadi nambah dan jadi tambah suka dengan bahasa Inggris. Selama 3 bulan ngajar, banyak hal-hal baru yang aku temukan yang sebelumnya aku belum tahu atau aku baru sedikit tahu. Pokoknya sejak aku ngajar bahasa Inggris aku jadi lebih banyak belajar. Nah, karena kudu nyelesein kuliah yang deadline-nya tinggal beberapa bulan ini, aku putuskan berhenti ngajar. Setelah berhenti ngajar, porsiku untuk belajar bahasa Inggris turun drastis. Ini yang gak bener, berhenti belajar karena sudah tidak ngajar.
Sebenernya tidak harus karena mengajar kita itu belajar. Kalau nunggu ngajar maka orang-orang yang tidak berkesempatan untuk ngajar dia akan malas terus untuk belajar. Tapi untuk tipe-tipe orang yang malas belajar, cara ini bisa dijadikan motivasi yang bagus untuk dia mau meningkatkan kemampuan diri. Kesannya seperti dipaksa, tapi menurutku itu suatu paksaan yang positif. Misalnya gini, ada orang yang cepat bosan kalau baca buku dan mudah sekali ngantuk. Satu buku tipis saja dibaca berulang-ulang gak selesai-selesai seminggu. Suatu saat dia dikasih amanah untuk ngisi ta'lim yang materinya diambil dari buku itu. Dia dikasih tau sehari sebelumnya. Dengan satu motivasi ngisi ta'lim, buku tipis itu yang seminggu lebih dibaca gak selesai-selesai, dalam satu malam bisa selesai bahkan dia punya resume-nya. Hhmm...ternyata motif belajar karena mengajar berlaku dalam kasus ini.
Jadi, tidak selalu belajar karena mengajar itu negatif. Justru bisa menjadi satu awalan untuk lebih semangat mendalami suatu hal. Tapi, jika kita hanya mau belajar karena dituntut harus menyampaikan, suatu saat ketika kita tidak ada tuntutan (amanah) untuk menyampaikan maka kita akan berhenti belajar. Belajarlah baik karena mengajar maupun tidak mengajar. Tidak akan ada ruginya walaupun kita belajar tanpa mengajar, minimal kita bisa amalkan untuk diri kita sendiri. Paksa diri kita untuk terus belajar dan belajar. Awalnya mungkin terpaksa, tapi ketika kita udah enjoy belajar aku yakin kesan terpaksa akan hilang sekejap. So, Never stop to learn.
Langganan:
Postingan (Atom)


























