Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Tingginya Kesungguhan Seorang Perempuan yang Sangat Ingin Menggapai Ridlo Rabb-nya
Tampilkan postingan dengan label learning islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label learning islam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 April 2013
Selasa, 29 Januari 2013
Generasi 5:54
Mengingat kembali materi generasi 5:54 yang sudah berapa kali kudapat dan kusampaikan. Siapa mereka generasi 5:54?
1. Alloh mencintai mereka dan mereka pun mencintai Alloh.
2. Lemah lembut pada orang-orang mukmin.
3. Keras pada orang-orang kafir.
4. Berjihad di jalan Alloh
5. Tidak takut pada celaan orang yang suka mencela.
Yuk qt jadikan diri kita generasi 5:54 yang dicintai Alloh karena selalu mengkhidmatkan diri kita selalu berada di jalan-Nya.
Kamis, 27 Desember 2012
4Te:Tilawah,Terjemah,Tahfidz,Tafsir
Oya, buat teman-teman yang ingin mengetahui dan mempelajari metode TAMYIZ, kalian bisa mengikuti pelatihan yang sepertinya akan rutin diadakan oleh Komunitas Tamyiz Purwokerto. Sesuai kesepakatan di akhir acara pelatihan yang aku ikuti kemarin, rencana akan ada follow up nya, yang akan diselengarakan setiap hari ahad, jam 8 pagi sampai jam 4 sore di Masjid Gelora Indah. Aku tadi mendapat file materi pelatihan TAMYIZ 1, barangkali ada teman-teman yang mau download, sila download di sini. Semoga bermanfaat...salam KTP!!!
Senin, 15 Oktober 2012
Dukunglah Selalu Para Pejuang Islam
Mengikuti Acara Solidaritas dan Penggalangan Dana untuk Muslim Suriah hari Jumat kemarin, semakin membuka mata kita tentang kepedulian pada saudara sesama muslim di Suriah yang kondisinya sangat memprihatinkan di bawah rezim pemerintah Bashar Assad laknatulloh. Konflik di Suriah terjadi sejak Maret 2011 menyusul konflik di beberapa negara di Timur Tengah lainnya. Pemerintah yang notabene adalah syiah nushairiyah mendapat dukungan penuh dari negara Iran. Dukungan politik dan militer tidak hanya dari Iran, namun 2 negara komunis musuh Amerika pun turut mengawal dan memberi dukungan pada Assad. Kedua negara tersebut adalah Cina dan Rusia.Konflik yang terjadi di Suriah sangat jelas bahwa itu adalah konflik agama (aqidah). Rezim Assad yang syiah nushairiyah sangat memusuhi rakyat sipil yang mayoritas adalah ahlu sunnah wal jama'ah. Penyiksaan yang dilakukan Assad pada orang-orang sunni sangat kejam. Seorang laki-laki yang tidak mau mengucapkan "tidak ada tuhan selain Assad" dikubur hidup-hidup. Seorang anak dibunuh di depan orang tuanya. Orang tua dibunuh di depan anaknya. Ratusan jiwa melayang tiap harinya dan sejak Maret 2011 hingga saat ini lebih dari 300.000 nyawa melayang karena kekejaman Assad. Cina dan Rusia yang komunis setia mendukung Assad karena punya tujuan sama yaitu tidak ingin Islam tegak di Suriah.
Satu sisi kita sangat prihatin dengan kondisi saudara kita muslim Suriah. Dan di sisi lain kita bersyukur karena di Indonesia kita sekarang dalam kondisi aman (walaupun tidak menutup kemungkinan entah kapan kita juga bisa mengalami kondisi konflik, maka kitapun harus selalu bersiap). Dengan kondisi kita yang seperti sekarang ini, banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdzalimi di penjuru dunia manapun termasuk di Suriah. Wajib bagi kita membantu mereka karena keimanan kita tidak akan sempurna sehingga kita mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri. Kita sebagai seorang akhwat muslimah yang belum bisa menghadirkan fisik kita di Suriah untuk membantu saudara-saudara kita, bukan berarti kita hanya diam saja. Banyak sekali yang bisa kita lakukan meski kita belum bisa hadir di sana. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan, yang aku sarikan dari buku "Jihadnya Orang yang tidak Hadir dalam Jihad" karya Syaikh Izzudin Ar-Roshofi.
Satu sisi kita sangat prihatin dengan kondisi saudara kita muslim Suriah. Dan di sisi lain kita bersyukur karena di Indonesia kita sekarang dalam kondisi aman (walaupun tidak menutup kemungkinan entah kapan kita juga bisa mengalami kondisi konflik, maka kitapun harus selalu bersiap). Dengan kondisi kita yang seperti sekarang ini, banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdzalimi di penjuru dunia manapun termasuk di Suriah. Wajib bagi kita membantu mereka karena keimanan kita tidak akan sempurna sehingga kita mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri. Kita sebagai seorang akhwat muslimah yang belum bisa menghadirkan fisik kita di Suriah untuk membantu saudara-saudara kita, bukan berarti kita hanya diam saja. Banyak sekali yang bisa kita lakukan meski kita belum bisa hadir di sana. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan, yang aku sarikan dari buku "Jihadnya Orang yang tidak Hadir dalam Jihad" karya Syaikh Izzudin Ar-Roshofi.
- Yakin akan kewajiban berjuang dan selalu menyiapkan diri ke arah sana, dengan i'dad imany dan maady.
- Fahamkan keluarga bahwa din ini adalah amanah bagi kita semua. Buka mata mereka bahwa musuh-musuh Islam selalu memusuhi din ini, maka kita harus membela din ini.
- Biasakan keluarga mendengar berita-berita perjuangan sehingga muncul rasa memiliki terhadap sesama muslim di penjuru dunia manapun Palestina, Afghanista, Chechnya, Irak, Myanmar dan tentunya Suriah.
- Tegaskan pada keluarga kita bahwa Allohlah yang akan menjaga din ini dan Alloh tidak membutuhkan kita. Justru kita lah yang butuh untuk berlomba-lomba berjuang untuk din ini karena dengan kita membela din ini, Alloh akan semakin meneguhkan kita pada Islam.
- Yakinkan pada keluarga bahwa kematian adalah ketentuan Alloh. Dengan berjuang tidak kemudian mempercepat kematian atau dengan tidak berjuang bukan berarti memperlambat kematian kita.
- Jadilah diri kita contoh yang baik dalam hal aqidah, akhlak, ibadah, ilmu dan amal. Sehingga mereka akan simpatik dan mendukung kita.
- Jangan menjadikan kita menjadi satu-satunya tumpuan keluarga sehingga mereka akan menghalangi aktivitas-aktivitas kita.
- Jadikan keluarga hidup dalam suasana perjuangan.
- Munculkan kebencian dalam diri keluarga kita pada musuh-musuh Islam.
- Bantulah para pejuang semampu kita dengan harta kita untuk memenuhi kebutuhan mereka akan persenjataan, perlengkapan, perbekalan, obat-obatan.
- Bantulah para pejuang dengan kata-kata, program-program dan buku-buku. Bantahlah persepsi negatif di media yang menyudutkan para pejuang.
- Serukan apa yang ingin disampaikan para pejuang pada dunia.
- Bantulah pejuang dengan menghancurkan barisan musuh melalui isu-isu yang kita hembuskan pada mereka.
- Doakan para pejuang agar diberi kemenangan dan keteguhan.
- Gembosi semangat musuh dan munculkan perseteruan internal di tubuh musuh.
- Tinggikan nama para pejuang dan rendahkan para musuh.
- Halangi gerakan musuh dan putuskan aliran bantuan pada musuh.
- Bantulah mereka dengan informasi-informasi yang mereka butuhkan.
- Buatlah tulisan-tulisan yang memuji dan meninggikan para mujahidin dan dipublish di media-media.
- Boikotlah produk-produk musuh.
- Doakan para musuh agar hancur dan binasa.
Minggu, 05 Agustus 2012
Nuzulul Qur'an bukan tanggal 17 Romadhon Kawan!!!
Aku co-past in dari tweet n status fb ku nich...
1. Di msjd2 sktr rmh,malem ni org2 pada memperingati nuzulul Quran.mana tho sumber yg blg klo nuzulul quran itu malam 17rmdn? #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
2. coba deh bc terjemah surat Al-Qodr.disitu ditulis klo AlQuran diturunkan dmalam qadar #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
3. Apa itu malam qodar? Yaitu malam kemuliaan yg lbh baik dr 1000 bln #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
4. Kpn trjd malam qodar? Wallohu a'lam. Rosulululloh cuma ksih qt clue klo mlm itu ada di 10hr trakhr rmdn,trutama dmlm ganjil #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
5. So,nuzulul Quran itu bkn malam 17rmdn kawan... #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
1. Di msjd2 sktr rmh,malem ni org2 pada memperingati nuzulul Quran.mana tho sumber yg blg klo nuzulul quran itu malam 17rmdn? #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
2. coba deh bc terjemah surat Al-Qodr.disitu ditulis klo AlQuran diturunkan dmalam qadar #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
3. Apa itu malam qodar? Yaitu malam kemuliaan yg lbh baik dr 1000 bln #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
4. Kpn trjd malam qodar? Wallohu a'lam. Rosulululloh cuma ksih qt clue klo mlm itu ada di 10hr trakhr rmdn,trutama dmlm ganjil #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
5. So,nuzulul Quran itu bkn malam 17rmdn kawan... #nuzululquran -- Himmah Aliyah (@himmah_aliyah)
Published with Blogger-droid v2.0.1
Jumat, 28 Oktober 2011
One Day One Juz
Semangat baca Al-Qur'an saat bulan romadhon dan di luar romadhon sungguh jauh berbeda. Kalo romadhon bisa sebulan khatam 1 atau 2 kali, di luar romadhon khatam sekali butuh waktu berbulan-bulan. Sekedar berbagi tips supaya istiqomah dalam tilawah Al-Qur'an. Caranya sangat mudah dan ringan. Bacalah satu lembar Al-Qur'an tiap selesai sholat fardhu.
- 1 lembar tiap selesai solat
- 5 lembar sehari
- 1 juz 2 hari
- 15 juz sebulan
- 30 juz 2 bulan
- 6 kali khatam dalam setahun
Senin, 29 Agustus 2011
Masih Menunggu Keputusan 1 Syawal
Lagi-lagi ada 2 hari pelaksanaan Idul Fitri tahun ini. Eh, kayaknya malah lebih dari 2, tadi di tivi katanya ada pengikut tarekat yang udah sholat 'Id, hhmm.... Hingga aku tulis postingan ini belum ada keputusan kapan 1 Syawal, walaupun keluarga udah manteb Idul Fitri besok karena ngikutin keputusan dari PP Muhammadiyah. Sejak bada ashar sms masuk dari adek-adek 'n temen-temen tanya kapan 1 Syawalnya. Haduh...sabar ya...belum ada keputusan. Kalau malam ini hilal terlihat, besok kita lebaran, tapi kalo gak terlihat shoum kita genapkan 30 hari. “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya, dan jika tertutup mendung maka genapkanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari).
Kalo mau pake rukyatul hilal kudu ribut dulu sama orang rumah...hhmm...Kalo udah ada pemimpin yang menyatukan umat Islam kan gak ribet gini ya.
Kawan, met Idul Fitri ya...taqobbalalloh minna wa minkum, moga Alloh menerima ibadah kita, shoum kita, sholat kita. Moga kita dipertemukan dengan romadon taun depan. Moga ba'da romadon kita bisa tetep istiqomah dengan amal yaumi kita. Oya, yang mau mudik, met mudik aja, be careful on the way, moga selalu dalam lindungan Alloh.
Senin, 15 Agustus 2011
Sudahkah Kita Sertakan Hati di Setiap Sholat Kita?
Rabbighfirlii
warhamnii
wajburnii
warfa’nii
wahdinii
wa’afinii
warzuqnii
------------------------------
Ya Allah ampunilah aku
kasihanilah aku
cukupkanlah aku
angkatlah derajatku
berilah aku petunjuk
jadikanlah aku sehat
dan berilah rizki.
(HR Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Rabu, 10 Agustus 2011
Penentuan Waktu Sholat Apa Juga Kudu Pake Rukyah?
Selasa, 09 Agustus 2011
Berdoakah Kau Saat Sakit??
Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang
Apa kamu pernah baca doa ini? Kalo kamu udah khatam Al-Qur'an pasti udah pernah baca doa ini. Doa ini adalah penggalan Q.S. Al-Anbiya ayat 83. Kemaren waktu aku tilawah sampai pada ayat ini, aku ingin posting doa ini di blog supaya temen-temen bisa ikut baca. Kadang kita lupa atau malah gak tau gimana doa yang kudu kita baca saat kita sakit. Potongan ayat ini adalah doa yang pas banget dibaca saat kita diuji oleh Alloh dengan rasa sakit. Semoga Alloh memberikan kita kesehatan dan kalopun kita diuji dengan penyakit semoga kita termasuk orang yang bersabar sehingga rasa sakit tersebut akan menggugurkan dosa.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Di Jaman Sahabat Orang yang Kekuranganpun Ingin Bersedekah, Sekarang???
Rosululloh mengatakan bahwa generasi terbaik adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Gimana gak menjadi generasi terbaik, kalo yang mentarbiyah aja insan terbaik sejagad raya ini, yaitu Rosululloh. Walaupun sahabat juga tak lepas dari kesalahan dan kekurangan, karena memang mereka bukanlah orang yang ma'sum, namun kelebihan mereka jauh lebih banyak dibanding kekurangannya. Mereka adalah generasi yang mendapat lisensi sebagai generasi "TERBAIK" dari Rosululloh. Saking cintanya pada Al-Qur'an, mereka sampai dijuluki generasi "Al-Qur'an berjalan". Mereka senantiasa membaca, menghafal dan mengamalkannya bahkan mereka menjadi salah satu sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an.
Kualitas kita jauh dengan kualitas para sahabat. Tapi bukan berarti kita gak bisa meneladani mereka. Beberapa hari yang lalu aku mendengar kisah di sebuah radio islam streaming tentang keteladanan para sahabat dalam hal sedekah. Ketika Rosululloh menyampaikan tentang pentingnya bersedekah, maka mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang paling banyak sedekahnya. Sahabat Umar menyedekahkan separuh hartanya. Tapi beliau dikalahkan oleh sahabat Abu Bakar dalam hal sedekah karena Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya. Ada seorang sahabat yang secara ekonomi beliau memang berkekurangan. Tetapi beliau sangat ingin mendapat keutamaan dari sedekah yang beliau berikan. Karena beliau hanya memiliki sebutir kurma, maka sebutir kurma itulah yang beliau sedekahkan.
Ketika sedekah-sedekah itu dikumpulkan, ternyata Rosululloh menemukan ada sedekah yang berisi sebutir kurma. Maka Rosululloh bertanya pada para Sahabat, "adakah diantara kalian yang bersedekah sebutir kurma?". Sahabat tadi ketakutan sekali karena khawatir sedekahnya tidak diterima. Maka turunlah Q.S. Az-Zalzalah ayat 7 "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya". Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ketika turun surat Al Insaan ayat 8, kaum Muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit tidak akan memperoleh pahala dan menganggap pula bahwa orang yang berbuat dosa kecil seperti berbohong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercela serta menganggap bahwa ancaman api nereka dari Allah disediakan bagi orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah Surat Az-zalzalah ayat 7-8 yang menyebutkan bahwa kebaikan dan keburukan sedikit apapun akan mendapat balasan.
Saat ini masihkah ada orang-orang yang seperti sahabat dalam hal sedekah yang walaupun berkekurangan tetap ingin bersedakah? Kalo kita lihat di sekitar kita, masih banyak orang yang mampu tapi masih enggan bersedekah bahkan ketika ada kesempatan untuk disantuni mereka akan mengajukan diri dengan senang hati. MasyaAlloh...semoga Alloh menjauhkan kita dari sifat suka meminta-minta dan menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa bersedekah saat lapang maupun sempit. Di bulan romadhon ini, yuk perbanyak sedekah. Kita contoh Rosululloh, beliau adalah seorang yang dermawan dan beliau itu paling dermawan di saat bulan romadhon.
Jumat, 05 Agustus 2011
Setan Dibelenggu tapi Maksiat Tetep Maju
Aku gak jadi tegur mereka, padahal rasanya pengen banget tak suruh pergi mereka berdua kalo di masjid cuma buat berdua-dua gitu. Setelah aku tatap dengan tatapan aneh, mereka gak merasa risih, tetep aja ketawa-ketawi dan pegang-pegangan. Aku ambil mukena trus sholat tahiyatul masjid sekitar 2 meter dari tempat mereka berbaring. Seusai aku sholat, mereka masih saja seperti itu. Aku tilawah hampir sekitar 15 menitan, mereka tetap saja gak pergi-perti. Lha kok menjelang adzan ashar bukannya ambil air wudhu terus sholat berjamaah, malah mereka pergi. Astaghfirulloh...oleh mereka masjid gak buat tempat ibadah tapi malah buat berdua-duaan.
Terlepas dari kejadian tadi siang, kita sering mendengar kalo bulan romadhon setan itu diikat atau dibelenggu. Tapi kok tetep aja ya banyak manusia yang berbuat maksiat. Tetep aja ada berita kriminal di program berita tivi atau surat kabar. Ada beberapa penjelasan tentang itu di buku "tanya jawab ringan & aktual seputar puasa" karya Ust. Zain Annajah. Kemaksiatan yang terjadi di bulan romadhon karena 2 kemungkinan:
Minggu, 03 Juli 2011
Let's Countdown Ramadhan Month 1432 H
Jumat, 01 Juli 2011
Apa Hanya Karena Tak Cantik?
Tiap akhwat punya kisah yang berbeda dalam proses nikahnya. Ada yang sekali jadi, tapi ada yang 5 kali tapi masih saja gagal, masyaAlloh....[sabar ya ukh..., semoga Alloh memudahkan urusanmu]. Ada yang sebulan langsung nikah, tapi ada yang berlarut-larut hingga hitungan bulan bahkan sampai setahun proses baru nikah. Ada yang orang tua mudah dipahamkan dan dikondisikan, tapi ada juga yang sulitnya minta ampun dikondisikan. Cerita-cerita tadi aku lihat maupun dengar dari teman-temanku yang sudah melalui proses tersebut.
Gagalnya seorang akhwat dalam proses nikahnya ada banyak sebab. Ada yang karena hambatan dari pihak keluarga, ada yang karena tidak sesuai kriteria, ada yang [mungkin] karena perbedaan prinsip dalam suatu hal, ada yang karena beda latar belakang pendidikan dan menurutku yang paling menyedihkan adalah ada yang gagal proses hanya karena faktor fisik. Aku mendengar cerita gak hanya dari satu atau dua orang saja tentang gagalnya proses nikah seorang akhwat hanya karena si ikhwan merasa bahwa si akhwat kurang cantik atau karena fotonya berbeda dengan aslinya. Ada juga ikhwan yang beberapa kali menolak diproses karena tau akhwatnya tidak cantik. Ada lagi ikhwan yang demi menuruti permintaan ortunya yang pengin menantu cantik sampai tega menolak akhwat yang sholih. Astaghfirulloh....apakah memang seperti itu? atau itu hanya kasuistik saja. Itu tadi cerita yang gagal proses hanya karena si akhwat tidak cantik. Ada juga yang proses begitu lancar dan si ikhwan begitu mantapnya karena sudah tau kalo si akhwat cantik, baik dengan pernah sekilas melihat karena mungkin pernah berinteraksi dalam sebuah organisasi/kepanitiaan, atau melihat melalui facebooknya atau lewat mana aku gak tau.
Cerita-cerita itu bukan cerita fiktif, itu real terjadi di dunia ikhwan akhwat. Pernah seorang ustadzah bertutur kepadaku saat aku silaturahim ke rumahnya, "sedih rasanya ketika kita berusaha mengkondisikan dan menyiapkan akhwat dengan banyak hal sebelum proses nikahnya, tapi di satu sisi tidak begitu pada ikhwan", begitu tuturnya. Beliaupun bercerita, ketika ada ikhwan yang mau menikah, ikhwan tadi menemui suaminya untuk meminta nasihat [KPN=kuliah pra nikah] singkat sebelum menikah, suaminya yang tahu bagaimana si ikhwan tadi langsung membuka KPN itu dengan sebuah pertanyaan "kenapa antum mau menikah dengan akhwat itu? apa karena dia cantik?". Kenapa pertanyaan itu muncul dari seorang ustadz? Itu karena beliau sering menjumpai kasus ikhwan menolak akhwat hanya karena si akhwat tidak cantik. Sedihnya aku mendengar cerita ini.
Gagalnya seorang akhwat dalam proses nikahnya ada banyak sebab. Ada yang karena hambatan dari pihak keluarga, ada yang karena tidak sesuai kriteria, ada yang [mungkin] karena perbedaan prinsip dalam suatu hal, ada yang karena beda latar belakang pendidikan dan menurutku yang paling menyedihkan adalah ada yang gagal proses hanya karena faktor fisik. Aku mendengar cerita gak hanya dari satu atau dua orang saja tentang gagalnya proses nikah seorang akhwat hanya karena si ikhwan merasa bahwa si akhwat kurang cantik atau karena fotonya berbeda dengan aslinya. Ada juga ikhwan yang beberapa kali menolak diproses karena tau akhwatnya tidak cantik. Ada lagi ikhwan yang demi menuruti permintaan ortunya yang pengin menantu cantik sampai tega menolak akhwat yang sholih. Astaghfirulloh....apakah memang seperti itu? atau itu hanya kasuistik saja. Itu tadi cerita yang gagal proses hanya karena si akhwat tidak cantik. Ada juga yang proses begitu lancar dan si ikhwan begitu mantapnya karena sudah tau kalo si akhwat cantik, baik dengan pernah sekilas melihat karena mungkin pernah berinteraksi dalam sebuah organisasi/kepanitiaan, atau melihat melalui facebooknya atau lewat mana aku gak tau.
Cerita-cerita itu bukan cerita fiktif, itu real terjadi di dunia ikhwan akhwat. Pernah seorang ustadzah bertutur kepadaku saat aku silaturahim ke rumahnya, "sedih rasanya ketika kita berusaha mengkondisikan dan menyiapkan akhwat dengan banyak hal sebelum proses nikahnya, tapi di satu sisi tidak begitu pada ikhwan", begitu tuturnya. Beliaupun bercerita, ketika ada ikhwan yang mau menikah, ikhwan tadi menemui suaminya untuk meminta nasihat [KPN=kuliah pra nikah] singkat sebelum menikah, suaminya yang tahu bagaimana si ikhwan tadi langsung membuka KPN itu dengan sebuah pertanyaan "kenapa antum mau menikah dengan akhwat itu? apa karena dia cantik?". Kenapa pertanyaan itu muncul dari seorang ustadz? Itu karena beliau sering menjumpai kasus ikhwan menolak akhwat hanya karena si akhwat tidak cantik. Sedihnya aku mendengar cerita ini.
Kamis, 30 Juni 2011
Aqidah Salafus Shalih
Mbuka-buka lagi sebuah buku yang aku kopi bertahun-tahun yang lalu dan udah tampak kucel sekali covernya. Kalo baca ini kudu dalam kondisi moodnya bagus, soalnya pembahasannya serius. Ada satu bab yang dibahas di buku ini tentang aqidah, yang sebelumnya didahului pembahasan tentang ghoyah. Kalo ibarat ghoyah itu kiblatnya, aqidah itu ibarat pendorong dari dalam yang menggerakkan ke kiblat tersebut. Kalo aqidahnya lemah maka semakin susah menuju ke tujuan itu, bahkan mungkin tidak akan mampu dan terjatuh saat akan meraih tujuan itu (na'udzubillah).
Aqidah terkait dengan keyakinan yang gak cuma dari hati tapi juga tampak dalam bentuk amalan. Makanya banyak ayat yang menjelaskan bahwa aqidah harus disertai amalan. Coba cek surat Al-Bayyinah ayat 7 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". Cek juga surat Al-Kahfi ayat 88 "Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan...". Dan masih banyak ayat yang lainnya yang menghubungkan antara aqidah dan amalan.
Siapa yang harus kita teladani dalam hal aqidah? Ya siapa lagi kalo bukan para salafus shalih. Kalo gak tau siapa salafus shalih, buka aja postingan ini. Aqidah menjadi faktor penentu dalam pembentukan generasi salafus shalih. Banyak kisah yang menunujukkan bagaimana kokohnya aqidah mereka. Begitu jauhnya dengan kondisi kita saat ini. Mereka memegang kokoh aqidahnya saat senang maupun susah, saat siang menunggangi kuda perangnya maupun saat malam bersepi-sepi bersama Robb-nya. Karena kokohnya aqidah itulah yang menjadikan mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya keimanan dan menjadi sebaik-baik generasi dalam waktu sesingkat itu.
Selasa, 21 Juni 2011
Wanita Sholat Berjama'ah di Masjid
Beda pendapat antara anak sama orang tua pasti kerap kali terjadi. Baik perbedaan dalam hal sepela maupun hal yang prinsip. Begitu pun aku, juga kerap menjumpai perbedaan pendapat dengan ortu. Kebetulan aku tipe anak yang gak suka berdebat sama orang tua. Aku gak suka, karena adanya beda pendapat yang bisa menimbulkan perdebatan itu bikin suasana di rumah jadi gak nyaman. Secara, di rumah cuma bertiga. Kalau ada dua saja yang lagi "panas" pasti rumah sunyi senyap. Prinsipku selama perbedaan itu bukan dalam hal prinsip dan masih bisa ditolerir aku lebih memilih untuk diam dengan pendapatku asal ortu tidak memaksakan pendapatnya padaku. Pernah seorang ustadz bilang "selama kepentingan orang tua dan syariat bisa dikompromikan maka gak usah dibentur-benturkan". Kalo beneran kebentur kan malah sakit, he...emang kebentur [kejedot] pintu.
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Sabtu, 14 Mei 2011
Singkat tapi Semoga Menjadi Penguat
Kalimat yang singkat tapi semoga bisa menjadi penguat disaat kita tidak semangat, lemah, futur dan terpuruk. Selama ini ketika aku ditanya, untuk apa kamu berdakwah? Untuk apa kamu berlelah-lelah? Untuk apa kamu mengorbankan harta, jiwa, pikiran dan tenaga (walaupun baru sedikiiiit sekali)? Pasti akan kujawab untuk Islam, untuk menegakkan agama Alloh dan untuk memenangkan Islam. Dari jawaban itu seolah-olah, Islam lah yang membutuhkan kita agar tegak di bumi ini. Padahal, Alloh tidak membutuhkan kita untuk menegakkan Islam. Sangat mudah bagi Alloh untuk menegakkannya. Tapi justru kita lah yang membutuhkan Alloh. Kita yang butuh dakwah. Kita yang butuh untuk iqomatuddin. Kita yang butuh berlelah-lelah, bersusah payah dan berkorban. Untuk apa kita butuh itu semua? Kita membutuhkan itu semua agar Alloh senantiasa menguatkan kita untuk berpegang teguh pada prinsip kita, yang dengan prinsip yang kita pegang erat itu, Alloh akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Wallohu a'lam bis showab
Sabtu, 07 Mei 2011
Meneladani Da'wah dan Perjuangan Rosulululloh dan Salafus Shalih
Judul di atas adalah tema sebuah tabligh akbar sekitar sebulan yang lalu (kalo gak salah tanggal 17 April 2011), yang disampaikan oleh seorang ustadz di Masjid Gelora Indah, Purwokerto. Walaupun udah sebulan yang lalu disampaikan, yang namanya ilmu gak akan basi. Aku share di blog ini supaya yang lain juga bisa ikutan belajar. Yang mau rekamannya, monggo di download di sini . Tapi afwan, sepertinya gak full, karena human error, he....
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
- Kemurnian tauhid
- Wala' yang benar terhadap tauhid dan ahlu tauhid
- Baro yang benar terhadap kesyirikan dan ahlu syirik
Selasa, 29 Maret 2011
Dari Mad'u Aku Belajar Banyak Hal
Mengingat sebuah materi halaqoh yang disampaikan oleh murobbiyahku saat aku masih SMA dulu, katanya seorang murobbi itu harus punya 1000 karakter. Katanya lagi, seorang murobbi harus bisa servicing by heart. Apa yang murobbiyahku sampaikan lebih dari lima tahun yang lalu, betul-betul aku renungi saat ini. Subhanallah...gak mudah ternyata menjadi kakak buat adek-adekku tercinta. Apalagi aku yang notabene anak bungsu dengan karakter yang cuek, gak peka, kurang sensitif dan sering menganggap suatu masalah itu sepele padahal gak sepele.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Senin, 28 Maret 2011
Mengapa Harus Manhaj Salaf ???
Sudah tiga episode masih menyampaikan tentang manhaj salaf. Buat bekal untuk adek-adekku tercinta agar semakin mantap melangkah di atas manhaj yang haq. Supaya bermanfaat juga untuk yang lain, gak ada salahnya aku posting di sini, sekaligus mengamalkan surat al-'asr, untuk selalu tawashoubil haq.
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
- Sisi qudwah (keteladanan), mereka yaitu tiga generasi pertama dan terbaik dalam Islam. Siapa lagi kalau bukan sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in.
- Sisi manhaj (metode), mereka tidak terbatas pada tiga generasi awal, namun juga termasuk setiap muslim yang mengikuti manhaj mereka hingga yaumul qiyamah. Setiap orang yang iltizam dengan manhaj salaf maka mereka adalah pengikut salaf. Namun perlu diingat bahwa mengikuti salaf tidak cukup dengan menyebut dirinya "salafy", namun harus dibuktikan dengan amalan.
Langganan:
Postingan (Atom)













