Barang-barang yang paling nampak berantakan di kamarku yaitu buku. Padahal udah ada rak buku lumayan gede yang bisa nampung semua buku, tapi tetep aja berantakan. Emang dasar males bersih2 dan rapih2. Mood untuk merapikan kamar jarang banget muncul. Munculnya cuma kalau mau ada temen yang mabit, hehehe...
Barusan buka2 file picture di laptop, eh nemu gambar rak buku unik. Rak buku ini aslinya ada di rumah Sanggojae. Tau kan rumah Sanggojae? Rumahnya Kae in di serial drama Personal Taste. Desain rak bukunya unik, simple dan colorfull. Kalau mau buat sendiri di rumah untuk mempercantik ruang baca atau kamar sepertinya mudah. Bahan dan alat yang harus disiapkan diantaranya papan, cat kayu warna-warni, kuas, paku, palu. Cara mbuatnya terserah kalian aja, sesuai kreatifitas dan imajinasi kalian. Selain untuk tempat buku, rak ini juga bisa untuk tempat CD, kaset atau pernak-pernak yang lain. Yang mau coba, silakan coba...Kalau gak mau ribet bikin sendiri, minta tolong aja sama tukang kayu di sekitar rumah kalian. Met mempercantik ruang baca kalian dengan rak buku yang desainnya unik ini
Tingginya Kesungguhan Seorang Perempuan yang Sangat Ingin Menggapai Ridlo Rabb-nya
Selasa, 30 November 2010
Jumat, 26 November 2010
Tertarik Juga Belajar Photoshop
Siapa sich yang gak kenal sama yang namanya photoshop (bukan sotosop lho...). Software untuk ngedit gambar dan bikin efek-efek pada gambar sehingga gambarnya jadi lebih menarik dari gambar aslinya. Yang jerawatan jadi mulus wajahnya, yang item jadi putih. Itu salah satu contoh paling simpel dari photoshop yang baru aku coba2 lewat tutorial tapi belum bisa-bisa (payah banget...). Kemaren, berawal dari kepepet disuruh mamah, aku jadi buka program photoshop di laptop. Pagi-pagi disuruh mamah cetak foto. Adanya File foto berwarna tapi kata mamah "ini dicetak hitam putih ya, tar siang kudu jadi".
Orang awam begini ngubah foto warna jadi hitam putih aja gak ngerti. Pertama aku coba edit pake microsoft office picture manager. Hasilnya, kagak bisa. Trus inget masku kayaknya dulu pernah nyimpen software photoshop di laptopku (eh, laptop mamah denk...belum mampu beli laptop sendiri,he...). Ku sms dia dimana dia simpen file itu, untungnya masih ada. Berbekal software portable photoshop masku yang masih tersimpan di laptopku, aku coba utak-utik dan gak bisa-bisa juga (kasian...). Akhirnya kubuka google dan kutulis keyword "edit foto warna menjadi hitam putih". Satu hasil pencarian yang kuanggap paling cocok dengan yang aku maksud langsung aku klik dan aku baca, dan ternyata untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih sangat sangat sangalah mudah....haduw....betapa katroknya aku, ternyata cukup klik file --> open, trus pencet shift+ctrl+U secara bersamaan. Gak nyampe 5 detik, taraaaaa......jadi deh. Ini nih hasilnya (ih, gitu aja dibanggain...he...)
Orang awam begini ngubah foto warna jadi hitam putih aja gak ngerti. Pertama aku coba edit pake microsoft office picture manager. Hasilnya, kagak bisa. Trus inget masku kayaknya dulu pernah nyimpen software photoshop di laptopku (eh, laptop mamah denk...belum mampu beli laptop sendiri,he...). Ku sms dia dimana dia simpen file itu, untungnya masih ada. Berbekal software portable photoshop masku yang masih tersimpan di laptopku, aku coba utak-utik dan gak bisa-bisa juga (kasian...). Akhirnya kubuka google dan kutulis keyword "edit foto warna menjadi hitam putih". Satu hasil pencarian yang kuanggap paling cocok dengan yang aku maksud langsung aku klik dan aku baca, dan ternyata untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih sangat sangat sangalah mudah....haduw....betapa katroknya aku, ternyata cukup klik file --> open, trus pencet shift+ctrl+U secara bersamaan. Gak nyampe 5 detik, taraaaaa......jadi deh. Ini nih hasilnya (ih, gitu aja dibanggain...he...)
Rabu, 24 November 2010
Iradah yang Lurus
Sebuah ayat dan sebuah perkataan ulama yang bisa kita jadikan sebagai bahan untuk kita bermuhasabah. Di usia kita saat ini yang entah berapa lama lagi Alloh beri sisa waktu untuk kita bernafas di dunia ini, sudahkan kita memiliki tujuan hidup yang jelas? Ketika ada seorang bertanya, "Apa sich tujuan hidupmu?". Apa jawaban yang akan kita lontarkan, teman?
Mari kita renungi surat Al-Isra ayat 19 berikut ini :
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik"
Dari firman Alloh di atas, sebagai seorang mukmin marilah kita merenung. Sudahkah kita menjadikan akhirat sebagai tujuan kita? Ketika sudah, sudahkah bersungguh untuk mendapatkannya?
Ketika kita sudah bermujahadah untuk menggapai kehidupan akhirat kita, insyaAlloh ada balasan yang baik yang telah Allah siapkan, yaitu jannah. Ketika saat ini kita merasa belum bersungguh-sungguh, insyaAlloh masih ada kesempatan untuk merevolusi diri. Saat urusan dunia begitu menyibukkan diri kita, ingatlah bahwa akhiratlah yang lebih utama. Sebuah perkataan ulama, yaitu Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata "Hendaklah semangat orang yang beriradah adalah mencari ridha Rabb-nya, persiapannya adalah untuk perjumpaan dengan-Nya, dan kesedihannya adalah karena waktu yang terlewatkan bukan dalam rangka mencari ridha-Nya."
Mari kita renungi surat Al-Isra ayat 19 berikut ini :
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik"
Dari firman Alloh di atas, sebagai seorang mukmin marilah kita merenung. Sudahkah kita menjadikan akhirat sebagai tujuan kita? Ketika sudah, sudahkah bersungguh untuk mendapatkannya?
Ketika kita sudah bermujahadah untuk menggapai kehidupan akhirat kita, insyaAlloh ada balasan yang baik yang telah Allah siapkan, yaitu jannah. Ketika saat ini kita merasa belum bersungguh-sungguh, insyaAlloh masih ada kesempatan untuk merevolusi diri. Saat urusan dunia begitu menyibukkan diri kita, ingatlah bahwa akhiratlah yang lebih utama. Sebuah perkataan ulama, yaitu Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata "Hendaklah semangat orang yang beriradah adalah mencari ridha Rabb-nya, persiapannya adalah untuk perjumpaan dengan-Nya, dan kesedihannya adalah karena waktu yang terlewatkan bukan dalam rangka mencari ridha-Nya."
Selasa, 23 November 2010
Hidayah Berawal dari Bi'ah Shalihah
Sebagai makhluk ciptaan Alloh, manusia tidak akan bisa hidup seorang diri. Nabi Adam a.s. saja sebagai manusia perdana yang Alloh ciptakan juga tak bisa hidup sendiri sehingga Alloh ciptakan seorang wanita dari tulang rusuk Adam, yaitu Hawa. Dalam kehidupan saat ini pun kita senantiasa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Keluarga, saudara, tetangga, teman di sekolah atau kampus, teman di kantor atau tempat kerja, teman di organisasi masyarakat maupun organisasi dakwah. Orang-orang yang ada di sekitar kita sedikit atau banyak pasti akan berpengaruh terhadap diri kita. Baik pengaruh postif maupun negatif.
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir.” (HR. Bukhari No.2101 dan Muslim No.6653)
Besarnya pengaruh lingkungan (orang-orang di sekitar kita) terhadap pembentukan pribadi seseorang, mengharuskan kita mencari dan terus mencari bi'ah (lingkungan) yang kondusif. Bi'ah shalilah adalah faktor terpenting dalam perjalanan hidupku. Kutemukan itu sejak awal SMA. Subhanallah...indahnya ketika kukenang masa-masa itu. Teman-teman terbaik yang pernah kumiliki. Sedih, senang, menangis, tertawa riang bersama. Kita disatukan dalam sebuah wadah ROHani ISlam SMA N 1 Purwokerto. Satu kata-kata indah yang akan selalu kuingat yang menjadi kutipan favorit kita saat itu "Eratkan ukhuwah, satukan langkah, menuju kejayaan Islam".
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir.” (HR. Bukhari No.2101 dan Muslim No.6653)
Besarnya pengaruh lingkungan (orang-orang di sekitar kita) terhadap pembentukan pribadi seseorang, mengharuskan kita mencari dan terus mencari bi'ah (lingkungan) yang kondusif. Bi'ah shalilah adalah faktor terpenting dalam perjalanan hidupku. Kutemukan itu sejak awal SMA. Subhanallah...indahnya ketika kukenang masa-masa itu. Teman-teman terbaik yang pernah kumiliki. Sedih, senang, menangis, tertawa riang bersama. Kita disatukan dalam sebuah wadah ROHani ISlam SMA N 1 Purwokerto. Satu kata-kata indah yang akan selalu kuingat yang menjadi kutipan favorit kita saat itu "Eratkan ukhuwah, satukan langkah, menuju kejayaan Islam".
Senin, 22 November 2010
Menghitung Jumlah Stomata dengan Metode Replika atau Cetakan
![]() |
| umbi bawang merah |
| bunga bawang merah |
Jumat, 19 November 2010
Bingung Pilih Warna Cat Rumah?
| Baiti Jannati |
Beef Steak ala Mama
Hampir di semua meja makan di setiap rumah 3 hari terakhir pasti terhidangkan menu daging sapi or kambing. Termasuk di meja makan rumahku. Kalau Idul Adha biasanya, daging di rumah cuma dimasak rendang, semur atau sate goreng, Idul Adha kali ini ada menu baru di rumah "Beef Steak ala Mama". Mama yang sebelumnya belum pernah masak beef steak, dengan berbekal resep hasil browsingku dan nanya tetangga depan rumah, nekad deh nyoba resep itu, so pasti dengan sedikit sentuhan tanganku hasilnya tidak mengecewakan, walaupun katanya terlalu manis dan terlalu asin.
Ini nih bahan dan cara masak resep di istana kami "Beeef Steak ala Mama"
Bahan :
Ini nih bahan dan cara masak resep di istana kami "Beeef Steak ala Mama"
Bahan :
- Daging sapi diiris lebar dan tipis
- Bawang merah
- Bawang putih
- Bawang bombay
- Tomat
- Mentega
- Merica
- Garam
- Gula merah
- Kecap manis
- Daun salam dan lengkuas
- Telur ayam
Kamis, 18 November 2010
The Karate Kid
![]() |
| Dre and Mr Han |
Udah lama gak ke warnet, tadi siang karena butuh download dan koneksi internet di rumah "LOading LAmbat" akhirnya ke warnet juga dech. Ke warnet langganan jaman dulu pas di rumah belum ada internet. Boros juga nih kalo harus ke warnet terus, gak sampe 2 jam di warnet keluar duit hampir 10 ribu.
Buka-buka "folder film" di drive D komputer warnet, nemu buanyak banget film. Dari sekian banyak film, aku save 2 film. Yang pertama film yang aku dah lama cari, Karate Kid. Yang kedua film yang udah sering diputer di stasiun tivi kalo pas libur hari besar Islam, Children of Heaven. Barusan aku nonton Karate Kid, gak nyesel pokoknya. Walaupun ceritanya mudah ditebak tapi menurutku menarik untuk ditonton.
Dre Parker, yang diperankan oleh Jaden Smith, seorang anak usia 12 tahun yang harus mengikuti ibunya, Mrs. Parker pindah dari Detroit (sebuah kota di USA) ke China. Dia sangat benci harus tinggal di Cina. Tempat yang sangat asing baginya. Dia tampak paling aneh di antara teman-teman barunya di sekolah, karena warna kulitnya yang hitam dan rambut gimbalnya yang dikepang. Model rambut Jaden Smith di Karate Kid sedikit berbeda dengan model rambutnya saat berperan di film The Day The Earth Stood Still yang dibiarkan terurai tanpa dikepang.
Senin, 15 November 2010
Mau Sholat Idul Adha Selasa atau Rabu?
![]() |
| Happy Eid-ul Adha |
Sedangkan yang lebaran hari Rabu ngikut madzhab ikhtilaful matholi' (rukyat lokal). Artinya tiap daerah menentukan sendiri kapan tanggal 1 Dzulhijjah dengan melihat hilal sehingga tiap daerah mungkin saja berbeda-beda. Mungkin di suatu daerah hilal sudah terlihat jelas sehingga esoknya masuk bulan berikutnya (Dzulhijah), mungkin juga di daerah lain hilal tidak terlihat sehingga digenapkan 30 hari. Nah kebetulan bulan Dzulqaidah tahun ini di Indonesia digenapkan 30 hari, jadi umat Islam Indonesia yang pakai madzhab ikhtilaful matholi', Idul Adhanya hari Rabu.
Mau shoum Arafah hari Senin or Selasa. Mau sholat Idul Adha hari Selasa or Rabu, monggo saja...masing-masing ada hujahnya. Itu adalah ikhtilaf yang diperbolehkan. Asalkan jangan shoum Arafah hari Senin tapi Idul Adhanya hari Rabu. So, Met Idul Adha teman...Wish you and your family a very happy Idul Adha.
Kamis, 11 November 2010
Kamis, 04 November 2010
Dan Purwokerto pun Gerimis Abunya Merapi
Selepas sholat magrib sore kemarin, aku dan adek-adek tercintaku janjian ketemuan di salah satu kos adekku. Kami biasa ketemuan untuk saling berbagi tausiyah dan saling mengingatkan dan memotivasi. Sore kemarin aku menuju tempat kos yang telah kami sepakati menjelang maghrib sekitar setengah enam. Cuaca sore itu cerah dan tidak hujan, padahal biasanya kalau sore hujan. Setelah solat magrib berjamaah, sambil menunggu yang belum datang kami ngobrol-ngobrol. Salah satu topik yang kami obrolkan adalah merapi. Kami saling bercerita keluarga kami yang di Jogja. Keluargaku yang di Bantul alhamdulillah jauh dari Merapi dan baik-baik saja. Pak Lek saat letusan yang pertama telfon dan katanya hawanya panas dan kena hujan abu. Ternyata keluarga adek-adekku tercinta juga ada yang di Jogja. Ada yang eyangnya di Sleman dan sempet ngungsi. Ada yang masnya di radius 20 km dari Merapi tapi alhamdulillah baik-baik saja. Aku sempet cerita ke mereka "dulu pas mba masih SD pernah hujan abu lho karena Merapi meletus". Karena personil sudah lengkap kami hentikan obrolan dan kami mulai acara kami.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Waktu 2,5 jam terasa sangat pendek. Karena sudah larut kami mencukupkan agenda kami hari ini, walaupun masih ada yang saling murojaah hafalan. Salah satu diantara kami beranjak ke teras kosan. Sesaat dia berada di teras, dia berteriak-teriak "mba...mba...sini cepetan". Aku kira dia jatuh atau kenapa, ternyata motor kami yang kami parkir di luar kosan sudah tertutup abu. Abu siapa lagi kalau bukan abunya Merapi. Subhnallah, dan Purwokerto pun gerimis abunya Merapi. Apa yang kami obrolin baru saja tentang hujan abu yang pernah terjadi saat aku masih SD ternyata malam ini kami merasakannya.
Subhanallah, abunya Merapi bisa terbawa sang angin dari Jogja ke Purwokerto yang jaraknya ratusan kilometer. Menjadi satu bahan untuk kita renungkan, Alloh tidak hanya menegur orang-orang Jogja, Sleman, Boyolali, Klaten dan sekitarnya. Tapi, kami yang di Purwokerto pun ditegur oleh Alloh. Pada zaman Rosululloh juga pernah terjadi musibah gempa bumi, saat itu Rosululloh meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan beliau berkata "Tenanglah...belum datang saatnya bagimu". Lalu Rosul menoleh ke arah sabahat dan berkata "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian...maka jawablah (buatlah Allah ridlo kepada kalian)".
Teman, sama-sama kita bermuhasabah. Ini teguran Alloh untuk kita. Dosa dan maksiat apa yang telah kita perbuat sehingga Alloh menegur kita. Mari kita beristighfar, mohon ampun dan bertaubatlah kepada Alloh. Tinggalkan dosa dan maksiat yang selama ini masih kita lakukan. Alloh berfirman dalam Q.S. Al-A'la:14-15, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang." Teman, mari kita panjatkan doa yang pernah nabi Adam panjatkan kepada Alloh yang tertuang dalam Q.S. Al-A'raf:23, "Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Waktu 2,5 jam terasa sangat pendek. Karena sudah larut kami mencukupkan agenda kami hari ini, walaupun masih ada yang saling murojaah hafalan. Salah satu diantara kami beranjak ke teras kosan. Sesaat dia berada di teras, dia berteriak-teriak "mba...mba...sini cepetan". Aku kira dia jatuh atau kenapa, ternyata motor kami yang kami parkir di luar kosan sudah tertutup abu. Abu siapa lagi kalau bukan abunya Merapi. Subhnallah, dan Purwokerto pun gerimis abunya Merapi. Apa yang kami obrolin baru saja tentang hujan abu yang pernah terjadi saat aku masih SD ternyata malam ini kami merasakannya.
Subhanallah, abunya Merapi bisa terbawa sang angin dari Jogja ke Purwokerto yang jaraknya ratusan kilometer. Menjadi satu bahan untuk kita renungkan, Alloh tidak hanya menegur orang-orang Jogja, Sleman, Boyolali, Klaten dan sekitarnya. Tapi, kami yang di Purwokerto pun ditegur oleh Alloh. Pada zaman Rosululloh juga pernah terjadi musibah gempa bumi, saat itu Rosululloh meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan beliau berkata "Tenanglah...belum datang saatnya bagimu". Lalu Rosul menoleh ke arah sabahat dan berkata "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian...maka jawablah (buatlah Allah ridlo kepada kalian)".
Teman, sama-sama kita bermuhasabah. Ini teguran Alloh untuk kita. Dosa dan maksiat apa yang telah kita perbuat sehingga Alloh menegur kita. Mari kita beristighfar, mohon ampun dan bertaubatlah kepada Alloh. Tinggalkan dosa dan maksiat yang selama ini masih kita lakukan. Alloh berfirman dalam Q.S. Al-A'la:14-15, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sembahyang." Teman, mari kita panjatkan doa yang pernah nabi Adam panjatkan kepada Alloh yang tertuang dalam Q.S. Al-A'raf:23, "Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
Rabu, 03 November 2010
Belajar karena Mengajar
Banyak alasan kenapa orang-orang mau belajar. Dari anak TK sampai anak kuliahan bahkan sampai bapak-bapak, ibu-ibu atau kakek-kakek dan nenek-nenek. Masing-masing punya alasan. Anak TK misalnya, mereka mau belajar baca dan ngitung karena mereka suka. baca dan hitung adalah sesuatu yang baru untuk mereka sehingga mereka antusias untuk lebih lancar lagi mbaca dan ngitung. Tapi ada juga anak-anak TK yang belajar calistung (baca tulis hitung) karena dipaksa mamanya. Itu yang tidak baik, belajar karena dipaksa.
Beda lagi sama anak SD, SMP dan SMA. Mereka belajar karena ingin dapet nilai bagus, naik kelas dan lulus ujian. Anak SMA tambah lagi motifnya. Mereka belajar karena punya cita-cita ngelanjutin kuliah di perguruan tinggi yang mereka impikan. Sedangkan anak kuliahan, mereka serius belajar demi IP tinggi sehingga bisa bisa dapet predikat cumlaude atau paling enggak IP nya diatas 3. Kata orang-orang kalau IP di atas 3, aman buat ngelamar kerja. Tapi menurutku enggak juga. Berapapun IP nya kalu dia ulet dan sungguh-sungguh, rizki Alloh pasti akan dia dapatkan. Yang udah nonton film 3 idiot pasti ngerti dech, untuk apa sich kita belajar. Belajar itu gak cuma demi nilai dan ijazah, ya tho?
Kalau belajar karena mengajar gimana donk? Mungkin ada yang menganggap itu positif tapi ada juga yang menganggap itu negatif. Ada yang punya pengalaman sama denganku? Salah satu motifku belajar karena aku harus mengajar. Sejak awal semester kemaren, aku ngajar di salah satu SMP IT Boarding School di kotaku. Walaupun background pendidikanku bukan bahasa Inggris, tapi karena aku suka dan ada kesempatan maka aku beranikan diri ngajar bahasa Inggris di sekolah itu. Sejak ngajar bahasa Inggris, aku semakin sering browsing materi, baca-baca buku, dengerin dan liat video atau film yang berbahasa Inggris. Porsi waktuku untuk belajar bahasa Inggris jadi nambah dan jadi tambah suka dengan bahasa Inggris. Selama 3 bulan ngajar, banyak hal-hal baru yang aku temukan yang sebelumnya aku belum tahu atau aku baru sedikit tahu. Pokoknya sejak aku ngajar bahasa Inggris aku jadi lebih banyak belajar. Nah, karena kudu nyelesein kuliah yang deadline-nya tinggal beberapa bulan ini, aku putuskan berhenti ngajar. Setelah berhenti ngajar, porsiku untuk belajar bahasa Inggris turun drastis. Ini yang gak bener, berhenti belajar karena sudah tidak ngajar.
Sebenernya tidak harus karena mengajar kita itu belajar. Kalau nunggu ngajar maka orang-orang yang tidak berkesempatan untuk ngajar dia akan malas terus untuk belajar. Tapi untuk tipe-tipe orang yang malas belajar, cara ini bisa dijadikan motivasi yang bagus untuk dia mau meningkatkan kemampuan diri. Kesannya seperti dipaksa, tapi menurutku itu suatu paksaan yang positif. Misalnya gini, ada orang yang cepat bosan kalau baca buku dan mudah sekali ngantuk. Satu buku tipis saja dibaca berulang-ulang gak selesai-selesai seminggu. Suatu saat dia dikasih amanah untuk ngisi ta'lim yang materinya diambil dari buku itu. Dia dikasih tau sehari sebelumnya. Dengan satu motivasi ngisi ta'lim, buku tipis itu yang seminggu lebih dibaca gak selesai-selesai, dalam satu malam bisa selesai bahkan dia punya resume-nya. Hhmm...ternyata motif belajar karena mengajar berlaku dalam kasus ini.
Jadi, tidak selalu belajar karena mengajar itu negatif. Justru bisa menjadi satu awalan untuk lebih semangat mendalami suatu hal. Tapi, jika kita hanya mau belajar karena dituntut harus menyampaikan, suatu saat ketika kita tidak ada tuntutan (amanah) untuk menyampaikan maka kita akan berhenti belajar. Belajarlah baik karena mengajar maupun tidak mengajar. Tidak akan ada ruginya walaupun kita belajar tanpa mengajar, minimal kita bisa amalkan untuk diri kita sendiri. Paksa diri kita untuk terus belajar dan belajar. Awalnya mungkin terpaksa, tapi ketika kita udah enjoy belajar aku yakin kesan terpaksa akan hilang sekejap. So, Never stop to learn.
Beda lagi sama anak SD, SMP dan SMA. Mereka belajar karena ingin dapet nilai bagus, naik kelas dan lulus ujian. Anak SMA tambah lagi motifnya. Mereka belajar karena punya cita-cita ngelanjutin kuliah di perguruan tinggi yang mereka impikan. Sedangkan anak kuliahan, mereka serius belajar demi IP tinggi sehingga bisa bisa dapet predikat cumlaude atau paling enggak IP nya diatas 3. Kata orang-orang kalau IP di atas 3, aman buat ngelamar kerja. Tapi menurutku enggak juga. Berapapun IP nya kalu dia ulet dan sungguh-sungguh, rizki Alloh pasti akan dia dapatkan. Yang udah nonton film 3 idiot pasti ngerti dech, untuk apa sich kita belajar. Belajar itu gak cuma demi nilai dan ijazah, ya tho?
Kalau belajar karena mengajar gimana donk? Mungkin ada yang menganggap itu positif tapi ada juga yang menganggap itu negatif. Ada yang punya pengalaman sama denganku? Salah satu motifku belajar karena aku harus mengajar. Sejak awal semester kemaren, aku ngajar di salah satu SMP IT Boarding School di kotaku. Walaupun background pendidikanku bukan bahasa Inggris, tapi karena aku suka dan ada kesempatan maka aku beranikan diri ngajar bahasa Inggris di sekolah itu. Sejak ngajar bahasa Inggris, aku semakin sering browsing materi, baca-baca buku, dengerin dan liat video atau film yang berbahasa Inggris. Porsi waktuku untuk belajar bahasa Inggris jadi nambah dan jadi tambah suka dengan bahasa Inggris. Selama 3 bulan ngajar, banyak hal-hal baru yang aku temukan yang sebelumnya aku belum tahu atau aku baru sedikit tahu. Pokoknya sejak aku ngajar bahasa Inggris aku jadi lebih banyak belajar. Nah, karena kudu nyelesein kuliah yang deadline-nya tinggal beberapa bulan ini, aku putuskan berhenti ngajar. Setelah berhenti ngajar, porsiku untuk belajar bahasa Inggris turun drastis. Ini yang gak bener, berhenti belajar karena sudah tidak ngajar.
Sebenernya tidak harus karena mengajar kita itu belajar. Kalau nunggu ngajar maka orang-orang yang tidak berkesempatan untuk ngajar dia akan malas terus untuk belajar. Tapi untuk tipe-tipe orang yang malas belajar, cara ini bisa dijadikan motivasi yang bagus untuk dia mau meningkatkan kemampuan diri. Kesannya seperti dipaksa, tapi menurutku itu suatu paksaan yang positif. Misalnya gini, ada orang yang cepat bosan kalau baca buku dan mudah sekali ngantuk. Satu buku tipis saja dibaca berulang-ulang gak selesai-selesai seminggu. Suatu saat dia dikasih amanah untuk ngisi ta'lim yang materinya diambil dari buku itu. Dia dikasih tau sehari sebelumnya. Dengan satu motivasi ngisi ta'lim, buku tipis itu yang seminggu lebih dibaca gak selesai-selesai, dalam satu malam bisa selesai bahkan dia punya resume-nya. Hhmm...ternyata motif belajar karena mengajar berlaku dalam kasus ini.
Jadi, tidak selalu belajar karena mengajar itu negatif. Justru bisa menjadi satu awalan untuk lebih semangat mendalami suatu hal. Tapi, jika kita hanya mau belajar karena dituntut harus menyampaikan, suatu saat ketika kita tidak ada tuntutan (amanah) untuk menyampaikan maka kita akan berhenti belajar. Belajarlah baik karena mengajar maupun tidak mengajar. Tidak akan ada ruginya walaupun kita belajar tanpa mengajar, minimal kita bisa amalkan untuk diri kita sendiri. Paksa diri kita untuk terus belajar dan belajar. Awalnya mungkin terpaksa, tapi ketika kita udah enjoy belajar aku yakin kesan terpaksa akan hilang sekejap. So, Never stop to learn.
Minggu, 31 Oktober 2010
Coklat Mete Special untuk Papa
Genap sebulan sudah papaku pensiun dari tugas mengajarnya di salah satu SMP favorit di kota kami. Alhamdulillah sejak pensiun beliau gak ngalamin sindrom pasca pensiun atau istilah kerennya post power syndrome. Malah beliau jadi tambah semangat beraktivitas. Jogging tiap pagi, solat fardhu selalu jamaah di masjid, shoum senin kamis ok, dateng ke majelis ta'lim juga semakin rajin. Alhamdulillah, Alloh masih memberikan beliau kesehatan. Semoga beliau selalu dalam lindungan Alloh. Amin...
Kemarin siang, aku main ke rumah temanku. Kami berteman sudah sejak SMA, udah hampir sepuluh tahun kami berteman. Papa dan Mama pun kenal dekat dengannya karena aku memang sering menceritakan teman-teman dekatku pada papa dan mama, teman-temanku pun sering silaturahim bahkan sampai mabit di rumahku. Aku kaget pas temanku sengaja bikin "coklat mete special" yang dibungkus di toples cantik dan katanya "it's special for your father" sebagai hadiah karena papa sudah pensiun.
Aku bawa "coklat mete special" itu ke rumah dan kuberikan pada papa. Katanya "wah enak, bilang makasih ya...besok-besok kalo bikin lagi supaya dikirim ke rumah lagi ya..." (kalo temenku baca pasti ge-er). Gak lama coklat itu pun habis oleh aku, papa dan mama. Ada-ada aja ya temenku yang satu ini, bisa aja bikin orang seneng, padahal aku aja gak kasih something special sejak papa pensiun. Ternyata satu perhatian kecil seperti ini bisa semakin mendekatkan ukhuwah antara keluarga kami dan temanku yang satu ini.
Untuk temanku, makasih ya udah kasih perhatian ke papa. Mudah-mudahan aku bisa melakukan hal yang sama untuk Ayah dan Ibumu. Oiya, pasti temanku masih inget dia masih punya hutang ke papaku (bukan utang duit lho...). Dulu waktu belum nikah, dia main ke rumah dan makan-makan di tempatku bareng temen-teman yang lain. Papa bilang ke temenku supaya kapan-kapan dateng lagi ke rumah dan ajarin aku masak. Hayo, kapan tuh mau ngajarin aku masak. Mumpung masih di pewete lho...
Untuk papa, walaupun aku gak kasih something special, hanya doa tulusku pada Alloh yang aku haturkan, semoga papa selalu dalam lindungan Alloh, bahagia dunia dan akhirat. Papa, ijinkan aku jadi putri yang bisa membahagiakan dan membanggakanmu. Love you pah...^_^
Kemarin siang, aku main ke rumah temanku. Kami berteman sudah sejak SMA, udah hampir sepuluh tahun kami berteman. Papa dan Mama pun kenal dekat dengannya karena aku memang sering menceritakan teman-teman dekatku pada papa dan mama, teman-temanku pun sering silaturahim bahkan sampai mabit di rumahku. Aku kaget pas temanku sengaja bikin "coklat mete special" yang dibungkus di toples cantik dan katanya "it's special for your father" sebagai hadiah karena papa sudah pensiun.
Aku bawa "coklat mete special" itu ke rumah dan kuberikan pada papa. Katanya "wah enak, bilang makasih ya...besok-besok kalo bikin lagi supaya dikirim ke rumah lagi ya..." (kalo temenku baca pasti ge-er). Gak lama coklat itu pun habis oleh aku, papa dan mama. Ada-ada aja ya temenku yang satu ini, bisa aja bikin orang seneng, padahal aku aja gak kasih something special sejak papa pensiun. Ternyata satu perhatian kecil seperti ini bisa semakin mendekatkan ukhuwah antara keluarga kami dan temanku yang satu ini.
Untuk temanku, makasih ya udah kasih perhatian ke papa. Mudah-mudahan aku bisa melakukan hal yang sama untuk Ayah dan Ibumu. Oiya, pasti temanku masih inget dia masih punya hutang ke papaku (bukan utang duit lho...). Dulu waktu belum nikah, dia main ke rumah dan makan-makan di tempatku bareng temen-teman yang lain. Papa bilang ke temenku supaya kapan-kapan dateng lagi ke rumah dan ajarin aku masak. Hayo, kapan tuh mau ngajarin aku masak. Mumpung masih di pewete lho...
Untuk papa, walaupun aku gak kasih something special, hanya doa tulusku pada Alloh yang aku haturkan, semoga papa selalu dalam lindungan Alloh, bahagia dunia dan akhirat. Papa, ijinkan aku jadi putri yang bisa membahagiakan dan membanggakanmu. Love you pah...^_^
Sambut Dzulhijjah Kok Gak Sesemangat Sambut Ramadhan ya???
Hari ini H-16 jelang Idul Adha tau 6 hari jelang bulan Dzulhijjah. Is there something special to face the day???
Kayaknya persiapan kita menyambut bulan Dzulhijjah atau Idul Adha gak sesemangat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ya? Kenapa gak semangat, karena kita gak tau keutamaan dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Padahal ada lho keutamaan dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Alloh lebih mencintai amal sholih yang kita lakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah daripada amal sholih kita di hari lain (tapi gak mengalahkan keutamaan dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan). Alhamdulillah tadi pagi dapat tausiyah dari seorang Ustadz tentang motivasi untuk meningkatkan amal sholih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Silakan disimak tausiyahnya...
Diawali dari sebuah hadits yang baru pernah kudengar (wah gak gaul banget, kemana aja selama ini??) yang berbunyi :
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ – قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ “وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi.” (HR. Bukhari)
Kayaknya persiapan kita menyambut bulan Dzulhijjah atau Idul Adha gak sesemangat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ya? Kenapa gak semangat, karena kita gak tau keutamaan dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Padahal ada lho keutamaan dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Alloh lebih mencintai amal sholih yang kita lakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah daripada amal sholih kita di hari lain (tapi gak mengalahkan keutamaan dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan). Alhamdulillah tadi pagi dapat tausiyah dari seorang Ustadz tentang motivasi untuk meningkatkan amal sholih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Silakan disimak tausiyahnya...
Diawali dari sebuah hadits yang baru pernah kudengar (wah gak gaul banget, kemana aja selama ini??) yang berbunyi :
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ – قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ “وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi.” (HR. Bukhari)
Jumat, 29 Oktober 2010
Apa Bekalmu Kawan?
Sudah menjadi agenda rutin tahunan SMA-SMA di Purwokerto (atau mungkin SMA di kota lain juga) adalah study tour ke pulau Dewata (tapi pas dulu aku sma gak ikutan...gak penting!!!)
Wah...anak2 yang mau ikut study tour hebohnya minta ampun...wong di sana paling cuma nginep dua malem, bekal yang dibawa minta ampun buanyaknya..
kita tengok bekal mereka :
1. Duit (kudu banyak, kalo gak banyak mending aq gak ikut...gitu bilangnya ke ortu)
2. Jajan
3. Pakaian dan kelengkapan pribadi
4. Obat2an
5. dll
Bekal2 itu kalo di kumpulin jadi satu gak muat deh satu koper
Wah...wah...ke Bali yang PP cuma 5 hari bawa bekel segitu buanyaknya...heran!!!
Coba dech sekarang renungkan yang ini
Kita hidup di dunia ibarat numpang minum sebentar dalam sebuah perjalanan panjang menuju suatu tempat yang abadi yaitu negri akhirat (jannah or naar, pasti pilih jannah kan??)
Dan inilah perjalanan manusia yang sungguh lebih panjang dibanding sekedar study tour ke pulau Dewata:
---kehidupan di dunia---
---kehidupan di alam barzah---
---dan kehidupan di akhirat----
Sudahkan kita menyiapkan bekal untuk perjalanan kita itu??? Karena setiap perjalanan pasti butuh bekal
Bekal yang bisa menyelamatkan diri kita sepanjang perjalanan yang mengantar kita pada tujuan tertinggi kita yaitu Ridlo Alloh Ta'ala
Ada 8 bekal yang kudu kita miliki supaya perjalanan kita lancar hingga meraih Ridlo-Nya
sudahkan kita memiliki ke8 bekal tersebut??
==>1. Takwa
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (Q.S. Ali Imron : 102)
==>2. Ilmu
...."Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (Q.S. Az-Zumar : 9)
Berilmulah sebelum beramal
==>3. Yakin
....Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ? (Q.S. An-Nisa 122)
Yakinlah akan janji Alloh dan perkataan Rosululloh
==>4. Tawakal
Tawakal merupaka buah dari keyakinan. saat tawakal hilang, akan hilang juga kehendak yang benar, kemauan yang kuat, keberanian yang gigih, dan akan tergantikan oleh rasa takut, ragu-ragu, lemah, putus asa. cintanya pada Alloh-pun akan hilang
==>5. Syukur
Saat Alloh menganugrahkan nikmat pada kita, sudahkah kita bersyukur dengan lisan, hati dan amal kita?
==>6. Sabar
Saat Alloh menguji kita, sudahkah kita bersabar. bersabarlah dalam 3 hal : - dalam ketaatan pada Alloh dan Rosul-Nya - dalam meninggalkan kemaksiatan - dalam menerima cobaan dari Alloh
==>7. Zuhud
Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak mempunyai manfaat bagi akhiratnya. zuhud bukan berarti miskin, orang kayapun bisa ber-zuhud ketika kekayaan yang dia miliki dia manfaatkan untuk akhiratnya
==>8. Mengutamakan akhirat
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (Q.S. Al - Isro : 19)
So, berbekalah kawan!!!
So, berbekalah kawan!!!
Is It Right to Celebrate Our Prophet's Birthday?
In our country there are a lot of people celebrate Rosululloh’s birthday. Some of them do this celebration because they don’t know the right one
As a good moslem, we must have ‘ilmu before doing amal
In utsuluts tsalatsa book (syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), there are 4 things that we have to understand as a moslem. They are ‘ilmu-amal-da’wah-sabar(patient)
Before doing amal we have to know the ‘ilmu
It’s bid’ah to celebrate of prophet Muhammad birthday
As a moslem, we have to do all of things in our life based on Qur’an n Sunnah as understood of salafus salih
Please read Ali-Imran :31
"Say (O Muhammad SAW to mankind): "If you (really) love Allah then follow me (i.e. accept Islamic Monotheism, follow the Quran and the Sunnah), Allah will love you and forgive you of your sins. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful."
Rosululloh said “The most truthful of speech is the Book of Allaah and the best of guidance is the guidance of Muhammad, and the most evil of things are those which are newly-invented.”
It’s forbidden to celebrate Rosululloh birthday because it’s not in Qur’an and Sunnah. There are no salafus salih who celebrate it. It’s a bid’ah and forbidden
Rosululloh said “I urge you to follow my Sunnah and the way of the rightly-guided khaleefahs after me; adhere to it and cling to it firmly. Beware of newly-invented things, for every newly-invented thing is an innovation (Bid‘ah) and every innovation is a going-astray.”
The celebration of Rosululloh birthday is like christian. They celebrate the jesus birthday
Rosululloh said “Whoever imitates a people is one of them”
The Proper Hijab of Muslimah
Hijab for muslimah is a must. It’s an obligation.
And also read An-Nur : 31
"And tell the believing women to lower their gaze (from looking at forbidden things), and protect their private parts (from illegal sexual acts, etc.) and not to show off their adornment except only that which is apparent (like palms of hands or one eye or both eyes for necessity to see the way, or outer dress like veil, gloves, head-cover, apron, etc.), and to draw their veils all over Juyubihinna (i.e. their bodies, faces, necks and bosoms, etc.) and not to reveal their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands athers, their sons, their husbands sons, their brothers or their brothers sons, or their sisters sons, or their (Muslim) women (i.e. their sisters in Islam), or the (female) slaves whom their right hands possess, or old male servants who lack vigour, or small children who have no sense of the shame of sex. And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their
adornment. And all of you beg Allah to forgive you all, O believers, that you may be successful."
There are some conditions of hijab (based on Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani):
1. Covering all Of The Body
2. The hijab must not be a display
3. The hijab must not be transparent
4. Hijab must be roomy, and not tight.
5. The hijab must not be perfumed
6. The hijab shouldn't resemble the dress of a man
7. The hijab must not resemble the garments of the kuffar
8. The hijab should not be for fame
9. Concealed ways of display
Here is the picture of the hijab based on the condition above:
Based on the condition above, I always try to do better and better. It needs process to wear a perfect hijab. May Alloh Guide me to be a “mar’atus sholihah”. Amin…
From the picture below, what will you do girls? Will you cover your body or not?
Sekarang kerja dimana, Mbak?
Fitroh seorang wanita muslimah adalah menjadi seorang istri dan ibu.
Sebagian orang beranggapan, ngapain sekolah tinggi2 kalo ujung2 nya cuma jadi ibu rumah tangga.
Seorang akhwat yang berpendidikan tinggi ketika ditanya "kerja dimana sekarang?" Banyak yang menjawab dengan nada malu "di rumah aja, jadi ibu rumah tangga".
Ketika orang tua menasihati "nduk, kamu kan udah sarjana, cumlaude lagi...eman-eman nek cuma dirumah aja ngurus suami dan anak2"...bingung bagaimana menjelaskan kepada orang tua tercinta
Padahal, subhanalloh....menjadi ibu rumah tangga adalah satu pilihan yang sangat mulia.
Karena di balik kesuksesan seorang laki-laki dia ada di sana.
Dibalik kehebatan putra-putrinya dia ada di sana.
Jangan tanggung-tanggung jadi ibu rumah tangga.
Jangan jadi ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja tapi jadilah ibu rumah tangga yang luar biasa.
Suami dan anak-anak pasti bangga kalo istri dan ibunya seorang sarjana, magister atau bahkan doktor
Masalah orang tua yang menuntut...itu sangat wajar. mereka pasti ingin putri kesayangannya "jadi orang". disitulah nantinya wanita butuh peran suami, yang bisa membimbingnya karena dialah pemimpinnya.
Kalaupun akhirnya dia harus bekerja atau berkarir, tetap keluarga harus jadi prioritas. Sebelum memutuskan untuk berkarir, merenunglah sejenak "Apakah bisa nantinya dia menjadikan keluarga sebagai prioritas?", "Apakah dengan dia berkarir dia mendapat maslahat yang lebih besar dibanding madhorot?", "Apakah dengan dia berkarir (mungkin terjadi pendapatannya nanti lebih tinggi dibanding suami) tidak menurunkan derajat keqowaman suami?" dan masih banyak pertanyaan lain yang mesti direnungi sebelum mengambil keputusan final "saya akan berkarir"
Sesungguhnya, dengan banyaknya wanita yang berkarir dan dengan posisi dan kedudukan yang tinggi dalam karirnya sesungguhnya dia telah mengambil hak banyak laki-laki yang harusnya dia lah yang ada di posisi itu. berapa banyak laki-laki yang nganggur karena posisinya diduduki oleh wanita.
Kalaupun akhirnya dia mengambil keputusan berkarir, tetaplah menjaga sisi syar'i, warnailah lingkungan dimana dia berkarir dengan nilai-nilai keislaman, maksimalkan potensi yang dimiliki untuk dakwah dan iqomatuddin di lingkungan karirnya. dan selalu mohon kepada Alloh agar tidak dilenakan dengan karir yang telah dia raih dan selalu ingat fitrohnya bahwa dia adalah seorang wanita muslimah.
Ya Alloh...bimbinglah kami untuk menjadi seorang wanita sholehah yang selalu taat pada-Mu...selalu berada di jalan-Mu.
Sebagian orang beranggapan, ngapain sekolah tinggi2 kalo ujung2 nya cuma jadi ibu rumah tangga.
Seorang akhwat yang berpendidikan tinggi ketika ditanya "kerja dimana sekarang?" Banyak yang menjawab dengan nada malu "di rumah aja, jadi ibu rumah tangga".
Ketika orang tua menasihati "nduk, kamu kan udah sarjana, cumlaude lagi...eman-eman nek cuma dirumah aja ngurus suami dan anak2"...bingung bagaimana menjelaskan kepada orang tua tercinta
Padahal, subhanalloh....menjadi ibu rumah tangga adalah satu pilihan yang sangat mulia.
Karena di balik kesuksesan seorang laki-laki dia ada di sana.
Dibalik kehebatan putra-putrinya dia ada di sana.
Jangan tanggung-tanggung jadi ibu rumah tangga.
Jangan jadi ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja tapi jadilah ibu rumah tangga yang luar biasa.
Suami dan anak-anak pasti bangga kalo istri dan ibunya seorang sarjana, magister atau bahkan doktor
Masalah orang tua yang menuntut...itu sangat wajar. mereka pasti ingin putri kesayangannya "jadi orang". disitulah nantinya wanita butuh peran suami, yang bisa membimbingnya karena dialah pemimpinnya.
Kalaupun akhirnya dia harus bekerja atau berkarir, tetap keluarga harus jadi prioritas. Sebelum memutuskan untuk berkarir, merenunglah sejenak "Apakah bisa nantinya dia menjadikan keluarga sebagai prioritas?", "Apakah dengan dia berkarir dia mendapat maslahat yang lebih besar dibanding madhorot?", "Apakah dengan dia berkarir (mungkin terjadi pendapatannya nanti lebih tinggi dibanding suami) tidak menurunkan derajat keqowaman suami?" dan masih banyak pertanyaan lain yang mesti direnungi sebelum mengambil keputusan final "saya akan berkarir"
Sesungguhnya, dengan banyaknya wanita yang berkarir dan dengan posisi dan kedudukan yang tinggi dalam karirnya sesungguhnya dia telah mengambil hak banyak laki-laki yang harusnya dia lah yang ada di posisi itu. berapa banyak laki-laki yang nganggur karena posisinya diduduki oleh wanita.
Kalaupun akhirnya dia mengambil keputusan berkarir, tetaplah menjaga sisi syar'i, warnailah lingkungan dimana dia berkarir dengan nilai-nilai keislaman, maksimalkan potensi yang dimiliki untuk dakwah dan iqomatuddin di lingkungan karirnya. dan selalu mohon kepada Alloh agar tidak dilenakan dengan karir yang telah dia raih dan selalu ingat fitrohnya bahwa dia adalah seorang wanita muslimah.
Ya Alloh...bimbinglah kami untuk menjadi seorang wanita sholehah yang selalu taat pada-Mu...selalu berada di jalan-Mu.
Bahagianya menjadi seorang wanita
Alloh menciptakan laki-laki dan wanita yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Aku dilahirkan sebagai seorang wanita, ya akulah seorang wanita, seorang muslimah. Aku bangga menjadi seorang wanita muslimah, seorang mar'atus sholihah....amin.
Islam sungguh menempatkan wanita sebagai sosok yang mulia. Bagaimana tidak, setiap orang yang terlahir di dunia, terlahir dari rahim seorang ibunda. Sungguh perjuangan menjadi seorang ibu, walau aku belum berpredikat "umi", aku yakin tidak mudah melalui masa-masa kehamilan hingga persalinan, hingga nyawalah taruhannya saat detik-detik membahagiakan, seorang bayi mungil terlahir dari rahimnya. Kesakitan sesaat hilang, tergantikan air mata kebahagian. Betapa hebatnya bunda, hingga Alloh menggambarkan betapa berat perjuanganmu saat masa kehamilan dalam surat Luqman ayat 13, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Betapa mulianya seorang ibu, hingga lelaki terbaik di bumi ini pun memerintahkan agar kita berbakti pada ibunda tiga kali lebih banyak dari ayah. Dalam hadits yg diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]
Sungguh mulia seorang ibu, sungguh mulia seorang wanita, seorang wanita sholihah yang memberikan waktunya untuk suami dan anak-anak. Menemani, mendidik, menyemangati, menjadi tempat suami dan anak-anaknya meluapkan cinta dan kasih sayang mereka. Jangan dipandang sebelah mata seorang wanita yang berprofesi sebagai "ibu rumah tangga". Dia lah wanita yang hebat, di balik kesuksesan suami dan anak-anaknya. Dan itulah keinginan terbesarku. Ya Alloh ijinkan aku menjadi istri (seorang mujahid) dan menjadi umi (para mujahid dan mujahidah). Aku ingin menjadi Al-Khonsa di abad ini. Sungguh bahagia menjadi seorang wanita ketika dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan.
Islam sungguh menempatkan wanita sebagai sosok yang mulia. Bagaimana tidak, setiap orang yang terlahir di dunia, terlahir dari rahim seorang ibunda. Sungguh perjuangan menjadi seorang ibu, walau aku belum berpredikat "umi", aku yakin tidak mudah melalui masa-masa kehamilan hingga persalinan, hingga nyawalah taruhannya saat detik-detik membahagiakan, seorang bayi mungil terlahir dari rahimnya. Kesakitan sesaat hilang, tergantikan air mata kebahagian. Betapa hebatnya bunda, hingga Alloh menggambarkan betapa berat perjuanganmu saat masa kehamilan dalam surat Luqman ayat 13, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Betapa mulianya seorang ibu, hingga lelaki terbaik di bumi ini pun memerintahkan agar kita berbakti pada ibunda tiga kali lebih banyak dari ayah. Dalam hadits yg diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]
Sungguh mulia seorang ibu, sungguh mulia seorang wanita, seorang wanita sholihah yang memberikan waktunya untuk suami dan anak-anak. Menemani, mendidik, menyemangati, menjadi tempat suami dan anak-anaknya meluapkan cinta dan kasih sayang mereka. Jangan dipandang sebelah mata seorang wanita yang berprofesi sebagai "ibu rumah tangga". Dia lah wanita yang hebat, di balik kesuksesan suami dan anak-anaknya. Dan itulah keinginan terbesarku. Ya Alloh ijinkan aku menjadi istri (seorang mujahid) dan menjadi umi (para mujahid dan mujahidah). Aku ingin menjadi Al-Khonsa di abad ini. Sungguh bahagia menjadi seorang wanita ketika dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan.
Wajarkah "kelupaanku" ini?
Pelupa adalah satu sifat manusia. Satu hal yang sering (banget…bagi orang-orang tertentu) kita alami yaitu lupa.
Temen-temen mungkin pernah atau sering ngalamin kejadian-kejadian ini:
* Lupa naroh kunci motor, padahal ada di saku sendiri
* Kunci motor tetep nggantung di motor pas di parkiran kampus, trus motor diamankan pak satpam (untung gak jadi korban curanmor, alhamdulillah...)
* Kebingungan nyari kacamata, padahal nyanthol di telinga sendiri (lagi dipake)
* Mau ambil sesuatu tapi lupa harus ambil apa dan untuk mengingatnya harus kembali ke tempat aktivitas semula, baru deh ingat mau ambil sesuatu tsb
* Berhenti di per4an jalan padahal lampunya ijo, trus diklakson sama orang2 di belakangnya
* Salah liat jadwal kuliah, praktikum or responsi. responsi harusnya jam 10 pagi, ehh..malah ke kampus jam2 siang...udah bubar deh responsinya
* Kunci motor tetep nyanthol di motor dengan mesin masih nyala waktu diparkir di depan toko...(untungnya waktu keluar toko kunci masih tetep di tempatnya dalam kondisi mesin masih nyala)
* Lupa jalan pulang dari suatu tempat alias nyasar
* Lupa nomer hp sendiri waktu mau isi pulsa di konter...malu banget sama tukang konternya, gak jadi beli pulsa karena lupa no hp sendiri
kalo kejadian2 di atas (pengalaman pribadiku, he...^_^) pernah ato sering kita alami wajar gak sih???
Ada yang pernah denger penyakit alzheimer??
Kata mbah GOOGLE, Penyakit Alzheimer adalah salah satu bentuk kepikunan akibat degenerasi otak yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, daya ingat, dan fungsi berbahasa. Penderita alzheimer, akan kehilangan ingatan secara bertahap, mengalami disorientasi dan perubahan kepribadian. Hal tersebut membuat pasien kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sampai saat ini penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi faktor genetik sangat menentukan (riwayat keluarga), sedangkan faktor lingkungan hanya sebagai pencetus ekspresi genetik.
Alzheimer dapat digolongkan menjadi 3 gejala. Gejala ringan seperti lebih sering bingung dan melupakan informasi yang baru dipelajari ( contoh : lupa meletakkan kunci mobil, lupa nomor telepon atau dosis obat yang biasa dimakan ), tersesat di daerah sekitar yang dikenalnya dengan baik, bermasalah dalam melaksanakan tugas rutin ( contoh : tidak tahu membeli barang ke kedai ), mengalami perubahan dalam kepribadian dan penilaian.
Untuk gejala menengah, penderita kesulitan dalam mengerjakan aktivitas hidup sehari-hari ( contoh : makan, mandi, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan ), cemas, curiga, mengalami gangguan tidur, kesulitan mengenali keluarga dan teman
Sedangkan untuk gejala serius atau akut, penderita sulit atau kehilangan kemampuan berbicara, tidak bisa mengurus diri sendiri ( seperti : tidak mau makan yang mengakibatkan menurunnya berat badan, tidak mampu mengontrol buang air kecil atau BAB), keliru dengan keadaan sekitar rumah dan sangat tergantung pada pengasuh.
Untuk dapat menilai suatu penyakit termasuk penyakit Alzheimer, maka seluruh gejala penyakit ini harus terpenuhi pada penyakit tersebut. Jika hanya sekedar mirip atau ada sedikit kesamaan maka belum dapat dikatakan bahwa penyakit tersebut adalah benar-benar penyakit Alzheimer.
Berdasarkan gejala2 di atas, kejadian “kelupaan” yang sering kita alami termasuk gejala ringan dari alzheimer. Kalau secara genetik (nenek moyang kita) gak ada yang punya gen pengendali alzheimer maka sangat kecil kemungkinan kita punya penyakit alzheimer.
Tapi gak ada salahnya pencegahan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Finlandia dan Swedia, ternyata salah satu khasiat minum kopi adalah dapat mengurangi resiko terkena penyakit alzheimer. Tapi jangan terlalu banyak juga konsumsi kopi. Selain kopi, bisa juga konsumsi pegagan (Centella asiatica). Salah satu khasiat pegagan adalah meningkatkan daya ingat.
Yang gak kalah penting juga yaitu doa. Bacalah “Subhabna man laa yashuu walaa yanaamu” artinya "Maha Suci Tuhan yang tidak pernah lalai dan tidak pernah tidur".
Langganan:
Postingan (Atom)







