Tingginya Kesungguhan Seorang Perempuan yang Sangat Ingin Menggapai Ridlo Rabb-nya
Rabu, 03 Agustus 2011
Satu Jam Menunggu Waktu Ashar di Masjid Fatimatuzzahra [MAFAZA]
Kemaren semaleman plus tadi seharian ngerevisi tugas akhir sampe mata sepet banget n leher pegel-pegel. Alhamdulillah jam 1 siang selesai diprin untuk dikasih ke pembimbing. Aku segera meluncur ke kampus untuk menyerahkan tugas akhirku pada pembimbing. Tapi ternyata beliau tidak ada di tempat. Temenku sms, beliau ternyata lagi sakit. Mudah-mudahan besok beliau sudah kembali sehat dan kembali ke kampus.
Jam di handphoneku menunjukkan pukul 02.15. Kalo pulang, paling sampe rumah terus tidur, hmm...sayang banget kalo cuma buat tidur padahal si emang ngantuk banget karena semalem lembur. Aku putuskan untuk gak pulang. Aku datangi sebuah masjid terbesar di sekitar kampus UNSOED. Namanya Masjid Fatimatuzzahra, tapi lebih dikenal dengan nama MAFAZA. Terakhir aku datang ke masjid ini kalo gak salah ramadan tahun lalu saat ikut i'tikaf. Moga tahun ini ada kesempatan lagi untuk i'tikaf di masjid ini. Karena setauku, cuma masjid ini yang kondisif untuk i'tikaf akhwat dan terkoordinir dengan baik oleh panitia. Sesampainya di MAFAZA, aku parkir motorku di depan masjid trus aku ambil air wudhu. Aku naik ke lantai dua, tempat untuk akhwat. Di atas, ada dua orang mba-mba lagi asyik ngobrol. Waktu masuk sholat ashar masih kira-kira satu jam. Daripada tidur di rumah, aku isi satu jam ini untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat dari tidur.
Dua orang akhwat datang lalu duduk tak jauh dari tempatku. Sepertinya mereka juga sama denganku menunggu waktu ashar. Datang juga seorang anak TPA menggelar sajadahnya bersiap untuk sholat ashar. Lalu datang lagi seorang perempuan dan seorang ibu. Adzan ashar berkumandang. Tak lama kemudian terdengar iqomah lalu para jamaah sholat ashar segera merapatkan dan meluruskan shof. Siang ini, walaupun ke kampus gak ketemu dosen, insyaAlloh gak sia-sia waktuku tadi saat satu jam di Mafaza.
Selasa, 02 Agustus 2011
Keluarga Phlegmatis
Menurut teori dalam ilmu pemuliaan tanaman yang saya tekuni, P = G + E. [baca: P=phenotipe, G=genotipe, E=environment]. Artinya, fenotipe atau penampilan dari suatu tanaman [bisa juga organisme yang lain, ex. manusia/hewan] dipengaruh oleh faktor genotipe atau keturunan dan environment atau lingkungan. Beberapa waktu yang lalu aku posting di blog ini tentang karakter manusia yang terbagi menjadi 4 yaitu sanguinis "populer", koleris "kuat", melankolis "sempurna" dan phlegmatis "damai". Dan ternyata rumus P = G + E berlaku untuk karakter phlegmatis di keluargaku. Ortuku keduanya phlegmatis, begitu juga aku dan kakakku. Bisa dibayangkan kaya apa suasana rumah keluarga phlegmatis???
Sisi negatifnya, karena semua penghuni rumah phlegmatis maka rumah sering gak rapihnya dibanding rapihnya. Kenapa gak rapih? Ya karena penghuninya cuek dan kurang peduli. Selain cuek, orang-orang phlegmatis juga suka damai dan menghindari konflik. Jadi kalo ada masalah lebih suka diam. Bayangkan kalo di rumah ada 2 saja anggota keluarga yang lagi ada masalah, rumah serasa hutan alias sepi banget. Tapi itu gak akan bertahan lama, sebentar saja suasana mencair. Contohnya beberapa pekan ini. Ortu lagi ada masalah, saat masalah itu muncul suasana sunyi senyap. Aku hanya menjadi pendengar setia cerita versi mamahku dan juga menjadi pendengar setia cerita versi papahku. Lumayan pusing aku karena masalah itu. Tapi alhamdulillah hari masalah terselesaikan. Aku heran masalah seserius itu begitu mudahnya diselesaikan oleh orang-orang phlegmatis [mamahku 'n papahku]. Seperti tidak terjadi apa-apa setelah semua selesai.
Sisi negatifnya, karena semua penghuni rumah phlegmatis maka rumah sering gak rapihnya dibanding rapihnya. Kenapa gak rapih? Ya karena penghuninya cuek dan kurang peduli. Selain cuek, orang-orang phlegmatis juga suka damai dan menghindari konflik. Jadi kalo ada masalah lebih suka diam. Bayangkan kalo di rumah ada 2 saja anggota keluarga yang lagi ada masalah, rumah serasa hutan alias sepi banget. Tapi itu gak akan bertahan lama, sebentar saja suasana mencair. Contohnya beberapa pekan ini. Ortu lagi ada masalah, saat masalah itu muncul suasana sunyi senyap. Aku hanya menjadi pendengar setia cerita versi mamahku dan juga menjadi pendengar setia cerita versi papahku. Lumayan pusing aku karena masalah itu. Tapi alhamdulillah hari masalah terselesaikan. Aku heran masalah seserius itu begitu mudahnya diselesaikan oleh orang-orang phlegmatis [mamahku 'n papahku]. Seperti tidak terjadi apa-apa setelah semua selesai.
Senin, 01 Agustus 2011
Program Buka Puasa di Gereja, heemm...ada udang di balik batu!!!
Bulan ramadan adalah bulan berbagi. Sayangnyaa gak semua umat Islam memahaminya. Di satu sisi ada keluarga muslim yang kelebihan makanan, di sisi lain ada keluarga muslim yang kekurangan. Kesempatan bulan berbagi ini justru dimanfaatkan oleh orang-orang kafir. Gak masalah kalo mereka ikut berbagi untuk kalangan mereka sendiri. Tapi mereka berbagi kepada umat Islam yang berbuka puasa dengan dalih toleransi. Buka puasa diselenggarakan di gereja dan yang berbuka pastinya umat Islam yang berpuasa. Na'udzubillah...ternyata beberapa gereja di Solo, Yogyakarta, Semarang, Nganjuk dan mungkin kota lain rutin mengadakan acara buka puasa bersama bagi para tukang becak, tukang asongan dan umat muslim lainnya yang mungkin kurang beruntung secara ekonomi dan juga kurang pemahaman agamanya. Bahkan di sebuah gereja di Yogyakarta acara tersebut sudah berlangsung 13 tahun. Parahnya dari MUI kota tersebut mempersilahkan [membiarkan] gereja tersebut melakukan kebiasaan menjamu buka puasa.
Kita gak bisa menyalahkan mereka yang secara ekonomi kekurangan kemudian karena ada kesempatan berbuka gratis maka mereka dengan senang hati mengikutinya. Justru yang harus dipertanyakan adalah mana umat Islam yang lain? Kok sampe saudaranya berbuka di gereja. Mari sama-sama kita membuka mata, ternyata di sekitar kita masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Kembangkan lembaga amal zakat infak sodaqoh di tiap daerah dan marilah kita berbagi.
Tapi bantuan berupa materi tidaklah cukup. Hati mereka juga butuh disentuh. Mereka butuh sentuhan dakwah. Dengan dakwah sedikit demi sedikit pahamkan mereka bahwa sebaik apapun orang-orang kafir tetap di dalam hati mereka tersimpan kebencian terhadap umat Islam dan mereka tidak akan berhenti mengajak umat Islam untuk mengikuti agamanya. Alloh berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." Toleransi hanya dalih orang-orang kafir saja untuk merealisasikan program kristenisasi. Dan dalam Islam gak ada toleransi dalam hal agama. Karena "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (Q.S. Ali-Imron : 19).
Kita gak bisa menyalahkan mereka yang secara ekonomi kekurangan kemudian karena ada kesempatan berbuka gratis maka mereka dengan senang hati mengikutinya. Justru yang harus dipertanyakan adalah mana umat Islam yang lain? Kok sampe saudaranya berbuka di gereja. Mari sama-sama kita membuka mata, ternyata di sekitar kita masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Kembangkan lembaga amal zakat infak sodaqoh di tiap daerah dan marilah kita berbagi.
Tapi bantuan berupa materi tidaklah cukup. Hati mereka juga butuh disentuh. Mereka butuh sentuhan dakwah. Dengan dakwah sedikit demi sedikit pahamkan mereka bahwa sebaik apapun orang-orang kafir tetap di dalam hati mereka tersimpan kebencian terhadap umat Islam dan mereka tidak akan berhenti mengajak umat Islam untuk mengikuti agamanya. Alloh berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." Toleransi hanya dalih orang-orang kafir saja untuk merealisasikan program kristenisasi. Dan dalam Islam gak ada toleransi dalam hal agama. Karena "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (Q.S. Ali-Imron : 19).
Minggu, 31 Juli 2011
1 Ramadan = 1 Agustus
Alhamdulillah...dipertemukan dengan Ramadan lagi. Sebagai bahan untuk muhasabah qobla ramadan:
1. Bagaimana kita membangun kekuatan ruhiyah (amal yaumi)
2. Bagaimana kita membangun kekuatan kebersamaan
Must be better yach...yuk kita berlomba!!!
Jumat, 29 Juli 2011
Buku "Antara Mekkah dan Madinah", mauuu...Siapa yang Mau Mbeliin???
![]() |
| cover buku Antara Mekkah dan Madinah |
Abis ngeles aku melaju bersama motor setiaku ke toko buku untuk beli tinta printer warna hitam. Di rumah bener-bener abis tinta hitamnya, tadi ngeprin materi aja pake tinta merah. Merah tandanya marah, gitu kata guru SD ku, makanya gak boleh nulis pakai tinta merah waktu SD. Tapi menurutku bukan itu dech alasan kenapa gak boleh pake merah. Soalnya kalo merah tar jadi sama kaya tulisan bu guru kalo ngoreksi or kasih nilai, hehehe... Sampe di toko buku aku ambil sebuah botol kecil berisi tinta hitam bertuliskan kata "canon" dan aku juga ambil stabilo warna kuning yang kebetulan di rumah udah gak jelas lagi kalo dipake. Sebelum aku bayar ke kasir, aku puter-puter untuk liat-liat buku dulu. Pas di bagian buku-buku agama, ada sebuah buku yang menarik aku untuk membukanya. Buku itu judulnya "Antara Mekkah dan Madinah". Aku baru liat buku itu, padahal udah sejak Desember 2009 buku itu terbit. Soalnya aku orang yang gak gitu suka jalan-jalan ke toko. Kalo beli buku seringnya gak dateng ke toko buku, tapi browsing dulu di internet cari buku yang pengin aku beli dan belinya gak ke toko tapi nitip temen yang di luar kota. Maklum kantong tipis dan kalo di Purwokerto harga buku diskonnya kecil, jadi cari yang agak lebih murah. Kalo gak nitip paling juga beli di agen milik temanku.
Rabu, 27 Juli 2011
Revisi Ayo Revisi, Biar Kelar Sebelum Idul Fitri
Meninggalkan sementara aktivitas yang aku suka untuk lebih fokus pada sesuatu dalam satu bulan ini. Mudah-mudahan Alloh memberi kemudahan padaku untuk menyelesaikan tugas akhir yang sudah hampir 2 tahun gak kukerjakan. Mohon doanya teman, moga momen Ramadan selain momen untuk meningkatkan kualitas diri secara ubudiyah tapi juga meningkatkan motivasiku untuk segera menyelesaikan tugas akhirku, karena deadline nya 30 hari lagi. Moga sebulan yang akan datang, 27 Agustus 2011, aku sudah sidang.
Minggu, 17 Juli 2011
Which One is Your Personality?
Sudah pernahkah kamu mencoba tes kepribadian? Ada 4 kepribadian dasar yang dimiliki manusia, termasuk yang manakah kamu? Sanguin kah? Melankolis kah? Koleris kah? atau Phlegmatis kah? Walaupun hasil tes tersebut gak 100% bener, tapi paling enggak bisa mewakili seperti apa sebenernya kepribadian kita. Yang belum pernah coba, silakan baca buku Personality Plus-nya Florence Litteur. Kalo mau yang simple bisa buka aplikasi tes kepribadian di facebook.
Sabtu, 16 Juli 2011
My Paper Quilling
Pekan kemaren aku diminta ngisi sesi kreativitas di acara liburan adek-adek yang tergabung dalam FAAI. Aku yang kurang kreativitas tapi diminta ngisi sesi kreativitas, hhmm.... Tapi gak papa, aku tetep coba untuk bisa sama-sama berkreasi bareng adek-adek. Aku browsing dan dapet kreasi yang menarik dari kertas, namanya paper quilling. Aku coba bikin beberapa bentuk sebagai contoh. Walopun hasilnya masih belum rapi, tapi lumayan lah... Hasil kreasi adek-adek juga keren lho, liat aja di sini. Caranya mudah, bahannya juga murah meriah dan hasilnya indah. Yang mau coba bikin atau mau ngaajarin adek atau putra/putrinya bikin paper quilling silakan aja coba. Coba aja buka quillynilly.blogspot.com untuk belajar lebih banyak tentang paper quilling
Jumat, 15 Juli 2011
Shirley and Shrek
Pernah nonton kartun Shaun the Sheep? Tau gak domba-domba yang ada di kartu itu. Tokoh utamanya namanya Shaun. Domba yang paling endut namanya Shirley dan yang paling kecil dan imoet namanya Timmy. Pertama kali liat Shirley rasanya aneh, kok ada ya domba segede itu dan setebel itu bulunya, sampe-sampe oleh domba-domba yang lain bulunya suka buat tempat untuk menyembunyikan sesuatu. Tapi ternyata ada lhoh domba beneran yang segede itu, namanya Shrek. Mereka mirip...Shirley and Shrek.
Di dunia maya Shrek ramai dibicarakan awal Juni lalu saat harus disuntik mati. Shrek adalah domba yang dimiliki oleh seorang peternak di Selandia Baru. Tiap kali ada pemotongan atau pencukuran bulu domba yang dilakukan setahun sekali di peternakan itu, Shrek selalu saja bisa kabur dan bersembunyi di dalam gua. Dia bisa kabur tiap kali mau dicukur bulunya hingga 6 tahun lamanya. Ketika ditemukan di tahun 2004, bulunya sudah sangat tebal hingga berat bulunya mencapai hampir 30 kg. Wow...tebel banget ya...
Selasa, 12 Juli 2011
Bila Waktu Telah Berakhir
Inalillahi wa inna ilaihi rooji'un....dalam waktu satu jam, ada 2 sms masuk yang keduanya diawali kalimat innalillahi... Teman SMA ku, Ismail dan adeknya temenku dipanggil oleh Alloh. Tak ada yang tahu kapan maut datang. Gak mesti yang tua dulu yang mendahului, temanku yang mungkin baru berusia sekitar 25 tahun dan adek temenku yang mungkin baru usia belasan mendahului kakak dan orang tuanya menghadap Robb nya. Mereka tidak berkesempatan untuk menjumpai bulan Romadon tahun ini yang hanya beberapa hari lagi. Semoga amal sholih mereka berdua diterima oleh Alloh, diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, diberi nikmat kubur dan dijauhkan dari siksa kubur. Aamiin...Bener-bener menjadi bahan untuk kita bermusahabah...kematian adalah keniscayaan, apa bekal yang sudah kita siapkan? Ya Robb, jadikan kami kelak orang-orang yang khusnul khotimah, beri kami kesempatan untuk memperbaiki diri dan ber amal sholih untuk bekal kami kelak saat menghadap-Mu.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S. Ali Imron : 185)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S. Ali Imron : 185)
"Bila waktu tlah memanggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi"
(Opick)
(Opick)
Minggu, 10 Juli 2011
#2nd day of FAAI
Di hari kedua kegiatan liburan FAAI ada 2 sesi. Sesi pertama adalah time to share, sebuah sesi berbagi cerita tentang adab berteman dan bagaimana memilih teman yang baik. Sesi kedua adalah time to create, saatnya gunting-gunting dan ngelem-ngelem. Di sesi kedua ini anak-anak membuat hiasan paper quilling. Hasilnya bagus-bagus lho....liat aja disini.
| akhwat kids of FAAI |
| paper quilling hasil karya akhwat kids |
Jumat, 08 Juli 2011
#1st day of FAAI, be kind and creative children
Acara yang paling ditunggu anak-anak FAAI (Forum Aktualisasi Anak Islam) saat liburan sekolah adalah kumpul bareng. Liburan sekolah kali ini kami gak ngadain acara mabit seperti sebelum sebelumnya. Tapi walopun gak mabit, acaranya gak kalah seru lho...Di hari pertama ada dua sesi. Sesi pertama adalah time to listen, sebuah materi tentang team building yang disampaikan oleh seorang ustadz. Sayang aku gak sempet mendokumentasikan games yang anak-anak lakukan selama materi team building. Sesi kedua adalah time to create, sebuah ajang membuktikan kekompakan tim dan menguji kemampuan masak mereka yaitu acara "kid chef". Untuk sesi kedua ini aku sempet jeprat jepret. Menu yang dibuat oleh anak-anak adalah "chocolate cheese banana" dan "sweet banana kolak". Hasilnya...uenakkkk...walopun kolaknya kurang manis.
| ini nich menu kita hari ini |
| peserta ikhwan kids |
| peserta akhwat kids |
| kid chef lagi beraksi |
| chef kids dan hasil karyanya |
Rabu, 06 Juli 2011
Berapapun Penghasilan yang Penting Barokah
Tadi selepas isya aku dimintai tolong mamahku beli pisang ke sebuah fruit stall tak jauh dari rumah. Baru aja keluar gang aku liat seorang bapak penjual dipan mendorong gerobaknya. Tampak kelelahan di wajahnya karena seharian mendorong gerobak berisi dipan berkilo-kilo meter jauhnya. Terlihat masih ada sebuah dipan yang [mungkin] belum terjual. Tiap melihat hal seperti itu ada sesak di dadaku. Pukul 8 malam bapak itu masih di jalanan, entah berangkat pukul berapa tadi padi, entah berapa rupiah yang sudah terkumpul hari ini. Di rumah [mungkin] anak istrinya sedang menantinya, sang istri [mungkin] akan bilang "Pak, beras di dapur sudah habis", anak-anaknya pun [mungkin] akan menyambutnya dengan ucapan "Pak, sebentar lagi masuk sekolah. Aku belum beli buku tulis, sepatu dan seragamku juga sudah rusak".
Rizki Alloh gak bisa kita hitung dengan hitungan matematika atau ekonomi. Dengan bermodal keyakinan bahwa rizki Alloh gak akan salah alamat, seorang bapak yang hanya bekerja sebagai penjual dipan bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Seorang ustadz yang dikatakan oleh istrinya sebagai pengacara [pengangguran ada aja acara] dan berputra 5 dapat memiliki rumah asri, putra-putrinya sekolah dan berprestasi, dan tetap eksis di dunia dakwah dan iqomatuddin. Istri ustadz tadi bertutur kepadaku kunci dari setiap penghasilan yang kita peroleh adalah bukan banyaknya rupiahnya tapi barokahnya. Subhanalloh....Ketika itu yang menjadi prinsip kita seberapapun rizki yang Alloh berikan pada kita insyaAlloh akan selalu cukup dan tidak merasa berkekurangan.
Sebuah perkataan Hathim Al-ashom yang sangat indah semoga semakin menambah keyakinan akan rizki Alloh dan menambah kesungguhan kita dalam beramal dan meninggalkan maksiat "Aku tahu rizkiku tidak akan diambil (dimakan) orang lain, karena itu hatikupun menjadi tentram. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan oleh selainku, oleh karena itu aku sibuk beramal. Akupun tahu kematian menungguku, karena itu aku mempersiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya. Aku tahu Alloh selalu mengawasiku, karena itu aku malu jika Dia melihatku di atas kemaksiatan".
Rizki Alloh gak bisa kita hitung dengan hitungan matematika atau ekonomi. Dengan bermodal keyakinan bahwa rizki Alloh gak akan salah alamat, seorang bapak yang hanya bekerja sebagai penjual dipan bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Seorang ustadz yang dikatakan oleh istrinya sebagai pengacara [pengangguran ada aja acara] dan berputra 5 dapat memiliki rumah asri, putra-putrinya sekolah dan berprestasi, dan tetap eksis di dunia dakwah dan iqomatuddin. Istri ustadz tadi bertutur kepadaku kunci dari setiap penghasilan yang kita peroleh adalah bukan banyaknya rupiahnya tapi barokahnya. Subhanalloh....Ketika itu yang menjadi prinsip kita seberapapun rizki yang Alloh berikan pada kita insyaAlloh akan selalu cukup dan tidak merasa berkekurangan.
Sebuah perkataan Hathim Al-ashom yang sangat indah semoga semakin menambah keyakinan akan rizki Alloh dan menambah kesungguhan kita dalam beramal dan meninggalkan maksiat "Aku tahu rizkiku tidak akan diambil (dimakan) orang lain, karena itu hatikupun menjadi tentram. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan oleh selainku, oleh karena itu aku sibuk beramal. Akupun tahu kematian menungguku, karena itu aku mempersiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya. Aku tahu Alloh selalu mengawasiku, karena itu aku malu jika Dia melihatku di atas kemaksiatan".
Minggu, 03 Juli 2011
Let's Countdown Ramadhan Month 1432 H
Jumat, 01 Juli 2011
Just For My Beloved Sisters
Beberapa hari yang lalu baca postingan berjudul "katakan cintamu dengan bahasa pascal" di blog ahmedfikreatif. Aku yang sama sekali gak ngerti tentang pemrograman jadi penasaran pengen bikin. Iseng-iseng aku bikin dan ini kali pertama aku pake pascal. Aku search download-an free pascall trus aku instal. Dengan sedikit utak-utik akhirnya jadi juga. Aku buat ini spesial buat sahabat-sahabatku, sila download di sini ucapan tulus cintaku untuk kalian.
Apa Hanya Karena Tak Cantik?
Tiap akhwat punya kisah yang berbeda dalam proses nikahnya. Ada yang sekali jadi, tapi ada yang 5 kali tapi masih saja gagal, masyaAlloh....[sabar ya ukh..., semoga Alloh memudahkan urusanmu]. Ada yang sebulan langsung nikah, tapi ada yang berlarut-larut hingga hitungan bulan bahkan sampai setahun proses baru nikah. Ada yang orang tua mudah dipahamkan dan dikondisikan, tapi ada juga yang sulitnya minta ampun dikondisikan. Cerita-cerita tadi aku lihat maupun dengar dari teman-temanku yang sudah melalui proses tersebut.
Gagalnya seorang akhwat dalam proses nikahnya ada banyak sebab. Ada yang karena hambatan dari pihak keluarga, ada yang karena tidak sesuai kriteria, ada yang [mungkin] karena perbedaan prinsip dalam suatu hal, ada yang karena beda latar belakang pendidikan dan menurutku yang paling menyedihkan adalah ada yang gagal proses hanya karena faktor fisik. Aku mendengar cerita gak hanya dari satu atau dua orang saja tentang gagalnya proses nikah seorang akhwat hanya karena si ikhwan merasa bahwa si akhwat kurang cantik atau karena fotonya berbeda dengan aslinya. Ada juga ikhwan yang beberapa kali menolak diproses karena tau akhwatnya tidak cantik. Ada lagi ikhwan yang demi menuruti permintaan ortunya yang pengin menantu cantik sampai tega menolak akhwat yang sholih. Astaghfirulloh....apakah memang seperti itu? atau itu hanya kasuistik saja. Itu tadi cerita yang gagal proses hanya karena si akhwat tidak cantik. Ada juga yang proses begitu lancar dan si ikhwan begitu mantapnya karena sudah tau kalo si akhwat cantik, baik dengan pernah sekilas melihat karena mungkin pernah berinteraksi dalam sebuah organisasi/kepanitiaan, atau melihat melalui facebooknya atau lewat mana aku gak tau.
Cerita-cerita itu bukan cerita fiktif, itu real terjadi di dunia ikhwan akhwat. Pernah seorang ustadzah bertutur kepadaku saat aku silaturahim ke rumahnya, "sedih rasanya ketika kita berusaha mengkondisikan dan menyiapkan akhwat dengan banyak hal sebelum proses nikahnya, tapi di satu sisi tidak begitu pada ikhwan", begitu tuturnya. Beliaupun bercerita, ketika ada ikhwan yang mau menikah, ikhwan tadi menemui suaminya untuk meminta nasihat [KPN=kuliah pra nikah] singkat sebelum menikah, suaminya yang tahu bagaimana si ikhwan tadi langsung membuka KPN itu dengan sebuah pertanyaan "kenapa antum mau menikah dengan akhwat itu? apa karena dia cantik?". Kenapa pertanyaan itu muncul dari seorang ustadz? Itu karena beliau sering menjumpai kasus ikhwan menolak akhwat hanya karena si akhwat tidak cantik. Sedihnya aku mendengar cerita ini.
Gagalnya seorang akhwat dalam proses nikahnya ada banyak sebab. Ada yang karena hambatan dari pihak keluarga, ada yang karena tidak sesuai kriteria, ada yang [mungkin] karena perbedaan prinsip dalam suatu hal, ada yang karena beda latar belakang pendidikan dan menurutku yang paling menyedihkan adalah ada yang gagal proses hanya karena faktor fisik. Aku mendengar cerita gak hanya dari satu atau dua orang saja tentang gagalnya proses nikah seorang akhwat hanya karena si ikhwan merasa bahwa si akhwat kurang cantik atau karena fotonya berbeda dengan aslinya. Ada juga ikhwan yang beberapa kali menolak diproses karena tau akhwatnya tidak cantik. Ada lagi ikhwan yang demi menuruti permintaan ortunya yang pengin menantu cantik sampai tega menolak akhwat yang sholih. Astaghfirulloh....apakah memang seperti itu? atau itu hanya kasuistik saja. Itu tadi cerita yang gagal proses hanya karena si akhwat tidak cantik. Ada juga yang proses begitu lancar dan si ikhwan begitu mantapnya karena sudah tau kalo si akhwat cantik, baik dengan pernah sekilas melihat karena mungkin pernah berinteraksi dalam sebuah organisasi/kepanitiaan, atau melihat melalui facebooknya atau lewat mana aku gak tau.
Cerita-cerita itu bukan cerita fiktif, itu real terjadi di dunia ikhwan akhwat. Pernah seorang ustadzah bertutur kepadaku saat aku silaturahim ke rumahnya, "sedih rasanya ketika kita berusaha mengkondisikan dan menyiapkan akhwat dengan banyak hal sebelum proses nikahnya, tapi di satu sisi tidak begitu pada ikhwan", begitu tuturnya. Beliaupun bercerita, ketika ada ikhwan yang mau menikah, ikhwan tadi menemui suaminya untuk meminta nasihat [KPN=kuliah pra nikah] singkat sebelum menikah, suaminya yang tahu bagaimana si ikhwan tadi langsung membuka KPN itu dengan sebuah pertanyaan "kenapa antum mau menikah dengan akhwat itu? apa karena dia cantik?". Kenapa pertanyaan itu muncul dari seorang ustadz? Itu karena beliau sering menjumpai kasus ikhwan menolak akhwat hanya karena si akhwat tidak cantik. Sedihnya aku mendengar cerita ini.
Kamis, 30 Juni 2011
Aqidah Salafus Shalih
Mbuka-buka lagi sebuah buku yang aku kopi bertahun-tahun yang lalu dan udah tampak kucel sekali covernya. Kalo baca ini kudu dalam kondisi moodnya bagus, soalnya pembahasannya serius. Ada satu bab yang dibahas di buku ini tentang aqidah, yang sebelumnya didahului pembahasan tentang ghoyah. Kalo ibarat ghoyah itu kiblatnya, aqidah itu ibarat pendorong dari dalam yang menggerakkan ke kiblat tersebut. Kalo aqidahnya lemah maka semakin susah menuju ke tujuan itu, bahkan mungkin tidak akan mampu dan terjatuh saat akan meraih tujuan itu (na'udzubillah).
Aqidah terkait dengan keyakinan yang gak cuma dari hati tapi juga tampak dalam bentuk amalan. Makanya banyak ayat yang menjelaskan bahwa aqidah harus disertai amalan. Coba cek surat Al-Bayyinah ayat 7 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". Cek juga surat Al-Kahfi ayat 88 "Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan...". Dan masih banyak ayat yang lainnya yang menghubungkan antara aqidah dan amalan.
Siapa yang harus kita teladani dalam hal aqidah? Ya siapa lagi kalo bukan para salafus shalih. Kalo gak tau siapa salafus shalih, buka aja postingan ini. Aqidah menjadi faktor penentu dalam pembentukan generasi salafus shalih. Banyak kisah yang menunujukkan bagaimana kokohnya aqidah mereka. Begitu jauhnya dengan kondisi kita saat ini. Mereka memegang kokoh aqidahnya saat senang maupun susah, saat siang menunggangi kuda perangnya maupun saat malam bersepi-sepi bersama Robb-nya. Karena kokohnya aqidah itulah yang menjadikan mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya keimanan dan menjadi sebaik-baik generasi dalam waktu sesingkat itu.
Minggu, 26 Juni 2011
Love My Mom So Much
Kalian tau gak siapa Zain Bhikha? Itu lhoh yang nyanyiin lagu [nasyid] judulnya "Give Thanks to Allah", yang beberapa waktu lalu heboh kalo dikira yang nyanyiin lagu itu Michael Jackson. Zain Bhikha itu muridnya Cat Steven [Yusuf Islam] di bidang musik religi [Islam]. Ada satu nasyidnya yang aku suka banget, judulnya My Mom is Amazing. Kalo denger nasyid itu bikin tambah cintaaaaaa aja sama mamah. Here is the lyric. Check it out yach...
My Mom is Amazing
She wakes up early in the morning with a smile
And she holds my head up high
Don't you ever let anybody put you down
Cos you are my little angel
Then she makes something warm for me to drink
Cos it's cold out there, she thinks
Then she walks me to school, Yes I aint no fool
I just think my Mom is amazing
BRIDGE/CHORUS
She makes me feel
Like I can do anything
and when she's with me
there's no where else, I'd rather be…
After School, she's waiting by the gate
I'm so happy that I just can't wait
To get home to tell her how my day went
And eat the yummy food, only my Mom makes
Then I wind her up cos I don't wanna bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my Mom is amazing
BRIDGE/CHORUS
Then I wake up in the morning, she's not there
And I realize she never was
And I'm still here in this lonely orphanage
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there's a pain in my heart that's a craving
How I wish I had a Mom that's amazing
Would be amazing
Kamis, 23 Juni 2011
My Two New Books, ungu...ungu...
Jarang banget aku beli buku tema "pernikahan". Dua buku tentang nikah yang aku pinjem entah berapa bulan or berapa tahun yang lalu aja gak selese-selese dibaca [karena gak pernah dibaca]. Sabtu kemaren, aku disms temen yang lagi ke Solo, "mba, mau nitip buku gak?? mumpung aku ke Solo nich", gitu katanya. Maklum, kalo beli buku di Purwokerto diskonnya paling 10%. Browsing-browsing di beberapa website penerbit dari Solo, nemu dua buku ini. Trus aku sms temenku tadi supaya nyari 2 buku ini dan ternyata ada. Dan inilah buku tema "pernikahan" yang pertama aku beli. Lumayan, dengan duit Rp 100.000,- bisa dapet bekal buanyak banget untuk melangkah ke fase pernikahan [walaupun entah kapan, he...]. Pokoknya terus berusaha memperbaiki dan membekali diri. Ayo...kuliahe ndang lulus dulu!!!! [menyemangati diri sendiri].
Selasa, 21 Juni 2011
Wanita Sholat Berjama'ah di Masjid
Beda pendapat antara anak sama orang tua pasti kerap kali terjadi. Baik perbedaan dalam hal sepela maupun hal yang prinsip. Begitu pun aku, juga kerap menjumpai perbedaan pendapat dengan ortu. Kebetulan aku tipe anak yang gak suka berdebat sama orang tua. Aku gak suka, karena adanya beda pendapat yang bisa menimbulkan perdebatan itu bikin suasana di rumah jadi gak nyaman. Secara, di rumah cuma bertiga. Kalau ada dua saja yang lagi "panas" pasti rumah sunyi senyap. Prinsipku selama perbedaan itu bukan dalam hal prinsip dan masih bisa ditolerir aku lebih memilih untuk diam dengan pendapatku asal ortu tidak memaksakan pendapatnya padaku. Pernah seorang ustadz bilang "selama kepentingan orang tua dan syariat bisa dikompromikan maka gak usah dibentur-benturkan". Kalo beneran kebentur kan malah sakit, he...emang kebentur [kejedot] pintu.
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Kamis, 09 Juni 2011
Wanita Memang Ajaib
Kalo kamu seorang wanita pasti kamu tahu dimana letak ajaibnya seorang wanita. Wanita memang diciptkan oleh Alloh untuk lebih cenderung dominan menggunakan perasaan dibanding otaknya. Bukan berarti gak pakai otak lhoh ya...Ya perasaan lebih mendominasinya. Dan yang sangat erat kaitannya dengan perasaan adalah air mata. Wanita itu mudah sekali nangis. Bahagia nangis, capek bisa nangis, apalagi sedih dan terharu dengan mudahnya air mata menetes (nonton film juga, hehehe...). Ada masalah yang datang gak jarang juga yang menyelesaikannya diawali dengan menangis. Kalau dilihat sangat aneh, masalah apapun, sepele atau masalah gede gak akan ketemu jalan keluarnya dengan cara nangis. Tapi kalau kamu seorang wanita mesti kamu akan bilang itu tidak aneh. Ketika muncul masalah, kepala pusing dengan masalah itu, badan ikut lelah juga memikirkannya, dalam waktu tidak kurang dari 15 menit semua beban dari masalah yang menjejali kepala, rasa capek di raganya lenyap seketika (walaupun masalah belum selesai). Dengan apa semua itu lenyap??? Ya, dengan mengeluarkan air mata. Kamar adalah tempat yang paling dia suka untuk menangis dan bantal adalah benda kesayangan yang menjadi temannya saat menangis. Dia masuk kamar dan mengunci rapat kamarnya dan bantal ditutupkan ke muka untuk mengurangi suara isak tangisnya. Ketika semua tercurahkan dengan keluarnya air mata, dalam waktu singkat hati terasa sangat plooong...Dan esok harinya tampak matanya bendhul.
Nangisnya seorang wanita tidak menunjukkan bahwa dia seorang yang lemah. Di balik perasaannya yang begitu sensitif dia juga sosok yang kuat. Yang sering dijadikan dasar orang-orang untuk menunjukkan betapa wanita itu sosok yang kuat adalah cerita suami atau istri yang ditinggal istri/suami meninggal dunia. Suami yang ditinggal istri, mudah untuk segera mencari istri lagi karena butuh seseorang untuk mendampinginya mengurus keluarga dan anak-anak. Tapi istri yang ditinggal suaminya, banyak yang tetap menjadi single parent buat anak-anaknya, berjuang membesarkan dan membiayai sekolah hingga anak-anaknya mentas semua. Itulah hebatnya wanita. Jadi, wanita yang menangis bukan berarti dia lemah dan wanita yang kuat juga bukan berarti dia gak boleh menangis.
Kalo ada istilah buat laki-laki "boys don't cry", kalo buat wanita "girls, you may cry". Oya, tapi jangan lampiaskan permasalahan hanya dengan menangis. Bolehlah menangis sejadinya, tapi sebagai seorang muslimah, kita punya Alloh tempat kita mengadu. Adukan semua pada-Nya, menangislah di hadapan-Nya saat tak ada orang yang mengetahuinya. Semoga tangis tersebut bisa menjadi wasilah datangnya naungan Alloh kelak dimana tak ada lagi naungan melainkan naungan-Nya. Karena salah satu dari 7 golongan yang mendapat naungan Alloh di hari dimana tidak ada naungan melainkan naungan-Nya adalah "Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga mengalir air mata dr kedua matanya".
Nangisnya seorang wanita tidak menunjukkan bahwa dia seorang yang lemah. Di balik perasaannya yang begitu sensitif dia juga sosok yang kuat. Yang sering dijadikan dasar orang-orang untuk menunjukkan betapa wanita itu sosok yang kuat adalah cerita suami atau istri yang ditinggal istri/suami meninggal dunia. Suami yang ditinggal istri, mudah untuk segera mencari istri lagi karena butuh seseorang untuk mendampinginya mengurus keluarga dan anak-anak. Tapi istri yang ditinggal suaminya, banyak yang tetap menjadi single parent buat anak-anaknya, berjuang membesarkan dan membiayai sekolah hingga anak-anaknya mentas semua. Itulah hebatnya wanita. Jadi, wanita yang menangis bukan berarti dia lemah dan wanita yang kuat juga bukan berarti dia gak boleh menangis.
Kalo ada istilah buat laki-laki "boys don't cry", kalo buat wanita "girls, you may cry". Oya, tapi jangan lampiaskan permasalahan hanya dengan menangis. Bolehlah menangis sejadinya, tapi sebagai seorang muslimah, kita punya Alloh tempat kita mengadu. Adukan semua pada-Nya, menangislah di hadapan-Nya saat tak ada orang yang mengetahuinya. Semoga tangis tersebut bisa menjadi wasilah datangnya naungan Alloh kelak dimana tak ada lagi naungan melainkan naungan-Nya. Karena salah satu dari 7 golongan yang mendapat naungan Alloh di hari dimana tidak ada naungan melainkan naungan-Nya adalah "Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga mengalir air mata dr kedua matanya".
Minggu, 05 Juni 2011
Bersabarlah dan Tafahumlah...
Seorang manusia yang meniti sebuah jalan ada kalanya menemui kerikil, batu besar atau kubangan yang lebar menganga. Kerikil, batu dan kubangan tersebut ibarat ujian dalam perjalanan tersebut. Perjalanan seorang yang mengemban amanah dakwah dan jihad pun pasti akan menjumpai ujian. Dari ujian tersebut akan tampak siapa yang istiqomah dan siapa yang futur. Orang-orang yang selamat melalui ujian tersebut hanyalah orang-orang yang diberi karunia oleh Alloh berupa kesabaran.
Dalam kehidupan bersama, penting untuk kita memiliki sebuah kesabaran. Seseorang yang telah iltizam berislam dalam kehidupan bersama, ada saja yang karena faktor ketidaksabaran sehingga menjauh dari kehidupan bersama. Mungkin salah satu ketidaksabarannya adalah hanya dalam hubungan personal satu dan yang lainnya. Dalam kehidupan seorang akhwat pun demikian. Kehidupan bermajelis adalah miniatur dari sebuah kehidupan bersama [berjama'ah] bagi seorang akhwat. Munculnya perbedaan pendapat dan perbedaan karakter terkadang terjadi dalam bermajelis. Gak sepakatnya dia dengan penataan yang ada dan amanah yang harus dia emban juga mungkin terjadi. Ketidaksabaran menghadapi perbedaan tersebut, kadang menjadikan akhwat kecewa. Kadang merasa urusannya terlalu dicampuri dan gak punya privasi. Ketidaksabarannya dan kekecewaan yang tak terungkap tersebut lama kelamaan menjadikannya menjauh. Pelan tapi pasti virus futur menyerangnya.
Perbedaan tersebut adalah sebuah sunnatulloh yang pasti terjadi. Perbedaan pendapat dan karakter dalam kehidupan bersama pun tak bisa kita hindari. Tapi sebenarnya kalau kita mau sedikit saja lebih dewasa, perbedaan tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Selama bersamanya kita karena satu ghoyah, satu aqidah dan satu kefahaman maka perbedaan itu bisa kita selesaikan tanpa mendzolimi satu dengan yang lain. Perlunya kesabaran dan kelapangan hati untuk menghadapi perbedaan tersebut.
Selain kesabaran, akhlak terhadap sesama muslim pun harus kita tunjukkan dalam kehidupan bersama. Ada beberapa akhlak yang harus kita miliki agar dapat membina hubungan yang baik dengan saudara kita:
Dalam kehidupan bersama, penting untuk kita memiliki sebuah kesabaran. Seseorang yang telah iltizam berislam dalam kehidupan bersama, ada saja yang karena faktor ketidaksabaran sehingga menjauh dari kehidupan bersama. Mungkin salah satu ketidaksabarannya adalah hanya dalam hubungan personal satu dan yang lainnya. Dalam kehidupan seorang akhwat pun demikian. Kehidupan bermajelis adalah miniatur dari sebuah kehidupan bersama [berjama'ah] bagi seorang akhwat. Munculnya perbedaan pendapat dan perbedaan karakter terkadang terjadi dalam bermajelis. Gak sepakatnya dia dengan penataan yang ada dan amanah yang harus dia emban juga mungkin terjadi. Ketidaksabaran menghadapi perbedaan tersebut, kadang menjadikan akhwat kecewa. Kadang merasa urusannya terlalu dicampuri dan gak punya privasi. Ketidaksabarannya dan kekecewaan yang tak terungkap tersebut lama kelamaan menjadikannya menjauh. Pelan tapi pasti virus futur menyerangnya.
Perbedaan tersebut adalah sebuah sunnatulloh yang pasti terjadi. Perbedaan pendapat dan karakter dalam kehidupan bersama pun tak bisa kita hindari. Tapi sebenarnya kalau kita mau sedikit saja lebih dewasa, perbedaan tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Selama bersamanya kita karena satu ghoyah, satu aqidah dan satu kefahaman maka perbedaan itu bisa kita selesaikan tanpa mendzolimi satu dengan yang lain. Perlunya kesabaran dan kelapangan hati untuk menghadapi perbedaan tersebut.
Selain kesabaran, akhlak terhadap sesama muslim pun harus kita tunjukkan dalam kehidupan bersama. Ada beberapa akhlak yang harus kita miliki agar dapat membina hubungan yang baik dengan saudara kita:
- Niat yang ikhlas karena Alloh. Ikhlasnya niat kita akan menjadikan kita senantiasa mendapat bimbingan dari Alloh
- Kedepankan khusnudzon dan tabayun. Hak terendah yang harus dipenuhi oleh seorang muslim terhadap saudaranya adalah husnudzon dan hak tertingginya adalah itsar. Ngomongin tentang itsar jadi teringat kisah air minum 3 syuhada. Subhanalloh, sangat sulit kita jumpai manusia semacam 3 syuhada tersebut.
- Apabila terdapat perbedaan pendapat maka kembalikan urusan tersebut kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, ajaklah dia bicara dengan cara yang ahsan, berlapang dadalah, janganlah saling mencela, selalu berupaya mencari yang terbaik dan terimalah kebenaran dari siapapun datangnya.
Sabtu, 04 Juni 2011
Muhasabahlah...
Dalam perjalanannya, dakwah dan jihad tidak selamanya lurus dan lempeng. Pasti selalu ada saja ujian yang menghadang. Dari ujian tersebut akan terlihat siapa pejuang yang "menang" dan siapa yang "kalah". Mengapa mereka kalah? Ada banyak sebab pastinya, maka muhasabahlah untuk mengetahui sebab-sebab itu. Barangkali salah satu sebabnya adalah karena lemahnya ubudiyah para multazim, tidak konsistennya mereka dalam melakukan amal yaumi. Amal yaumi selayaknya rutinitas tanpa ruh saat melaksanakannya.
Seorang pengemban amanah dakwah dan jihad akan jauh dari penyakit futur ketika dia istiqomah dalam hal ubudiyah. Lemahnya ubudiyah menjadikannya tidak sabar terhadap ujian dan akan membuatnya kalah, semakin mundur jauh ke belakang dari jalan dakwah dan jihad.
Selain memperbaiki ubudiyah, penting bagi pengemban dakwah dan jihad untuk fokus dengan apa yang dia amalkan. Fokus pada amanah yang diembannya. Bukan malah sibuk dengan urusan duniawi. Tapi juga bukan berarti meninggalkan urusan dunia. Ambillah dunia tapi secukupnya saja. Perbaiki ubudiyah dan fokuslah dengan amalan, insyaAlloh akan menguatkan kita dalam mengemban amanah dakwah dan jihad hingga turun pertolongan Alloh yang akan memenangkan umat Islam.
Seorang pengemban amanah dakwah dan jihad akan jauh dari penyakit futur ketika dia istiqomah dalam hal ubudiyah. Lemahnya ubudiyah menjadikannya tidak sabar terhadap ujian dan akan membuatnya kalah, semakin mundur jauh ke belakang dari jalan dakwah dan jihad.
Selain memperbaiki ubudiyah, penting bagi pengemban dakwah dan jihad untuk fokus dengan apa yang dia amalkan. Fokus pada amanah yang diembannya. Bukan malah sibuk dengan urusan duniawi. Tapi juga bukan berarti meninggalkan urusan dunia. Ambillah dunia tapi secukupnya saja. Perbaiki ubudiyah dan fokuslah dengan amalan, insyaAlloh akan menguatkan kita dalam mengemban amanah dakwah dan jihad hingga turun pertolongan Alloh yang akan memenangkan umat Islam.
Selasa, 31 Mei 2011
Hari ini SNMPTN 2011 Buat Adek-adek SMA
SNMPTN singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Istilah ini mengalami beberapa kali perubahan. Dari SiPenMaRu, UMPTN, SPMB, SMPTN dan sekarang namanya SNMPTN. Waktu aku lulus SMA masih pake nama SPMB. Dan aku sama sekali gak pengen ikutan seleksi itu, karena males banget belajar, so aku masuk PTN gak lewat situ. SNMPTN 2011 akan berlangsung 2 hari, Selasa-Rabu, 31 Mei-1 Juni 2011. Tahun ini ada sekitar 60 PTN yang berpartisipasi dalam seleksi nasional dan ada sekitar 800 ribu calon mahasiswa yang mengikuti seleksi. Wow...jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah mahasiswa yang ikut seleksi tahun 2010.
Tiap pagi biasanya nganter mamah ke kantor jam 7 kurang 5 menit. Tapi pagi ini baru jam 6 mamah udah heboh minta aku siap-siap nganter. Ternyata hari ini beliau ngawas ujian SNMPTN dan harus sudah berada di lokasi jam 06.30. Habis nganter mamah langsung meluncur ke kosan adekku yang baru lulus SMA. Hari ini dia minta dianter ke lokasi SNMPTN. Kebetulan tempat ujiannya di kampusku. Aku samperin dia di kosan dan aku antar dia ke kampus. Aku antar dia sampe nemu ruangannya. Kutemenin dia beberapa saat dan membuat dia agar sedikit lebih rilex karena dia lumayan grogi. Sukses ya buat dek Izah, moga bisa study psikologi di salah satu UGM, UNNES or UNDIP. Aamiin...
Jam 7 aku tinggalin dia. Aku meluncur ke perpus. Masih terlalu pagi, so perpus belum buka. Aku duduk-duduk di taman depan perpus. Aku buka laptop dan buka-buka email. Tiba-tiba ada mba-mba yang menghampiri aku. Aku gak asing sama dia. Kita ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia mba angkatanku di kampus tapi kami beda program studi. Dan ternyata kami senasib, kecemplung di dunia yang sama. Dunia apa itu?? Dunia persilatan,hehe...becanda. Kami sama-sama kecemplung di dunia per"les-les"an alias bimbingan belajar. Bimbel yang ditinggal nikah keenam temanku dan kini tinggalah aku seorang. Jam 8 perpus buka, setelah bertukar nomor hp kami berpisah. Aku masuk ke perpus dan dia pergi ke bank yang gak jauh dari perpus. Ternyata kartu perpusku udah expired. Gimana gak expired, harusnya berlaku 2 tahun, lha ini hampir 3 tahun belum lulus (padahal udah pengen banget lulus ). Hmm...kudu diperbarui lagi kartu perpusnya.
Dari perpus aku meluncur ke fakultas untuk ambil draf TA ke dosen pembimbing. Nunggu hampir sejam beliau gak rawuh-rawuh juga. Aku sms beliau dan ternyata beliau lagi ngurusin SNMPTN sebagai koordinator lapangan. Beliau bales "besok siang aja ya mba...". Oke dech...moga besok siang bisa ketemu beliau. Dari fakultas aku ke kosan temen. Wah...parah...kosan kosong gak ada penghuni tapi pintu tak terkunci. Jam 11 aku janji njemput adekku yang sekarang lagi SNMPTN. Daripada bengong nunggu jam 11, sambil maem gado-gado aku posting dech. Hey...bentar lagi jam 11, udahan dulu ah...c u later.
Tiap pagi biasanya nganter mamah ke kantor jam 7 kurang 5 menit. Tapi pagi ini baru jam 6 mamah udah heboh minta aku siap-siap nganter. Ternyata hari ini beliau ngawas ujian SNMPTN dan harus sudah berada di lokasi jam 06.30. Habis nganter mamah langsung meluncur ke kosan adekku yang baru lulus SMA. Hari ini dia minta dianter ke lokasi SNMPTN. Kebetulan tempat ujiannya di kampusku. Aku samperin dia di kosan dan aku antar dia ke kampus. Aku antar dia sampe nemu ruangannya. Kutemenin dia beberapa saat dan membuat dia agar sedikit lebih rilex karena dia lumayan grogi. Sukses ya buat dek Izah, moga bisa study psikologi di salah satu UGM, UNNES or UNDIP. Aamiin...
Jam 7 aku tinggalin dia. Aku meluncur ke perpus. Masih terlalu pagi, so perpus belum buka. Aku duduk-duduk di taman depan perpus. Aku buka laptop dan buka-buka email. Tiba-tiba ada mba-mba yang menghampiri aku. Aku gak asing sama dia. Kita ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia mba angkatanku di kampus tapi kami beda program studi. Dan ternyata kami senasib, kecemplung di dunia yang sama. Dunia apa itu?? Dunia persilatan,hehe...becanda. Kami sama-sama kecemplung di dunia per"les-les"an alias bimbingan belajar. Bimbel yang ditinggal nikah keenam temanku dan kini tinggalah aku seorang. Jam 8 perpus buka, setelah bertukar nomor hp kami berpisah. Aku masuk ke perpus dan dia pergi ke bank yang gak jauh dari perpus. Ternyata kartu perpusku udah expired. Gimana gak expired, harusnya berlaku 2 tahun, lha ini hampir 3 tahun belum lulus (padahal udah pengen banget lulus ). Hmm...kudu diperbarui lagi kartu perpusnya.
Dari perpus aku meluncur ke fakultas untuk ambil draf TA ke dosen pembimbing. Nunggu hampir sejam beliau gak rawuh-rawuh juga. Aku sms beliau dan ternyata beliau lagi ngurusin SNMPTN sebagai koordinator lapangan. Beliau bales "besok siang aja ya mba...". Oke dech...moga besok siang bisa ketemu beliau. Dari fakultas aku ke kosan temen. Wah...parah...kosan kosong gak ada penghuni tapi pintu tak terkunci. Jam 11 aku janji njemput adekku yang sekarang lagi SNMPTN. Daripada bengong nunggu jam 11, sambil maem gado-gado aku posting dech. Hey...bentar lagi jam 11, udahan dulu ah...c u later.
Senin, 30 Mei 2011
Never Shake Your Baby to Avoide Shaken Baby Syndrome (SBS)
Siang tadi nonton news program di salah satu stasiun tv, ada info menarik tentang shaken baby syndrome. Beneran aku baru tahu tadi ada penyakit yang namanya shaken baby syndrome. Kalo dilihat dari namanya shaken artinya digoyang/digoncang. Shaken baby syndrome itu penyakit yang ditimbulkan akibat dari goncangan yang dialami bayi. Goncangan itu biasanya karena si bayi terlalu keras diayun atau ditimang.
Hampir semua orang dewasa ketika melihat anak kecil atau bayi menangis pasti akan menggendongnya kemudian menimangnya atau mengayun-ayunnya. Gak sedikit juga orang tua yang sedang bermain dengan anaknya, melakukan gerakan: mengangkat-angkat atau menjunjung anaknya ke atas, memutar-mutarnya seperti gerakan pesawat terbang, mengajaknya berlari-lari dengan meletakkan anaknya di bahu atau punggungnya. Kalo orang jawa ada juga yang kebiasaan "ngudang" dan "ngungkang-ungkang" anak. Sebenernya gerakan-gerakan itu menimbulkan goncangan pada si bayi atau si anak.
Selama ini aku gak ngeh, ternyata gerakan seperti berbahaya bagi si bayi. Aku kalo main dengan anak teman-temanku juga suka melakukan itu. Kuangkat tubuh mereka ke atas, kuayun-ayun bahkan pernah main bola plastik dengan dedek fadhli yang baru 1,5 tahun dan kuarahkan bola ke kepala dedek karena dia yang meminta dan dia suka meniru gerakan kepalaku menyundul bola. Kudu lebih hati-hati nich. Tapi sich sampai saat ini alhamdulillah mereka baik-baik aja.
Kamis, 26 Mei 2011
I will graduate as soon as possible
Salah satu penyakitnya mahasiswa yang lagi nggarap tugas akhir adalah RASA MALAS. Udah setahun lebih aku terjangkit penyakit itu. Aku juga gak percaya kok bisa ya aku gini. Biasanya aku bisa mendahului teman-temanku untuk urusan akademik. Tapi untuk kali ini kenapa susaaaah banget untuk segera menyelesaikan tugas akhirku. Dan aku lebih enjoy menyelesaikan urusan-urusanku yang lain.
Seminar proposal udah setahun lebih. Kalo gak salah, aku dulu seminar proposal/kolokium pas bulan Maret 2010. Penelitian pun udah kelar akhir tahun 2010. Sejak kolokium sampai hari ini aku belum pernah konsultasi dengan dosen pembimbingku. Proposal belum kurevisi dan draf tesis sama sekali belum pernah kuajukan. Hmmm...parah euy.
Jum'at kemaren aku ketemu dua dosen pembimbingku sekaligus di acara syukuran wisuda beberapa temen-temenku. Dari 10 temen seangkatan, periode Juni kemaren ada 5 yang wisuda. Selamat ya buat Bu Asih, Pak Edi, Pak Jum, Mba Okti 'n Maz Ozie. Waktu aku dateng ke acara syukuran itu, ternyata 2 orang dosen pembimbingku dan 1 orang pembimbing akademikku sudah rawuh terlebih dahulu. Waduw...aku menyapa mereka kemudian duduk pas di hadapan beliau bertiga. Langsung pembicaraan kami mengarah ke masalah study. Pesen dosen pembimbing akademikku, "segera diselesaikan, semakin ditunda akan semakin lama". Saat itu aku janji ke dosen pembimbingku pekan ini aku akan mengajukan draf tesisku.
Moga malem ini bisa lembur untuk menyelesaikan sedikit yang masih perlu diselesaikan. Besok pagi bisa langsung dicetak dan disampaikan ke dosen pembimbingku. Aku sendiri sudah sangat ingin lulus. Tiap hari rasanya telingaku udah bosen selalu mendengar nasihat-nasihat dari mamah papah yang selalu saja minta aku untuk segera lulus. Dan bosan menjawab tiap kali ketemu orang selalu ditanya "udah lulus belum?"
Bismillah, i'll graduate as soon as possible. What will be happened after graduating my study, let's see then. Just do what can i do to finish it soon. I'm sure Alloh Has a nice plan for me, for my future.
Seminar proposal udah setahun lebih. Kalo gak salah, aku dulu seminar proposal/kolokium pas bulan Maret 2010. Penelitian pun udah kelar akhir tahun 2010. Sejak kolokium sampai hari ini aku belum pernah konsultasi dengan dosen pembimbingku. Proposal belum kurevisi dan draf tesis sama sekali belum pernah kuajukan. Hmmm...parah euy.
Jum'at kemaren aku ketemu dua dosen pembimbingku sekaligus di acara syukuran wisuda beberapa temen-temenku. Dari 10 temen seangkatan, periode Juni kemaren ada 5 yang wisuda. Selamat ya buat Bu Asih, Pak Edi, Pak Jum, Mba Okti 'n Maz Ozie. Waktu aku dateng ke acara syukuran itu, ternyata 2 orang dosen pembimbingku dan 1 orang pembimbing akademikku sudah rawuh terlebih dahulu. Waduw...aku menyapa mereka kemudian duduk pas di hadapan beliau bertiga. Langsung pembicaraan kami mengarah ke masalah study. Pesen dosen pembimbing akademikku, "segera diselesaikan, semakin ditunda akan semakin lama". Saat itu aku janji ke dosen pembimbingku pekan ini aku akan mengajukan draf tesisku.
Moga malem ini bisa lembur untuk menyelesaikan sedikit yang masih perlu diselesaikan. Besok pagi bisa langsung dicetak dan disampaikan ke dosen pembimbingku. Aku sendiri sudah sangat ingin lulus. Tiap hari rasanya telingaku udah bosen selalu mendengar nasihat-nasihat dari mamah papah yang selalu saja minta aku untuk segera lulus. Dan bosan menjawab tiap kali ketemu orang selalu ditanya "udah lulus belum?"
Bismillah, i'll graduate as soon as possible. What will be happened after graduating my study, let's see then. Just do what can i do to finish it soon. I'm sure Alloh Has a nice plan for me, for my future.
Senin, 16 Mei 2011
Very Exciting Trip to Banjar with My Beloved Motorbike and Beloved Friends
| Belalang Tempur-ku |
Dari rumah berangkat kurang persiapan., lupa bawa mantel 'n slayer, hape juga ketinggalan. Hmm lengkap sudah. Sebenernya berangkat mau pake motor papah yang [agak] lebih beres. Tapi ditungguin sampe jam 7.30 gak pulang-pulang juga dari masjid agung. Padahal aku janjian sama adek-adek jam 7. Karena gak sabar nunggu, akhirnya aku meluncur dengan belalang tempurku (gak keren banget ya namanya, padahal dulu pas sma aku pernah punya motor andalan yang jadi tulang punggung rohis kalo pas ada event, dan sama temen-temen dikasih nama motor ashabul kahfi). Sempet ragu sebenernya mau bawa motor itu. Ya memang kondisi mesinnya yang udah gak ok lagi, ban depan udah tipis, rem tangan udah gak beres ditambah rantai yang udah kendo. Wow...dengan segala kekurangannya, bismillah kuputuskan untuk tetap melaju.
Dari rumah aku meluncur ke kosan temanku. Di sana adek-adekku udah nunggu. Sebelum berangkat kita ngobrol-ngobrol dulu. Obrolannya apa, aku posting besok-besok aja ya. Jam 9 kami siap-siap berangkat. Tapi karena kudu tunggu-tungguan, kayaknya baru berangkat ke Banjar sekitar jam 10-an. Aku sebagai penunjuk jalan. Sepanjang jalan mulut tak henti berdzikir. Jalan tanjakan dan turunan motorku masih bisa melaluinya dan alhamdulillah tanpa harus nyasar bisa sampe ke Pucung Bedug sebelum duhur di tempat tujuan pertama, yaitu acara walimah salah seorang adekku. Sesampainya di sana tamu sudah agak sepi karena memang kami datang lumayan telat. Kuucapkan padanya barakollah, semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh. Jadi inget saat dia pamit pada temen-temennya ahad kemaren, mereka kaget, bengong dan terkejut karena memang diantara yang lain dialah yang pertama. Semoga dimanapun dia dan suami nantinya, semoga tetap semangat tholabul 'ilmi 'n tetep istiqomah untuk iqomatuddin. Be a "zaujah sholihah". Gak nyangka bakal secepat ini, padahal aku belum bisa menjadi mba yang baik untuknya. But, i'm sure that's the best for her.
Sabtu, 14 Mei 2011
Singkat tapi Semoga Menjadi Penguat
Kalimat yang singkat tapi semoga bisa menjadi penguat disaat kita tidak semangat, lemah, futur dan terpuruk. Selama ini ketika aku ditanya, untuk apa kamu berdakwah? Untuk apa kamu berlelah-lelah? Untuk apa kamu mengorbankan harta, jiwa, pikiran dan tenaga (walaupun baru sedikiiiit sekali)? Pasti akan kujawab untuk Islam, untuk menegakkan agama Alloh dan untuk memenangkan Islam. Dari jawaban itu seolah-olah, Islam lah yang membutuhkan kita agar tegak di bumi ini. Padahal, Alloh tidak membutuhkan kita untuk menegakkan Islam. Sangat mudah bagi Alloh untuk menegakkannya. Tapi justru kita lah yang membutuhkan Alloh. Kita yang butuh dakwah. Kita yang butuh untuk iqomatuddin. Kita yang butuh berlelah-lelah, bersusah payah dan berkorban. Untuk apa kita butuh itu semua? Kita membutuhkan itu semua agar Alloh senantiasa menguatkan kita untuk berpegang teguh pada prinsip kita, yang dengan prinsip yang kita pegang erat itu, Alloh akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Wallohu a'lam bis showab
Langganan:
Postingan (Atom)























