Jumat, 29 Oktober 2010

Naksir sama Sanggojae


Belum lama kemarin, di salah satu stasiun televisi swasta diputar drama Korea yang judul Personal Taste. Yang menarik dari drama tersebut adalah salah satu setting tempatnya yaitu di sebuah rumah tradisional Korea, yang diberi nama Sanggojae, yang artinya tempat membagi kebahagiaan.

Kalo digambarkan, rumah Sanggojae itu rumah yang materi utamanya terbuat dari kayu, tiang penyangganya dari kayu, lantainya ubin, batas antar ruangan juga dari kayu dan bahan semacam kertas. Bangunan dibuat lebih tinggi dari tanah tapi gak setinggi rumah panggung. Ada ruang-ruang yang tidak menyatu dengan rumah utama. Yang paling unik dari rumah Sanggojae adalah kursi dan meja tamunya yang sengaja dibuat lebih rendah dari lantai (kalo yang belum pernah liat mesti bingung ngebayanginnya).

Tapi ada yang gak pas kalau mau mbikin rumah yang konsepnya mirip dengan Sanggojae di lingkungan tempat tinggalku sekarang . Kesan yang terlihat dari rumah Sanggojae adalah tertutup dan tidak bersahabat karena rumah dikelilingi tembok yang tinggi dan cuma ada 1 pintu untuk akses keluar masuk yang ukurannya kecil dan selalu tertutup. Beda banget dengan rumah-rumah di Indonesia yang open. Perlu ada penyesuaian untuk membuat rumah yang konsepnya mirip rumah Sanggojae di lingkungan tempat tinggalku sekarang.

Kalo ada yang penasaran kayak apa rumah Sanggojae, ini ada gambar-gambar yang aku ambil dari drama Korea yang judulnya Personal Taste

Sanggojae terlihat dari atas
Pintu depan Sanggojae
Sanggojae terbuat dari kayu
Meja dan kursi tamu Sanggojae
Kamar Park Gae In
Sanggojae tampak dari depan

Dari Wasior, Mentawai hingga Merapi, Lengkaplah Sudah

Bencana demi bencana, musibah demi musibah atau ujian demi ujian terjadi di Indonesia dari ujung timur ke ujung barat. Banjir bandang dan terparah sepanjang sejarah di Wasior terjadi 4 Oktober 2010. Disusul tsunami 3 pekan kemudian di Mentawai pada 25 Oktober 2010. Terakhir sang Merapi tidak kuat lagi menahan apa yang ada dalam perutnya hingga menyemburkan lahar dan awan panas hingga menewaskan puluhan orang termasuk si pemegang kunci Mbah Marijan, pada 26 Oktober 2010.

Korban jiwa yang meninggal maupun yang masih hilang terus bertambah. Banjir Wasior telah membuat 101 orang manjadi korban. Tsunami Mentawai yang hanya 15 menit, menewaskan 200 warga dan 400 dinyatakan hilang. Sementara Letusan Merapi telah menghilangkan nyawa 29 orang.

Lengkaplah sudah...lengkapnya ujian ini pun megundang simpati masyarakat se-Indonesia bahkan seantero dunia, melalui media jejaring sosial twitter, banyak tokoh politik dunia hingga artis memberikan simpati atas musibah di Indonesia. Sebut saja Obama dan istrinya, Tom Cruisse, Justin Bieber, Prince Jackson yang menuliskan rasa prihatinnya atas musibah yang terjadi di Indonesia.

Sedemikian parahkah kondisi Indonesia? Siapa yang menyebabkan semua ini? Mengapa alam ini mulai tak bersabahat dengan diri kita? Marilah apa yang telah terjadi menjadi satu bahan muhasabah untuk diri ini. Untuk perbaikan ke depan. Ya Alloh jadilah kami insan yang mampu mengambil ibroh atas setiap musibah dan ujian yang terjadi sehingga kami bisa memperbaiki kelalaian kami.