Selasa, 10 Juni 2014

Anak Abah dan Umi Tercinta, HASAN...

Tepat 11 hari aku menyandang predikat umi. Sebuah predikat yang kuperoleh dengan sebuah perjuangan yang tak kusangka sebegitu beratnya. Tak dapat kuungkap dengan kata-kata. Namun dapat kuungkap dengan air mata yang spontan mengalir saat kudengar tangismu anakku Hasan. Ingin rasanya langsung kudekap erat dirimu saat itu, namun apa daya, umi masih terkapar di bawah lampu operasi.
Sungguh tak terbayang harus kulalui ini. Setelah umi berjuang hampir 12 jam untuk persalinan normal namun tidak berhasil. Alloh berkehendak lain dan pasti apa yang Alloh kehendaki itulah yang terbaik.
Mamah...sekarang aku telah merasakan perjuangan menjadi seorang umi. Ternyata berat. Maaf ya mah...jika selama ini banyak kesalahan telah kubuat dan itu menyakitimu. Doakan aku ya mah...agar aku bisa mendidik putraku, cucu mamah dan papah tercinta. Sungguh masih sangat panjang perjalananku membesarkan dan mendidik mereka.
Suamiku...sekarang kita telah menjadi abah dan umi. Doa kita untuk dikarunia buah hati penyejuk pandangan telah Alloh kabulkan. Mari kita eratkan pegangan tangan kita. Kita bimbing dek Hasan menjadi seorang mujahid. Ingatkan umi saat umi lupa ya bah... Doakan umi supaya jadi umi yang tangguh. Menjadi menjadi mar'ah sholihah, zaujah sholihah dan ummu murobbiyah seperti yang selalu abah sampaikan pada umi. Maafkan umi ya bah jika umi belum bisa menjadi apa yang abah harapkan. Bimbing dan doakan umi selalu. Umi sayang abah... Semoga Alloh persatukan kita di dunia dan di jannah-Nya, aamiin...
Putraku Hasan...abah memberimu nama Hasan agar kelak engkau menjadi seorang yang dapat mempersatukan kaum muslimin seperti Hasan cucu Rosululloh. Tumbuhlah anakku menjadi pribadi yang sholeh, cerdas, kuat dan berjiwa pejuang. Semoga abah dan umi bisa mengantarmu menjadi pejuang Islam. Abah dan umi sayang dek Hasan.
Robbi...perkenankan doa-doa kami dan ampunkan dosa-dosa kami...aamiin

Di pojok kamar kita ditemani dek Hasan yang sedang bobok nyenyak. Purwokerto, 10 Juni 2014, 02:53

Selasa, 04 Maret 2014

Doaku untuk Kita

Pernah suatu kali di bulan pertama pernikahan kita, kebetulan saat itu adalah bulan romadhon, kau mengirimku sebuah sms yang intinya begini "apa doa yang kau minta setiap kali waktu berbuka?". Diantara sederet doa yang lain, aku hanya kirimkan padamu ini melalui sms
Doaku untuk kita..."Robbi...kuatkan ikatan cinta diantara kami,jadikan kami pasangan suami istri yang selalu bersyukur dan bersabar atas nikmat dan ujian yg Engkau berikan pada kami dalam mengarungi bahtera rumah tangga..karuniakan pada kami buah hati penyejuk mata di waktu terbaik menurut Engkau..
Aamiin..."
Dan ternyata kau simpan smsku itu, dan pada waktu-waktu tertentu dan entah sudah berapa kali kau kirim lagi smsku itu padaku. Selalu saja muncul sebuah perasaan yang sulit aku ungkapkan setiap kali kau kirim ulang smsku itu padaku. Jazakumulloh selalu mengingatkanku untuk selalu bersyukur dan bersabar. Jazakumulloh atas cinta dan kasih sayang yang kau berikan padaku. Maafkan aku jika belum bisa menjadi istri seperti yang kau harapkan. Bimbing aku selalu. Semoga kau selalu gandeng aku dan anak-anak kita kelak menuju jannahNya. Aamiin ya Robb...
Sungguh, aku mencintaimu karena Alloh...

Senin, 13 Januari 2014

Jangan Katakan "Kapan Semua Ini Usai?"

Enam bulan sudah aku menjadi seorang istri. Enam bulan juga aku meninggalkan Purwokerto. Kota dimana kuhabiskan masa kecilku hingga aku menikah. Bahkan seluruh masa akhwatku semua kulalui di kota nan SATRIA itu. Saat ini, di kota yang kata orang istimewa ini [baca:Yogyakarta], aku tak bisa melupakan masa-masa akhwatku di Purwokerto. Penuh semangat, ceria, penuh warna, bahagia walaupun terkadang juga terselip rasa lelah, sedih, air mata dan sejuta rasa lainnya. Hari-hari itu kulewati seolah tak mengijinkanku untuk sejenak beristirahat. Masa-masa pasca lulus kuliah yang penuh tantangan. Agenda-agenda dakwah, mengajar bimbel sebagai kesibukan agar orang tua melihat bahwa aku "bekerja", tuntutan orang untuk segera menikah dan berkarir sesuai ijazah s2 ku. Hmm..kunikmati masa-masa itu selama 2 tahun. Nikmat benar rasanya, walau sesekali di tengah penatnya hari, diantara setumpuk masalah yang datang, di sela-sela lelahnya fisik yang tak jarang juga pulang hingga malam, terkadang mata ini basah dan hati ini berteriak "Kapan semua ini usai? Kapan Alloh hadirkan seorang laki-laki yang akan menjadi imamku?".
Pikirku saat itu simple, dengan menikah selesai sudah semua masalah. Aku tidak harus pergi pagi pulang malam untuk berbagai macam aktivitas yang begitu melelahkan itu.
Dan benar, setelah menikah sepanjang hari kuhabiskan waktuku di rumah. Walaupun sebenernya aktivitas dakwah dan mengajar tetap aku jalani. Tapi semua itu tak sepadat dulu. Kalo dulu semasa akhwat, tiada hari tanpa keluar rumah untuk urusan dakwah, saat ini sepekan mungkin hanya 2 atau 3 kali saja. Kalo dulu keluar rumah untuk mengajar sehari bisa sampai 4 atau 5 tempat, sekarang sehari paling sekali dan itu pun dirumah.
Aku menyesal karenda dulu pernah terbersit dalam hati sebuah pertanyaan "kapan semua ini usai?" Karena kini, aku benar-benar merindukan masa akhwatku. Masa dimana sepanjang hari tidak ada waktu untuk istirahat. Dulu tangisku ingin semua itu usai. Kini tangisku justru karena merindukan masa itu. Hmm...6 bulan masih kurang buatku untuk beradaptasi dengan aktivitas sebagai seorang istri yang lebih banyak memanfaatkan waktu di rumah. Dulu semasa akhwat, bisa berangkat jam 7 pagi pulang jam 7 malam, sekarang sejak pagi hingga pagi lagi tinggal di dalam rumah. Harus kreatif dalam memanfaatkan waktu di rumah untuk hal-hal positif. Bekal yang diperoleh semasa akhwat harus dijadikan modal untuk mengembangkan diri setelah menjadi ummahat. Dan pesanku untuk para akhwat, nikmati dan nikmati masa-masa akhwatmu, karena itu nanti yang akan sangat dirindukan. Maksimalkan peranmu sebagai seorang hamba Alloh, sebagai murabbiyah dan sebagai seorang anak. Jangan katakan kapan semua ini usai? Karena ketika usai, justru kita akan sangat merindukannya dan ingin kembali ke masa itu.
#Mungkin kalo sudah jadi umi, gak segitunya merasa kesepian karena ada dedek yang menemani. Buat dedek yang masih di perut umi, umi tunggu kehadiranmu sayang..kita akan habiskan banyak waktu kita bersama-sama..

Sabtu, 29 Juni 2013

'Afwan dan Jazakumulloh...

Aku lupa kapan pertama kali berjumpa dengan beliau. Kalau tidak salah sejak saat aku masih duduk di kelas 1 SMA. Saat itu aku masih suka pakai kaos oblong dan celana jeans. Pernah suatu sore aku bertemu dengan beliau di angkot waktu aku mau berangkat les. Saat itu beliau menggendong putri ketiganya yang masih bayi. Sekarang putra-putri beliau sudah 7, subhanalloh. Aku yakin beliau sudah lupa dengan pertemuan itu, tapi aku gak akan lupa. Saat itu aku malu-malu gimanaaaa gitu, gimana gak malu aku belum memakai jilbab sedangkan beliau berpakaian syar'i.
Aku belajar banyak hal dari beliau. Banyaaaaak sekaliiii....Kalo ngobrol sama beliau gak cukup waktu 1 jam. Terkadang 2-3 jam tidak terasa. Pengalaman hidup, perjuangan, pengorbanan, prioritas, totalitas, semuanya...semua aku belajar dari beliau. Semoga Alloh selalu melindungi dan menjaga beliau, suami dan putra-putrinya, aamiin.
Ucapakan terimakasih saja tak sebanding dengan pelajaran-pelajaran berharga yang beliau berikan padaku. Beliau tegas tapi ketegasannya menunjukkan kasih sayangnya. Pernah suatu kali aku ditegur beliau. Wow...teguran itu bikin aku mengalir ngalir. Semingguan aku merenungkan teguran itu. Tapi dampak positif dari teguran itu aku rasakan hingga saat ini dan menjadi satu pelajaran yang gak akan pernah aku lupa.
Aku gak pernah mengungkapkan secara langsung kalo aku sayang beliau, tapi sungguh aku sayang beliau. Bagiku beliau adalah kakak, ibu dan guru. Pertemuan tadi siang semoga menjadi satu kekuatan buatku untuk melangkah ke depan. Sebagai bekal menjadi seorang hamba Alloh, menjadi istri pendamping pejuang Islam, menjadi murobbiyah dan menjadi seorang muqimmuddin. Doakan aku selalu ya mba...semoga kita bertemu dengan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Maafkan kalau aku selama ini belum melakukan yang terbaik. Semoga adek-adekku jauuuuuh lebih baik dari aku. 'Afwan atas semua khilafku dan jazakumullah atas semua ilmu yang kau beri.

Rabu, 26 Juni 2013

thnx for precious advices

ikhlas
ridlo
yakin
sabar
istiqomah
qonaah
tegar
penyemangat
gak boleh lemah
harus kuat
manajemen keuangan
prioritas
belajar prihatin
komunikasi
perhatian
dakwah
iqomatuddin
kontribusi untuk umat
infak
memaksimalkan potensi
wirausaha
menata hati
saling mengingatkan
partner
mendidik anak
kenali karakter
mencintai
saling mengenal dan tafahum
memberikan yang terbaik
terima kekurangan
#hmmm...precious advices...ridloi dan berkahi ya Robbi...bismillah...

Sabtu, 01 Juni 2013

Chocolate Ball


Dari sebungkus roti mari bisa jadi camilan yummy, chocolate ball namanya...Mari kita simak bahan-bahan dan cara membuatnya.
Bahan:
  1. 1 Bungkus roti mari (bisa menghasilkan 11 butir chocolate ball)
  2. 2 sachet susu kental manis rasa coklat
  3. Untuk topping (gula halus, mises, coklat butir warna warni, keju)
Cara membuat:
  1. Hancurkan roti mari menggunakan blender hingga halus seperti tepung.
  2. Tambahkan 2 sachet susu kental manis rasa coklat, uleni sampai kalis lalu bentuk bulat.
  3. Letakkan bola-bola coklat pada cup kertas lalu beri taburan sesuai selera.
  4. Masukkan ke dalam lemari es beberapa jam hingga agak keras.
  5. Keluarkan dari lemari es dan siap dihidangkan.



Sabtu, 25 Mei 2013

Rindu

Aku bersama mereka tapi aku rindu. Sehari semalam kita bercengkerama tapi rindu semakin terasa. Kulihat canda tawa mereka, ku semakin tahu kalau aku rindu mereka. Aku di sini, merekapun di sini, tapi rasa rindu ini tak terganti. Rindu....sungguh ini rindu....ini bukan cemburu, tapi benar-benar rindu. I miss you....biarlah kutitipkan rindu ini hanya padaNya dan Dia-lah yang akan menyampaikan rasa rindu ini pada mereka :'(

Rabu, 24 April 2013

9:24

Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. 

Senin, 22 April 2013

Aku Tak Ingin Bara di Genggaman Ini Padam

Telinga ini berulang mendengar kisah-kisah. Kekaguman dan kesalutan adalah ekspresi yang tergambarkan. Aku bilang mereka hebat. Aku ingin mengikuti jejak itu. Tapi sepertinya tidaklah mudah. Sulitkah? Entah...aku belum melaluinya. Aku menerka sulit. Tapi semua akan mudah jika Alloh berkehendak dan ada kesungguhan dan kebulatan tekad. Sungguh, aku mau. Aku ingin. Kuingin ambil bagian. Bagian yang tak banyak orang mau dan mampu mengembannya. Robbi...mantapkan langkah kaki ini. Kuatkan punggung ini. Teguhkan hati ini. Eratkan genggaman tangan ini dalam memegang bara itu. Agar ia tak padam. Aku tak ingin bara di genggaman ini padam.

Sabtu, 06 April 2013

Donor Yuuuuk!!!


Rekor nich...2 bulan lebih gak ngeposting. Paling kalo buka blog cuma bales komen-komen aja. Sejak di rumah ada bimbel, waktunya lumayan padet buat ngajar, jadi gak sempet nge-posting, padahal sering muncul ide buat ditulis tapi apa daya, kalo ba'da isya udah tepar dan akhirnya terlelap, hehe. Alhamdulillah, pelan-pelan bimbel di rumah berjalan dan mudah-mudahan semakin banyak siswanya dan kedepan bisa lebih OK dan SMART baik siswanya maupun tentornya.

Tepat sebulan yang lalu, 6 Maret 2013...aku membuat sejarah dalam hidupku [yang ini asli lebay,hehehe...]. Yap, baru pertama kalinya seumur hidupku aku menjadi pendonor darah. Sejak dulu aku takut sama jarum suntik gede. Dulu aja waktu sakit thypus, saking gak maunya ketemu jarum suntik infus yang gede itu, aku ngotot gak mau dirawat di rumah sakit. Walhasil, dua kali kena thypus hanya dirawat di rumah saja. Alhamdulillah bisa cepet sembuh, karena ada perawat super keren yaitu mamahku he....[tapi tetep...yang nyembuhin ya pasti Alloh]. Aku beraninya sama jarum yang buat nusuk waktu bekam, yang kecil banget itu lho ujungnya, hehe...

Tapi entah kenapa, 6 Maret yang lalu aku kok tiba2 terinspirasi untuk jadi pendonor darah. Awal ceritanya gini, sehari sebelum donor darah, di pagi hari aku liat acara bincang-bincang di TVRI yang ngebahas tentang donor darah. Disitu dijelasin manfaat dari donor darah. Diantaranya bisa meningkatkan produksi sel darah merah, menurunkan resiko sakit jantung, membakar kalor, dll.
Setelah acara itu, jadi muncul keinginan buat donor darah. Trus siangnya, ada seorang temen akhwat yang sms 'n telfon, tanya-tanya tentang PMI karena dia mau donor. Aku langsung bales aja, yuk kapan-kapan kita donor. Eh lah kok sorenya, Bu Lik ku yang kerja di RRI main ke rumah, trus dia cerita kalo besok pagi di kantornya mau diadain donor darah. Langsung aja aku bilang ke bu lik kalo besok pagi aku mau ikutan donor dan aku ajak temenku yang juga pengen donor. Esok harinya, aku datangi RRI untuk donor darah pertama kali dalam hidupku. Prosesnya sebenernya gak lama, paling 10-15 menit. Tapi karena itu acaranya massal, jadi antrinya yang lumayan lama. Alhamdulillah...hasil tes sesaat sebelum donor aku dinyatakan memenuhi syarat untuk jadi donor. Akhirnya aku request minta diambil darahnya sama petugas yang putri, terus setelah berbaring dan ditusuk lengan kirinya pake jarum yang gede itu, darahku diambil sebanyak 350 cc. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Selesai donor, pasti dikasih pembangkit tenaga. Kalo dulu aku liat pas sma, para pendonor diberi mie kuah dan susu hangat, sekarang lebih modern [alias males repot]. Para pendonor dikasih p*p mie, susu kotak dan biskuit. Aku pengen selang 3 bulan dari donor pertamaku [Juni 2013], aku mau donor lagi untuk yang kedua. Itu ceritaku tentang donor darah pertamaku, sekian, terimaksih...hehehe.

Selasa, 29 Januari 2013

Generasi 5:54


Mengingat kembali materi generasi 5:54 yang sudah berapa kali kudapat dan kusampaikan. Siapa mereka generasi 5:54?
1. Alloh mencintai mereka dan mereka pun mencintai Alloh.
2. Lemah lembut pada orang-orang mukmin.
3. Keras pada orang-orang kafir.
4. Berjihad di jalan Alloh
5. Tidak takut pada celaan orang yang suka mencela.
Yuk qt jadikan diri kita generasi 5:54 yang dicintai Alloh karena selalu mengkhidmatkan diri kita selalu berada di jalan-Nya.

Jumat, 18 Januari 2013

Aku Jadi Arsitek ^_^ dengan Home Plan Pro

Waktu kecil aku pernah punya cita-cita jadi arsitek. Saat SD aku punya buku tulis, yang berisi gambar-gambar denah rumah yang kugambar sendiri. Tiap aku main ke rumah teman atau siapapun, aku suka mengamati dengan seksama detail rumahnya. Sesampainya di rumah aku gambar denah rumah itu lengkap beserta ukurannya. Tapi buku itu sekarang entah dimana dan aku sudah terlanjur tidak jadi arsitek [mudah2an punya suami arsitek, hehe...ngarep.com]. Rasa penasaranku pada dunia "design rumah" hingga saat ini belum ilang juga. Dulu aku pernah cari-cari software buat gambar design rumah, tapi udah didownload ternyata gak bisa kuinstal. Nah, 2 hari yang lalu, tiba-tiba rasa penasaranku muncul lagi. Aku coba browsing lagi dan akhirnya kutemukan free software Home Plan Pro. Aku download dan aku instal software itu, lalu aku buka. Tanpa kubaca tutorialnya, cuma pencet ini itu, coba itu ini dan akhirnya tidak begitu sulit untuk membuat sebuah design rumah sederhana. Gak sampai 1 jam aku selesaikan gambar sebuah denah rumah. Yang pertama aku gambar adalah denah rumah yang kuhuni bersama keluarga sejak awal Desember 2011 yang lalu. Rumah kedua yang aku gambar adalah rumah lama kami yang sudah sedikit aku ubah sesuai keinginanku. Buat temen-temen yang gak kesampaian jadi arsitek [kayak aku] dan pengen desain rumah sendiri, sila download software Home Plan Pro di sini. Met mencoba bagi yang pengen desain rumah sendiri.
rumah selatan

rumah utara

Jumat, 28 Desember 2012

Hasil Jepretan Kamera DSLR dari Smartphone Android

Smartphone android memiliki kelebihan dibanding smartphone lainnya. Karena sifatnya yang open source, membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengembangkan aplikasi yang dapat diunduh di playstore. Ratusan ribu aplikasi bisa diunduh baik yang berbayar maupun yang gratisan. Nah... bagi penyuka dunia fotografi namun memiliki kantong yang pas-pasan dan belum ada dana untuk beli kamera DSLR, dengan smartphone android kalian bisa berekspresi selaiknya memiliki kamere DSLR. Ada banyak aplikasi yang berhubungan dengan fotografi. Untuk menghasilkan gambar seperti hasil jepretan kamera DSLR aku gunakan 2 aplikasi yaitu CAMERA360 dan AFTERFOCUS. Bagi pengguna android sila dicoba.
hasil jepretan kamera android LG L3 E400 (3 Mega Pixel) menggunakan aplikasi CAMERA360
hasil editan menggunakan aplikasi CAMERA360 dengan effect HDR-soft, gambar lebih terang dan warna lebih tajam
hasil editan menggunakan aplikasi AFTERFOCUS yang memberi efek blur pada selain objek

Kamis, 27 Desember 2012

4Te:Tilawah,Terjemah,Tahfidz,Tafsir


Hari Sabtu, Ahad dan Senin yang lalu aku mengikuti pelatihan terjemah Al-Qur'an metode TAMYIZ. Penyelenggaranya adalah Komunitas Tamyiz Purwokerto. Penyelenggara menginginkan dari pelatihan tersebut, peserta bisa membagikan ilmunya kepada yang lain. Buatku sendiri, ikut pelatihan tersebut menjadi motivasiku untuk lebih mencintai lagi Al-Qur'an dengan menambah lagi porsi tilawahku, mencoba mengamalkan ilmu TAMYIZ tersebut dengan menerjemahkan Al-Qur'an [walaupun masih pelan-pelan sekali], menambah semangatku juga untuk tahfidz [jadi inget Ummu Syamil, yang sering ngingetin tentang tahfidz], dan terakhir aku juga ingin mengkhatamkan tafsirnya. Inget salah satu pesan ustadzahku, usahakan ketika akhwat itu menyelesaikan tafsir, jadi ketika ummahat bisa mendidik putra/putrinya dengan bekal tafsir yang sudah pernah kita khatamkan. Selain itu, aku juga berencana membagikan ilmu yang aku dapat pada adek-adek TPA ku. Semoga Alloh memudahkan dan menjadikanku seseorang yang mencintai Al-Qur'an dan kelak semoga Al-Qur'an yang aku cintai bisa memberiku syafa'at, aamiin.

Oya, buat teman-teman yang ingin mengetahui dan mempelajari metode TAMYIZ, kalian bisa mengikuti pelatihan yang sepertinya akan rutin diadakan oleh Komunitas Tamyiz Purwokerto. Sesuai kesepakatan di akhir acara pelatihan yang aku ikuti kemarin, rencana akan ada follow up nya, yang akan diselengarakan setiap hari ahad, jam 8 pagi sampai jam 4 sore di Masjid Gelora Indah. Aku tadi mendapat file materi pelatihan TAMYIZ 1, barangkali ada teman-teman yang mau download, sila download di sini. Semoga bermanfaat...salam KTP!!!

Kamis, 20 Desember 2012

Cinta2an ^_^

i love u | u love me | we're best friends like friend should be | with a great big hug n kiss from me 2 u | won't u say u love me too #4mybestsisters
Responses:
1. Love you coz alloh syg..mee too.;)
2. Loving u cz Alloh, so do I..sist..my wings are ready to bring u fly on the miracle of islam
3. yuupz...i lopz u to mb..
4. Haha...:-*
5. He, so sweet...Love u too sist...Smg krn Alloh sja...

Minggu, 18 November 2012

Pray for Palestine


Robbi...sangat mudah bagiMu membebaskan bumi Palestina dari Zionis Yahudi. Tapi Engkau tak melakukannya saat ini karena Engkau sedang menguji kami, siapa diantara kami yang bersungguh-sungguh turut berjuang membebaskannya. Kami yang berjarak ribuan mil dari bumi Palestina, sangat ingin berada di sisi saudara-saudara kami di sana untuk sama-sama berjuang. Namun, kami hanya bisa melihat perjuangan mereka dari tayangan televisi, membacanya di situs-situs islam, melihat gambar-gambar adik-adik kecil yang syahid terkena serangan rudal melalui internet. Ingin sekali kami memeluk mereka dan menguatkan mereka walaupun kami yakin mereka adalah orang-orang kuat yang telah Engkau pilih. Ampuni kami ya Robbi di saat kami belum mampu berjuang bersama mereka. Doa tulus kami semoga menjadi penguat dan penyemangat bagi para ikhwan pejuang, bagi para ummahat, bagi para akhwat dan adik-adik kecil kami. Ya Robbi, tolonglah para pejuang dan para muslim/ah di bumi Palestina. Mereka yang telah tiada semoga meraih syahid. Para ikhwan yang sedang berjuang semoga diberi kekuatan dan Engkau dekatkan kemenangan bagi mereka. Para ummahat, akhwat dan adik-adik kecil, semoga kalian selalu diberi kesabaran dan Alloh selalu menjaga kalian. Ampuni kami ya Ghofur, kami mengaku mencintai mereka namun kami belum mampu membersamai mereka untuk sama-sama berjuang. Doa tulus yang bisa kami berikan, semoga Engkau menolong para pejuang Palestina, mendekatkan kemenangan bagi mereka dan semoga kebinasaan menimpa Yahudi. Aamiin... Kami yakin, Palestine tomorrow will be free.