Tingginya Kesungguhan Seorang Perempuan yang Sangat Ingin Menggapai Ridlo Rabb-nya
Kamis, 30 Juni 2011
Aqidah Salafus Shalih
Mbuka-buka lagi sebuah buku yang aku kopi bertahun-tahun yang lalu dan udah tampak kucel sekali covernya. Kalo baca ini kudu dalam kondisi moodnya bagus, soalnya pembahasannya serius. Ada satu bab yang dibahas di buku ini tentang aqidah, yang sebelumnya didahului pembahasan tentang ghoyah. Kalo ibarat ghoyah itu kiblatnya, aqidah itu ibarat pendorong dari dalam yang menggerakkan ke kiblat tersebut. Kalo aqidahnya lemah maka semakin susah menuju ke tujuan itu, bahkan mungkin tidak akan mampu dan terjatuh saat akan meraih tujuan itu (na'udzubillah).
Aqidah terkait dengan keyakinan yang gak cuma dari hati tapi juga tampak dalam bentuk amalan. Makanya banyak ayat yang menjelaskan bahwa aqidah harus disertai amalan. Coba cek surat Al-Bayyinah ayat 7 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". Cek juga surat Al-Kahfi ayat 88 "Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan...". Dan masih banyak ayat yang lainnya yang menghubungkan antara aqidah dan amalan.
Siapa yang harus kita teladani dalam hal aqidah? Ya siapa lagi kalo bukan para salafus shalih. Kalo gak tau siapa salafus shalih, buka aja postingan ini. Aqidah menjadi faktor penentu dalam pembentukan generasi salafus shalih. Banyak kisah yang menunujukkan bagaimana kokohnya aqidah mereka. Begitu jauhnya dengan kondisi kita saat ini. Mereka memegang kokoh aqidahnya saat senang maupun susah, saat siang menunggangi kuda perangnya maupun saat malam bersepi-sepi bersama Robb-nya. Karena kokohnya aqidah itulah yang menjadikan mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya keimanan dan menjadi sebaik-baik generasi dalam waktu sesingkat itu.
Minggu, 26 Juni 2011
Love My Mom So Much
Kalian tau gak siapa Zain Bhikha? Itu lhoh yang nyanyiin lagu [nasyid] judulnya "Give Thanks to Allah", yang beberapa waktu lalu heboh kalo dikira yang nyanyiin lagu itu Michael Jackson. Zain Bhikha itu muridnya Cat Steven [Yusuf Islam] di bidang musik religi [Islam]. Ada satu nasyidnya yang aku suka banget, judulnya My Mom is Amazing. Kalo denger nasyid itu bikin tambah cintaaaaaa aja sama mamah. Here is the lyric. Check it out yach...
My Mom is Amazing
She wakes up early in the morning with a smile
And she holds my head up high
Don't you ever let anybody put you down
Cos you are my little angel
Then she makes something warm for me to drink
Cos it's cold out there, she thinks
Then she walks me to school, Yes I aint no fool
I just think my Mom is amazing
BRIDGE/CHORUS
She makes me feel
Like I can do anything
and when she's with me
there's no where else, I'd rather be…
After School, she's waiting by the gate
I'm so happy that I just can't wait
To get home to tell her how my day went
And eat the yummy food, only my Mom makes
Then I wind her up cos I don't wanna bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my Mom is amazing
BRIDGE/CHORUS
Then I wake up in the morning, she's not there
And I realize she never was
And I'm still here in this lonely orphanage
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there's a pain in my heart that's a craving
How I wish I had a Mom that's amazing
Would be amazing
Kamis, 23 Juni 2011
My Two New Books, ungu...ungu...
Jarang banget aku beli buku tema "pernikahan". Dua buku tentang nikah yang aku pinjem entah berapa bulan or berapa tahun yang lalu aja gak selese-selese dibaca [karena gak pernah dibaca]. Sabtu kemaren, aku disms temen yang lagi ke Solo, "mba, mau nitip buku gak?? mumpung aku ke Solo nich", gitu katanya. Maklum, kalo beli buku di Purwokerto diskonnya paling 10%. Browsing-browsing di beberapa website penerbit dari Solo, nemu dua buku ini. Trus aku sms temenku tadi supaya nyari 2 buku ini dan ternyata ada. Dan inilah buku tema "pernikahan" yang pertama aku beli. Lumayan, dengan duit Rp 100.000,- bisa dapet bekal buanyak banget untuk melangkah ke fase pernikahan [walaupun entah kapan, he...]. Pokoknya terus berusaha memperbaiki dan membekali diri. Ayo...kuliahe ndang lulus dulu!!!! [menyemangati diri sendiri].
Selasa, 21 Juni 2011
Wanita Sholat Berjama'ah di Masjid
Beda pendapat antara anak sama orang tua pasti kerap kali terjadi. Baik perbedaan dalam hal sepela maupun hal yang prinsip. Begitu pun aku, juga kerap menjumpai perbedaan pendapat dengan ortu. Kebetulan aku tipe anak yang gak suka berdebat sama orang tua. Aku gak suka, karena adanya beda pendapat yang bisa menimbulkan perdebatan itu bikin suasana di rumah jadi gak nyaman. Secara, di rumah cuma bertiga. Kalau ada dua saja yang lagi "panas" pasti rumah sunyi senyap. Prinsipku selama perbedaan itu bukan dalam hal prinsip dan masih bisa ditolerir aku lebih memilih untuk diam dengan pendapatku asal ortu tidak memaksakan pendapatnya padaku. Pernah seorang ustadz bilang "selama kepentingan orang tua dan syariat bisa dikompromikan maka gak usah dibentur-benturkan". Kalo beneran kebentur kan malah sakit, he...emang kebentur [kejedot] pintu.
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Hal kecil yang selalu saja ada perbedaan antara aku dan ortu adalah tentang hukum wanita yang sholat berjama'ah di masjid. Kebetulan masalah ini dibahas di dua majalah yang jadi langganan ortuku tiap bulannya. Di majalah Suara Muhammadiyah edisi 11, juni 2011 halaman 14-16, masalah ini dibahas dengan judul "hadits tentang keutamaan shalat bagi perempuan di rumah dan perempuan shalat berjamaah di masjid". Sedangkan di majalah ar-risalah edisi 12, juni 2011, halaman 54-55, masalah ini dibahas dengan judul "wanita shalat di rumah aman dari fitnah". Dari penjelasan majalah suara muhammadiyah terdapat dua kesimpulan: 1. jika hal yang dilarang tidak dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita sholat di rumah. 2. jika hal yang dilarang dapat dihindari maka lebih utama bagi wanita melakukan shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi suami untuk mengizinkannya. Sedangkan dari penjelasan majalah ar-risalah ada 1 kesimpulan bahwa lebih utama bagi wanita untuk shalat di rumah sekalipun tidak ada larangan untuk sholat di masjid agar terhindar dari fitnah. Ibunda Aisyah pernah berkata "seandainya Nabi saw mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka berangkat ke masjid".
Kamis, 09 Juni 2011
Wanita Memang Ajaib
Kalo kamu seorang wanita pasti kamu tahu dimana letak ajaibnya seorang wanita. Wanita memang diciptkan oleh Alloh untuk lebih cenderung dominan menggunakan perasaan dibanding otaknya. Bukan berarti gak pakai otak lhoh ya...Ya perasaan lebih mendominasinya. Dan yang sangat erat kaitannya dengan perasaan adalah air mata. Wanita itu mudah sekali nangis. Bahagia nangis, capek bisa nangis, apalagi sedih dan terharu dengan mudahnya air mata menetes (nonton film juga, hehehe...). Ada masalah yang datang gak jarang juga yang menyelesaikannya diawali dengan menangis. Kalau dilihat sangat aneh, masalah apapun, sepele atau masalah gede gak akan ketemu jalan keluarnya dengan cara nangis. Tapi kalau kamu seorang wanita mesti kamu akan bilang itu tidak aneh. Ketika muncul masalah, kepala pusing dengan masalah itu, badan ikut lelah juga memikirkannya, dalam waktu tidak kurang dari 15 menit semua beban dari masalah yang menjejali kepala, rasa capek di raganya lenyap seketika (walaupun masalah belum selesai). Dengan apa semua itu lenyap??? Ya, dengan mengeluarkan air mata. Kamar adalah tempat yang paling dia suka untuk menangis dan bantal adalah benda kesayangan yang menjadi temannya saat menangis. Dia masuk kamar dan mengunci rapat kamarnya dan bantal ditutupkan ke muka untuk mengurangi suara isak tangisnya. Ketika semua tercurahkan dengan keluarnya air mata, dalam waktu singkat hati terasa sangat plooong...Dan esok harinya tampak matanya bendhul.
Nangisnya seorang wanita tidak menunjukkan bahwa dia seorang yang lemah. Di balik perasaannya yang begitu sensitif dia juga sosok yang kuat. Yang sering dijadikan dasar orang-orang untuk menunjukkan betapa wanita itu sosok yang kuat adalah cerita suami atau istri yang ditinggal istri/suami meninggal dunia. Suami yang ditinggal istri, mudah untuk segera mencari istri lagi karena butuh seseorang untuk mendampinginya mengurus keluarga dan anak-anak. Tapi istri yang ditinggal suaminya, banyak yang tetap menjadi single parent buat anak-anaknya, berjuang membesarkan dan membiayai sekolah hingga anak-anaknya mentas semua. Itulah hebatnya wanita. Jadi, wanita yang menangis bukan berarti dia lemah dan wanita yang kuat juga bukan berarti dia gak boleh menangis.
Kalo ada istilah buat laki-laki "boys don't cry", kalo buat wanita "girls, you may cry". Oya, tapi jangan lampiaskan permasalahan hanya dengan menangis. Bolehlah menangis sejadinya, tapi sebagai seorang muslimah, kita punya Alloh tempat kita mengadu. Adukan semua pada-Nya, menangislah di hadapan-Nya saat tak ada orang yang mengetahuinya. Semoga tangis tersebut bisa menjadi wasilah datangnya naungan Alloh kelak dimana tak ada lagi naungan melainkan naungan-Nya. Karena salah satu dari 7 golongan yang mendapat naungan Alloh di hari dimana tidak ada naungan melainkan naungan-Nya adalah "Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga mengalir air mata dr kedua matanya".
Nangisnya seorang wanita tidak menunjukkan bahwa dia seorang yang lemah. Di balik perasaannya yang begitu sensitif dia juga sosok yang kuat. Yang sering dijadikan dasar orang-orang untuk menunjukkan betapa wanita itu sosok yang kuat adalah cerita suami atau istri yang ditinggal istri/suami meninggal dunia. Suami yang ditinggal istri, mudah untuk segera mencari istri lagi karena butuh seseorang untuk mendampinginya mengurus keluarga dan anak-anak. Tapi istri yang ditinggal suaminya, banyak yang tetap menjadi single parent buat anak-anaknya, berjuang membesarkan dan membiayai sekolah hingga anak-anaknya mentas semua. Itulah hebatnya wanita. Jadi, wanita yang menangis bukan berarti dia lemah dan wanita yang kuat juga bukan berarti dia gak boleh menangis.
Kalo ada istilah buat laki-laki "boys don't cry", kalo buat wanita "girls, you may cry". Oya, tapi jangan lampiaskan permasalahan hanya dengan menangis. Bolehlah menangis sejadinya, tapi sebagai seorang muslimah, kita punya Alloh tempat kita mengadu. Adukan semua pada-Nya, menangislah di hadapan-Nya saat tak ada orang yang mengetahuinya. Semoga tangis tersebut bisa menjadi wasilah datangnya naungan Alloh kelak dimana tak ada lagi naungan melainkan naungan-Nya. Karena salah satu dari 7 golongan yang mendapat naungan Alloh di hari dimana tidak ada naungan melainkan naungan-Nya adalah "Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga mengalir air mata dr kedua matanya".
Minggu, 05 Juni 2011
Bersabarlah dan Tafahumlah...
Seorang manusia yang meniti sebuah jalan ada kalanya menemui kerikil, batu besar atau kubangan yang lebar menganga. Kerikil, batu dan kubangan tersebut ibarat ujian dalam perjalanan tersebut. Perjalanan seorang yang mengemban amanah dakwah dan jihad pun pasti akan menjumpai ujian. Dari ujian tersebut akan tampak siapa yang istiqomah dan siapa yang futur. Orang-orang yang selamat melalui ujian tersebut hanyalah orang-orang yang diberi karunia oleh Alloh berupa kesabaran.
Dalam kehidupan bersama, penting untuk kita memiliki sebuah kesabaran. Seseorang yang telah iltizam berislam dalam kehidupan bersama, ada saja yang karena faktor ketidaksabaran sehingga menjauh dari kehidupan bersama. Mungkin salah satu ketidaksabarannya adalah hanya dalam hubungan personal satu dan yang lainnya. Dalam kehidupan seorang akhwat pun demikian. Kehidupan bermajelis adalah miniatur dari sebuah kehidupan bersama [berjama'ah] bagi seorang akhwat. Munculnya perbedaan pendapat dan perbedaan karakter terkadang terjadi dalam bermajelis. Gak sepakatnya dia dengan penataan yang ada dan amanah yang harus dia emban juga mungkin terjadi. Ketidaksabaran menghadapi perbedaan tersebut, kadang menjadikan akhwat kecewa. Kadang merasa urusannya terlalu dicampuri dan gak punya privasi. Ketidaksabarannya dan kekecewaan yang tak terungkap tersebut lama kelamaan menjadikannya menjauh. Pelan tapi pasti virus futur menyerangnya.
Perbedaan tersebut adalah sebuah sunnatulloh yang pasti terjadi. Perbedaan pendapat dan karakter dalam kehidupan bersama pun tak bisa kita hindari. Tapi sebenarnya kalau kita mau sedikit saja lebih dewasa, perbedaan tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Selama bersamanya kita karena satu ghoyah, satu aqidah dan satu kefahaman maka perbedaan itu bisa kita selesaikan tanpa mendzolimi satu dengan yang lain. Perlunya kesabaran dan kelapangan hati untuk menghadapi perbedaan tersebut.
Selain kesabaran, akhlak terhadap sesama muslim pun harus kita tunjukkan dalam kehidupan bersama. Ada beberapa akhlak yang harus kita miliki agar dapat membina hubungan yang baik dengan saudara kita:
Dalam kehidupan bersama, penting untuk kita memiliki sebuah kesabaran. Seseorang yang telah iltizam berislam dalam kehidupan bersama, ada saja yang karena faktor ketidaksabaran sehingga menjauh dari kehidupan bersama. Mungkin salah satu ketidaksabarannya adalah hanya dalam hubungan personal satu dan yang lainnya. Dalam kehidupan seorang akhwat pun demikian. Kehidupan bermajelis adalah miniatur dari sebuah kehidupan bersama [berjama'ah] bagi seorang akhwat. Munculnya perbedaan pendapat dan perbedaan karakter terkadang terjadi dalam bermajelis. Gak sepakatnya dia dengan penataan yang ada dan amanah yang harus dia emban juga mungkin terjadi. Ketidaksabaran menghadapi perbedaan tersebut, kadang menjadikan akhwat kecewa. Kadang merasa urusannya terlalu dicampuri dan gak punya privasi. Ketidaksabarannya dan kekecewaan yang tak terungkap tersebut lama kelamaan menjadikannya menjauh. Pelan tapi pasti virus futur menyerangnya.
Perbedaan tersebut adalah sebuah sunnatulloh yang pasti terjadi. Perbedaan pendapat dan karakter dalam kehidupan bersama pun tak bisa kita hindari. Tapi sebenarnya kalau kita mau sedikit saja lebih dewasa, perbedaan tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Selama bersamanya kita karena satu ghoyah, satu aqidah dan satu kefahaman maka perbedaan itu bisa kita selesaikan tanpa mendzolimi satu dengan yang lain. Perlunya kesabaran dan kelapangan hati untuk menghadapi perbedaan tersebut.
Selain kesabaran, akhlak terhadap sesama muslim pun harus kita tunjukkan dalam kehidupan bersama. Ada beberapa akhlak yang harus kita miliki agar dapat membina hubungan yang baik dengan saudara kita:
- Niat yang ikhlas karena Alloh. Ikhlasnya niat kita akan menjadikan kita senantiasa mendapat bimbingan dari Alloh
- Kedepankan khusnudzon dan tabayun. Hak terendah yang harus dipenuhi oleh seorang muslim terhadap saudaranya adalah husnudzon dan hak tertingginya adalah itsar. Ngomongin tentang itsar jadi teringat kisah air minum 3 syuhada. Subhanalloh, sangat sulit kita jumpai manusia semacam 3 syuhada tersebut.
- Apabila terdapat perbedaan pendapat maka kembalikan urusan tersebut kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, ajaklah dia bicara dengan cara yang ahsan, berlapang dadalah, janganlah saling mencela, selalu berupaya mencari yang terbaik dan terimalah kebenaran dari siapapun datangnya.
Sabtu, 04 Juni 2011
Muhasabahlah...
Dalam perjalanannya, dakwah dan jihad tidak selamanya lurus dan lempeng. Pasti selalu ada saja ujian yang menghadang. Dari ujian tersebut akan terlihat siapa pejuang yang "menang" dan siapa yang "kalah". Mengapa mereka kalah? Ada banyak sebab pastinya, maka muhasabahlah untuk mengetahui sebab-sebab itu. Barangkali salah satu sebabnya adalah karena lemahnya ubudiyah para multazim, tidak konsistennya mereka dalam melakukan amal yaumi. Amal yaumi selayaknya rutinitas tanpa ruh saat melaksanakannya.
Seorang pengemban amanah dakwah dan jihad akan jauh dari penyakit futur ketika dia istiqomah dalam hal ubudiyah. Lemahnya ubudiyah menjadikannya tidak sabar terhadap ujian dan akan membuatnya kalah, semakin mundur jauh ke belakang dari jalan dakwah dan jihad.
Selain memperbaiki ubudiyah, penting bagi pengemban dakwah dan jihad untuk fokus dengan apa yang dia amalkan. Fokus pada amanah yang diembannya. Bukan malah sibuk dengan urusan duniawi. Tapi juga bukan berarti meninggalkan urusan dunia. Ambillah dunia tapi secukupnya saja. Perbaiki ubudiyah dan fokuslah dengan amalan, insyaAlloh akan menguatkan kita dalam mengemban amanah dakwah dan jihad hingga turun pertolongan Alloh yang akan memenangkan umat Islam.
Seorang pengemban amanah dakwah dan jihad akan jauh dari penyakit futur ketika dia istiqomah dalam hal ubudiyah. Lemahnya ubudiyah menjadikannya tidak sabar terhadap ujian dan akan membuatnya kalah, semakin mundur jauh ke belakang dari jalan dakwah dan jihad.
Selain memperbaiki ubudiyah, penting bagi pengemban dakwah dan jihad untuk fokus dengan apa yang dia amalkan. Fokus pada amanah yang diembannya. Bukan malah sibuk dengan urusan duniawi. Tapi juga bukan berarti meninggalkan urusan dunia. Ambillah dunia tapi secukupnya saja. Perbaiki ubudiyah dan fokuslah dengan amalan, insyaAlloh akan menguatkan kita dalam mengemban amanah dakwah dan jihad hingga turun pertolongan Alloh yang akan memenangkan umat Islam.
Selasa, 31 Mei 2011
Hari ini SNMPTN 2011 Buat Adek-adek SMA
SNMPTN singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Istilah ini mengalami beberapa kali perubahan. Dari SiPenMaRu, UMPTN, SPMB, SMPTN dan sekarang namanya SNMPTN. Waktu aku lulus SMA masih pake nama SPMB. Dan aku sama sekali gak pengen ikutan seleksi itu, karena males banget belajar, so aku masuk PTN gak lewat situ. SNMPTN 2011 akan berlangsung 2 hari, Selasa-Rabu, 31 Mei-1 Juni 2011. Tahun ini ada sekitar 60 PTN yang berpartisipasi dalam seleksi nasional dan ada sekitar 800 ribu calon mahasiswa yang mengikuti seleksi. Wow...jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah mahasiswa yang ikut seleksi tahun 2010.
Tiap pagi biasanya nganter mamah ke kantor jam 7 kurang 5 menit. Tapi pagi ini baru jam 6 mamah udah heboh minta aku siap-siap nganter. Ternyata hari ini beliau ngawas ujian SNMPTN dan harus sudah berada di lokasi jam 06.30. Habis nganter mamah langsung meluncur ke kosan adekku yang baru lulus SMA. Hari ini dia minta dianter ke lokasi SNMPTN. Kebetulan tempat ujiannya di kampusku. Aku samperin dia di kosan dan aku antar dia ke kampus. Aku antar dia sampe nemu ruangannya. Kutemenin dia beberapa saat dan membuat dia agar sedikit lebih rilex karena dia lumayan grogi. Sukses ya buat dek Izah, moga bisa study psikologi di salah satu UGM, UNNES or UNDIP. Aamiin...
Jam 7 aku tinggalin dia. Aku meluncur ke perpus. Masih terlalu pagi, so perpus belum buka. Aku duduk-duduk di taman depan perpus. Aku buka laptop dan buka-buka email. Tiba-tiba ada mba-mba yang menghampiri aku. Aku gak asing sama dia. Kita ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia mba angkatanku di kampus tapi kami beda program studi. Dan ternyata kami senasib, kecemplung di dunia yang sama. Dunia apa itu?? Dunia persilatan,hehe...becanda. Kami sama-sama kecemplung di dunia per"les-les"an alias bimbingan belajar. Bimbel yang ditinggal nikah keenam temanku dan kini tinggalah aku seorang. Jam 8 perpus buka, setelah bertukar nomor hp kami berpisah. Aku masuk ke perpus dan dia pergi ke bank yang gak jauh dari perpus. Ternyata kartu perpusku udah expired. Gimana gak expired, harusnya berlaku 2 tahun, lha ini hampir 3 tahun belum lulus (padahal udah pengen banget lulus ). Hmm...kudu diperbarui lagi kartu perpusnya.
Dari perpus aku meluncur ke fakultas untuk ambil draf TA ke dosen pembimbing. Nunggu hampir sejam beliau gak rawuh-rawuh juga. Aku sms beliau dan ternyata beliau lagi ngurusin SNMPTN sebagai koordinator lapangan. Beliau bales "besok siang aja ya mba...". Oke dech...moga besok siang bisa ketemu beliau. Dari fakultas aku ke kosan temen. Wah...parah...kosan kosong gak ada penghuni tapi pintu tak terkunci. Jam 11 aku janji njemput adekku yang sekarang lagi SNMPTN. Daripada bengong nunggu jam 11, sambil maem gado-gado aku posting dech. Hey...bentar lagi jam 11, udahan dulu ah...c u later.
Tiap pagi biasanya nganter mamah ke kantor jam 7 kurang 5 menit. Tapi pagi ini baru jam 6 mamah udah heboh minta aku siap-siap nganter. Ternyata hari ini beliau ngawas ujian SNMPTN dan harus sudah berada di lokasi jam 06.30. Habis nganter mamah langsung meluncur ke kosan adekku yang baru lulus SMA. Hari ini dia minta dianter ke lokasi SNMPTN. Kebetulan tempat ujiannya di kampusku. Aku samperin dia di kosan dan aku antar dia ke kampus. Aku antar dia sampe nemu ruangannya. Kutemenin dia beberapa saat dan membuat dia agar sedikit lebih rilex karena dia lumayan grogi. Sukses ya buat dek Izah, moga bisa study psikologi di salah satu UGM, UNNES or UNDIP. Aamiin...
Jam 7 aku tinggalin dia. Aku meluncur ke perpus. Masih terlalu pagi, so perpus belum buka. Aku duduk-duduk di taman depan perpus. Aku buka laptop dan buka-buka email. Tiba-tiba ada mba-mba yang menghampiri aku. Aku gak asing sama dia. Kita ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia mba angkatanku di kampus tapi kami beda program studi. Dan ternyata kami senasib, kecemplung di dunia yang sama. Dunia apa itu?? Dunia persilatan,hehe...becanda. Kami sama-sama kecemplung di dunia per"les-les"an alias bimbingan belajar. Bimbel yang ditinggal nikah keenam temanku dan kini tinggalah aku seorang. Jam 8 perpus buka, setelah bertukar nomor hp kami berpisah. Aku masuk ke perpus dan dia pergi ke bank yang gak jauh dari perpus. Ternyata kartu perpusku udah expired. Gimana gak expired, harusnya berlaku 2 tahun, lha ini hampir 3 tahun belum lulus (padahal udah pengen banget lulus ). Hmm...kudu diperbarui lagi kartu perpusnya.
Dari perpus aku meluncur ke fakultas untuk ambil draf TA ke dosen pembimbing. Nunggu hampir sejam beliau gak rawuh-rawuh juga. Aku sms beliau dan ternyata beliau lagi ngurusin SNMPTN sebagai koordinator lapangan. Beliau bales "besok siang aja ya mba...". Oke dech...moga besok siang bisa ketemu beliau. Dari fakultas aku ke kosan temen. Wah...parah...kosan kosong gak ada penghuni tapi pintu tak terkunci. Jam 11 aku janji njemput adekku yang sekarang lagi SNMPTN. Daripada bengong nunggu jam 11, sambil maem gado-gado aku posting dech. Hey...bentar lagi jam 11, udahan dulu ah...c u later.
Senin, 30 Mei 2011
Never Shake Your Baby to Avoide Shaken Baby Syndrome (SBS)
Siang tadi nonton news program di salah satu stasiun tv, ada info menarik tentang shaken baby syndrome. Beneran aku baru tahu tadi ada penyakit yang namanya shaken baby syndrome. Kalo dilihat dari namanya shaken artinya digoyang/digoncang. Shaken baby syndrome itu penyakit yang ditimbulkan akibat dari goncangan yang dialami bayi. Goncangan itu biasanya karena si bayi terlalu keras diayun atau ditimang.
Hampir semua orang dewasa ketika melihat anak kecil atau bayi menangis pasti akan menggendongnya kemudian menimangnya atau mengayun-ayunnya. Gak sedikit juga orang tua yang sedang bermain dengan anaknya, melakukan gerakan: mengangkat-angkat atau menjunjung anaknya ke atas, memutar-mutarnya seperti gerakan pesawat terbang, mengajaknya berlari-lari dengan meletakkan anaknya di bahu atau punggungnya. Kalo orang jawa ada juga yang kebiasaan "ngudang" dan "ngungkang-ungkang" anak. Sebenernya gerakan-gerakan itu menimbulkan goncangan pada si bayi atau si anak.
Selama ini aku gak ngeh, ternyata gerakan seperti berbahaya bagi si bayi. Aku kalo main dengan anak teman-temanku juga suka melakukan itu. Kuangkat tubuh mereka ke atas, kuayun-ayun bahkan pernah main bola plastik dengan dedek fadhli yang baru 1,5 tahun dan kuarahkan bola ke kepala dedek karena dia yang meminta dan dia suka meniru gerakan kepalaku menyundul bola. Kudu lebih hati-hati nich. Tapi sich sampai saat ini alhamdulillah mereka baik-baik aja.
Kamis, 26 Mei 2011
I will graduate as soon as possible
Salah satu penyakitnya mahasiswa yang lagi nggarap tugas akhir adalah RASA MALAS. Udah setahun lebih aku terjangkit penyakit itu. Aku juga gak percaya kok bisa ya aku gini. Biasanya aku bisa mendahului teman-temanku untuk urusan akademik. Tapi untuk kali ini kenapa susaaaah banget untuk segera menyelesaikan tugas akhirku. Dan aku lebih enjoy menyelesaikan urusan-urusanku yang lain.
Seminar proposal udah setahun lebih. Kalo gak salah, aku dulu seminar proposal/kolokium pas bulan Maret 2010. Penelitian pun udah kelar akhir tahun 2010. Sejak kolokium sampai hari ini aku belum pernah konsultasi dengan dosen pembimbingku. Proposal belum kurevisi dan draf tesis sama sekali belum pernah kuajukan. Hmmm...parah euy.
Jum'at kemaren aku ketemu dua dosen pembimbingku sekaligus di acara syukuran wisuda beberapa temen-temenku. Dari 10 temen seangkatan, periode Juni kemaren ada 5 yang wisuda. Selamat ya buat Bu Asih, Pak Edi, Pak Jum, Mba Okti 'n Maz Ozie. Waktu aku dateng ke acara syukuran itu, ternyata 2 orang dosen pembimbingku dan 1 orang pembimbing akademikku sudah rawuh terlebih dahulu. Waduw...aku menyapa mereka kemudian duduk pas di hadapan beliau bertiga. Langsung pembicaraan kami mengarah ke masalah study. Pesen dosen pembimbing akademikku, "segera diselesaikan, semakin ditunda akan semakin lama". Saat itu aku janji ke dosen pembimbingku pekan ini aku akan mengajukan draf tesisku.
Moga malem ini bisa lembur untuk menyelesaikan sedikit yang masih perlu diselesaikan. Besok pagi bisa langsung dicetak dan disampaikan ke dosen pembimbingku. Aku sendiri sudah sangat ingin lulus. Tiap hari rasanya telingaku udah bosen selalu mendengar nasihat-nasihat dari mamah papah yang selalu saja minta aku untuk segera lulus. Dan bosan menjawab tiap kali ketemu orang selalu ditanya "udah lulus belum?"
Bismillah, i'll graduate as soon as possible. What will be happened after graduating my study, let's see then. Just do what can i do to finish it soon. I'm sure Alloh Has a nice plan for me, for my future.
Seminar proposal udah setahun lebih. Kalo gak salah, aku dulu seminar proposal/kolokium pas bulan Maret 2010. Penelitian pun udah kelar akhir tahun 2010. Sejak kolokium sampai hari ini aku belum pernah konsultasi dengan dosen pembimbingku. Proposal belum kurevisi dan draf tesis sama sekali belum pernah kuajukan. Hmmm...parah euy.
Jum'at kemaren aku ketemu dua dosen pembimbingku sekaligus di acara syukuran wisuda beberapa temen-temenku. Dari 10 temen seangkatan, periode Juni kemaren ada 5 yang wisuda. Selamat ya buat Bu Asih, Pak Edi, Pak Jum, Mba Okti 'n Maz Ozie. Waktu aku dateng ke acara syukuran itu, ternyata 2 orang dosen pembimbingku dan 1 orang pembimbing akademikku sudah rawuh terlebih dahulu. Waduw...aku menyapa mereka kemudian duduk pas di hadapan beliau bertiga. Langsung pembicaraan kami mengarah ke masalah study. Pesen dosen pembimbing akademikku, "segera diselesaikan, semakin ditunda akan semakin lama". Saat itu aku janji ke dosen pembimbingku pekan ini aku akan mengajukan draf tesisku.
Moga malem ini bisa lembur untuk menyelesaikan sedikit yang masih perlu diselesaikan. Besok pagi bisa langsung dicetak dan disampaikan ke dosen pembimbingku. Aku sendiri sudah sangat ingin lulus. Tiap hari rasanya telingaku udah bosen selalu mendengar nasihat-nasihat dari mamah papah yang selalu saja minta aku untuk segera lulus. Dan bosan menjawab tiap kali ketemu orang selalu ditanya "udah lulus belum?"
Bismillah, i'll graduate as soon as possible. What will be happened after graduating my study, let's see then. Just do what can i do to finish it soon. I'm sure Alloh Has a nice plan for me, for my future.
Senin, 16 Mei 2011
Very Exciting Trip to Banjar with My Beloved Motorbike and Beloved Friends
| Belalang Tempur-ku |
Dari rumah berangkat kurang persiapan., lupa bawa mantel 'n slayer, hape juga ketinggalan. Hmm lengkap sudah. Sebenernya berangkat mau pake motor papah yang [agak] lebih beres. Tapi ditungguin sampe jam 7.30 gak pulang-pulang juga dari masjid agung. Padahal aku janjian sama adek-adek jam 7. Karena gak sabar nunggu, akhirnya aku meluncur dengan belalang tempurku (gak keren banget ya namanya, padahal dulu pas sma aku pernah punya motor andalan yang jadi tulang punggung rohis kalo pas ada event, dan sama temen-temen dikasih nama motor ashabul kahfi). Sempet ragu sebenernya mau bawa motor itu. Ya memang kondisi mesinnya yang udah gak ok lagi, ban depan udah tipis, rem tangan udah gak beres ditambah rantai yang udah kendo. Wow...dengan segala kekurangannya, bismillah kuputuskan untuk tetap melaju.
Dari rumah aku meluncur ke kosan temanku. Di sana adek-adekku udah nunggu. Sebelum berangkat kita ngobrol-ngobrol dulu. Obrolannya apa, aku posting besok-besok aja ya. Jam 9 kami siap-siap berangkat. Tapi karena kudu tunggu-tungguan, kayaknya baru berangkat ke Banjar sekitar jam 10-an. Aku sebagai penunjuk jalan. Sepanjang jalan mulut tak henti berdzikir. Jalan tanjakan dan turunan motorku masih bisa melaluinya dan alhamdulillah tanpa harus nyasar bisa sampe ke Pucung Bedug sebelum duhur di tempat tujuan pertama, yaitu acara walimah salah seorang adekku. Sesampainya di sana tamu sudah agak sepi karena memang kami datang lumayan telat. Kuucapkan padanya barakollah, semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh. Jadi inget saat dia pamit pada temen-temennya ahad kemaren, mereka kaget, bengong dan terkejut karena memang diantara yang lain dialah yang pertama. Semoga dimanapun dia dan suami nantinya, semoga tetap semangat tholabul 'ilmi 'n tetep istiqomah untuk iqomatuddin. Be a "zaujah sholihah". Gak nyangka bakal secepat ini, padahal aku belum bisa menjadi mba yang baik untuknya. But, i'm sure that's the best for her.
Sabtu, 14 Mei 2011
Singkat tapi Semoga Menjadi Penguat
Kalimat yang singkat tapi semoga bisa menjadi penguat disaat kita tidak semangat, lemah, futur dan terpuruk. Selama ini ketika aku ditanya, untuk apa kamu berdakwah? Untuk apa kamu berlelah-lelah? Untuk apa kamu mengorbankan harta, jiwa, pikiran dan tenaga (walaupun baru sedikiiiit sekali)? Pasti akan kujawab untuk Islam, untuk menegakkan agama Alloh dan untuk memenangkan Islam. Dari jawaban itu seolah-olah, Islam lah yang membutuhkan kita agar tegak di bumi ini. Padahal, Alloh tidak membutuhkan kita untuk menegakkan Islam. Sangat mudah bagi Alloh untuk menegakkannya. Tapi justru kita lah yang membutuhkan Alloh. Kita yang butuh dakwah. Kita yang butuh untuk iqomatuddin. Kita yang butuh berlelah-lelah, bersusah payah dan berkorban. Untuk apa kita butuh itu semua? Kita membutuhkan itu semua agar Alloh senantiasa menguatkan kita untuk berpegang teguh pada prinsip kita, yang dengan prinsip yang kita pegang erat itu, Alloh akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Wallohu a'lam bis showab
Selasa, 10 Mei 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
Meneladani Da'wah dan Perjuangan Rosulululloh dan Salafus Shalih
Judul di atas adalah tema sebuah tabligh akbar sekitar sebulan yang lalu (kalo gak salah tanggal 17 April 2011), yang disampaikan oleh seorang ustadz di Masjid Gelora Indah, Purwokerto. Walaupun udah sebulan yang lalu disampaikan, yang namanya ilmu gak akan basi. Aku share di blog ini supaya yang lain juga bisa ikutan belajar. Yang mau rekamannya, monggo di download di sini . Tapi afwan, sepertinya gak full, karena human error, he....
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
Keteladanan dari Rosululloh adalah suatu perkara yang paling mulia dan merupakan sumber kemuliaan. Tidak semua orang mampu mendapatkan perkara yang mulia tersebut. Dalam Q.S. Mumtahanah : 6 disebutkan bahwa kemuliaan dan keteladanan tersebut dimiliki oleh nabi Ibrahim dan umatnya, "Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji."
Apa saja kemuliaan dan keutamaan yang harus kita teladani dari mereka? Kemuliaan dan keutaman tersebut adalah:
- Kemurnian tauhid
- Wala' yang benar terhadap tauhid dan ahlu tauhid
- Baro yang benar terhadap kesyirikan dan ahlu syirik
Minggu, 24 April 2011
Barokalloh...my sister
Baarokalloohulaka wabaaroka 'alaika wajama'a bainakuma fii khoir....
Seuntai doa untuk sahabatku yang sabtu kemarin menggenapkan separuh din. Semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh, kelak menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, amin.
Entah untuk yang keberapa kali, aku menemani sahabatku menjelang hari pernikahan mereka. Semoga aku bisa mengambil suatu ibroh untuk bekalku nanti dari proses mereka sejak ta'aruf hingga aqod dan walimah atau resepsi pernikahan. Mereka punya cerita yang berbeda-beda. Ada yang prosesnya cepat ada yang lama. Ada yang sebulan jadi ada yang hampir setahun baru jadi. Ada yang pendekatan ke ortu mudah ada yang sulitnya minta ampun. Ada yang ortu bisa dikondisikan untuk walimahnya syar'i ada yang gak bisa dikondisikan, bahkan masih ada yang pake adat-adat kejawen 'n ritual-ritual aneh. Bismillah, semoga aku bisa ambil ibroh dari proses mereka dan Alloh memudahkan prosesku.
Perjalanan ke Banjarnegara untuk nemenin calon pengantin kemarin jumat lumayan seru. Kalo biasanya aku pergi-pergi bareng si pita (bukan nama sebenarnya), karena dia udah nikah 'n lagi ada calon baby di perutnya, kuajak temen yang lain. Kalo biasanya aku jadi pembonceng setia, sekarang aku jadi ridernya (bukan kamen rider lho...hehe). Berangkat ba'da asar dari Purwokerto dan cuaca lumayan mendung. Karena temenku gak mudeng trayek Purwokerto-Banjar, aku harus membuka file-file map di otakku. Beberapa kali aku ke Banjar sama pita lewat Jompo karena memang mempersingkat jarak dan waktu. Dengan ingatan yang seadanya aku lewat Jompo dan walhasil harus beberapa kali nyasar, hehe.... Jadi inget pita kalo lagi nyasar-nyasar gitu, soalnya dia feelingnya gak cihuy kalo urusan gini.
Seuntai doa untuk sahabatku yang sabtu kemarin menggenapkan separuh din. Semoga pernikahannya diberkahi oleh Alloh, kelak menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, amin.
Entah untuk yang keberapa kali, aku menemani sahabatku menjelang hari pernikahan mereka. Semoga aku bisa mengambil suatu ibroh untuk bekalku nanti dari proses mereka sejak ta'aruf hingga aqod dan walimah atau resepsi pernikahan. Mereka punya cerita yang berbeda-beda. Ada yang prosesnya cepat ada yang lama. Ada yang sebulan jadi ada yang hampir setahun baru jadi. Ada yang pendekatan ke ortu mudah ada yang sulitnya minta ampun. Ada yang ortu bisa dikondisikan untuk walimahnya syar'i ada yang gak bisa dikondisikan, bahkan masih ada yang pake adat-adat kejawen 'n ritual-ritual aneh. Bismillah, semoga aku bisa ambil ibroh dari proses mereka dan Alloh memudahkan prosesku.
Perjalanan ke Banjarnegara untuk nemenin calon pengantin kemarin jumat lumayan seru. Kalo biasanya aku pergi-pergi bareng si pita (bukan nama sebenarnya), karena dia udah nikah 'n lagi ada calon baby di perutnya, kuajak temen yang lain. Kalo biasanya aku jadi pembonceng setia, sekarang aku jadi ridernya (bukan kamen rider lho...hehe). Berangkat ba'da asar dari Purwokerto dan cuaca lumayan mendung. Karena temenku gak mudeng trayek Purwokerto-Banjar, aku harus membuka file-file map di otakku. Beberapa kali aku ke Banjar sama pita lewat Jompo karena memang mempersingkat jarak dan waktu. Dengan ingatan yang seadanya aku lewat Jompo dan walhasil harus beberapa kali nyasar, hehe.... Jadi inget pita kalo lagi nyasar-nyasar gitu, soalnya dia feelingnya gak cihuy kalo urusan gini.
Sabtu, 09 April 2011
Teruntuk Mereka, Istri dan Calon Istri Para Pejuang Islam
Kuawali dari kisah seorang Rabi'ah ar Ra'yi. Tahukah teman siapa Rabi'ah? Beliau adalah salah seorang dari generasi terbaik, yaitu genarasi tabi'in. Beliau adalah ulama yang memiliki kedalaman ilmu, akhlak yang istimewa dan sangat menjunjung tinggi sunnah Rosul. Tahukah kalian, siapa di balik keistimewaan seorang tabi'in ini? Ya, dialah ibundah Rabi'ah, istri dari seorang pejuang Islam, yaitu Farukh.
Saat ibunda Rabi'ah sedang mengandung putra pertamanya, datanglah panggilan jihad bagi Farukh, suami tercintanya. Tanpa ragu, sang suami menyambut panggilan jihad tersebut. Sesaat sebelum berangkat ke medan jihad, sang suami berpesan agar ibunda Rabi'ah bisa menjaga dan mendidik calon putranya kelak agar menjadi seorang ulama.
Hari, pekan, bulan dan tahun pun berlalu tanpa ada kabar bagaimana kondisi sang suami. Telah syahidkah atau masih diberi umur panjang oleh Alloh. Dia selalu mengingat satu pesan sang suami yang dikatakan padanya sesaat sebelum berangkat ke medan jihad. Sungguh ketegaran seorang wanita tampak pada diri ibunda Rabi'ah. Tanpa didampingi seorang suami, dia didik putra semata wayangnya tersebut dengan metode tarbiyah yang luar biasa hingga putranya tumbuh dewasa dan menjadi seorang ulama hebat. Hingga suatu hari sang suami kembali ke rumah dan betapa bahagianya ketika tahu bahwa putranya menjadi seorang ulama.
Saat ibunda Rabi'ah sedang mengandung putra pertamanya, datanglah panggilan jihad bagi Farukh, suami tercintanya. Tanpa ragu, sang suami menyambut panggilan jihad tersebut. Sesaat sebelum berangkat ke medan jihad, sang suami berpesan agar ibunda Rabi'ah bisa menjaga dan mendidik calon putranya kelak agar menjadi seorang ulama.
Hari, pekan, bulan dan tahun pun berlalu tanpa ada kabar bagaimana kondisi sang suami. Telah syahidkah atau masih diberi umur panjang oleh Alloh. Dia selalu mengingat satu pesan sang suami yang dikatakan padanya sesaat sebelum berangkat ke medan jihad. Sungguh ketegaran seorang wanita tampak pada diri ibunda Rabi'ah. Tanpa didampingi seorang suami, dia didik putra semata wayangnya tersebut dengan metode tarbiyah yang luar biasa hingga putranya tumbuh dewasa dan menjadi seorang ulama hebat. Hingga suatu hari sang suami kembali ke rumah dan betapa bahagianya ketika tahu bahwa putranya menjadi seorang ulama.
Minggu, 03 April 2011
Siap untuk Diatur, Mengatur dan Bekerjasama
Terjadi kesalahpahaman antar teman atau sahabat itu biasa terjadi. Dan itu pun biasa terjadi di dunia akhwat. Karakter yang berbeda antara 11 orang akhwat cukup memberi warna dalam perjalanan adek-adekku tercinta ini. Subhanalloh...belum atau kurangnya ketafahuman di antara kalian, aku yakin suatu saat nanti seiring berjalanannya waktu, perlahan pasti akan lebih baik.
Cerita sore tadi semoga bisa sama-sama kita ambil ibrohnya. Entah untuk yang keberapa kali kalian tidak menyepakati apa yang telah kita sepakati bersama. Dari 11 orang hanya 4 orang yang hadir. Diantara 4 yang hadir pun, 2 orang menunggu sejak ba'da ashar, 1 orang datang jam 5 sore, seorang lagi entah jam berapa. Teman-teman yang tidak datang, sebagian kasih kabar dan sebagian tidak. Ada yang sedang membantu persalinan di bidan, ada yang lagi pelantikan di kampusnya, ada yang lagi penelitian, ada yang lagi mudik dan ada yang sedang sakit.
Alhamdulillah walaupun hanya berempat tidak mengurangi niatan kita untuk berkumpul. Untuk melanjutkan pembahasan, kalau cuma berempat yang datang sepertinya sayang. Akhirnya tidak ada pembahasan materi, namun kita saling evaluasi, ngobrol ini itu, berbagi cerita, yang intinya aku ingin kalian bisa saling tafahum, bisa lapang ketika saudarinya tidak pengertian, saling membuka hati agar saudarinya bisa memahaminya.
Satu demi satu mereka bercerita. Ada yang mengaku punya karakter super sensitif. Entah sudah berapa kali dia menangis hanya karena permasalahan kecil dan sering merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia. Ada juga yang super perfectionist, terlalu menuntut agar teman-temannya bisa seperfect dia. Di sisi lain ada yang super cuek. Entah apa yang terjadi dengan yang lain, sebodo teuing alias masa bodo amat, dia bilang pokoknya just go with the flow. Ada yang hobinya nyuruh-nyuruh. Ada yang punya masalah dengan orang tuanya di rumah. Ada yang belum bisa kerjasama dalam tim karena perbedaan karakter, dll.
Cerita sore tadi semoga bisa sama-sama kita ambil ibrohnya. Entah untuk yang keberapa kali kalian tidak menyepakati apa yang telah kita sepakati bersama. Dari 11 orang hanya 4 orang yang hadir. Diantara 4 yang hadir pun, 2 orang menunggu sejak ba'da ashar, 1 orang datang jam 5 sore, seorang lagi entah jam berapa. Teman-teman yang tidak datang, sebagian kasih kabar dan sebagian tidak. Ada yang sedang membantu persalinan di bidan, ada yang lagi pelantikan di kampusnya, ada yang lagi penelitian, ada yang lagi mudik dan ada yang sedang sakit.
Alhamdulillah walaupun hanya berempat tidak mengurangi niatan kita untuk berkumpul. Untuk melanjutkan pembahasan, kalau cuma berempat yang datang sepertinya sayang. Akhirnya tidak ada pembahasan materi, namun kita saling evaluasi, ngobrol ini itu, berbagi cerita, yang intinya aku ingin kalian bisa saling tafahum, bisa lapang ketika saudarinya tidak pengertian, saling membuka hati agar saudarinya bisa memahaminya.
Satu demi satu mereka bercerita. Ada yang mengaku punya karakter super sensitif. Entah sudah berapa kali dia menangis hanya karena permasalahan kecil dan sering merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia. Ada juga yang super perfectionist, terlalu menuntut agar teman-temannya bisa seperfect dia. Di sisi lain ada yang super cuek. Entah apa yang terjadi dengan yang lain, sebodo teuing alias masa bodo amat, dia bilang pokoknya just go with the flow. Ada yang hobinya nyuruh-nyuruh. Ada yang punya masalah dengan orang tuanya di rumah. Ada yang belum bisa kerjasama dalam tim karena perbedaan karakter, dll.
Selasa, 29 Maret 2011
Dari Mad'u Aku Belajar Banyak Hal
Mengingat sebuah materi halaqoh yang disampaikan oleh murobbiyahku saat aku masih SMA dulu, katanya seorang murobbi itu harus punya 1000 karakter. Katanya lagi, seorang murobbi harus bisa servicing by heart. Apa yang murobbiyahku sampaikan lebih dari lima tahun yang lalu, betul-betul aku renungi saat ini. Subhanallah...gak mudah ternyata menjadi kakak buat adek-adekku tercinta. Apalagi aku yang notabene anak bungsu dengan karakter yang cuek, gak peka, kurang sensitif dan sering menganggap suatu masalah itu sepele padahal gak sepele.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Aku harus bertemu mereka anak-anak kelas 1 SMA yang masih imut-imut. Satu lagi, mereka yang lagi semangat-semangatnya ngaji karena baru semester dua di kampus. Ada lagi, mereka yang lagi dibentuk untuk berlatih memegang amanah karena sebagian ada yang udah tingkat akhir di kampus. Wow...mereka sungguh berbeda. Aku yang penuh dengan kekurangan harus bisa "servicing them by heart". Dan harus memiliki 1000 karakter untuk menghadapi karakter mereka yang berbeda-beda. MasyaAlloh...ternyata tidak mudah. Doaku pada-Mu ya Rabb, agar aku selalu bersabar dalam memegang amanah ini.
Aku yang super cuek harus menghadapi mad'u yang super sensitif. Bagaikan kutub utara dan selatan pada sebuah magnet yang letaknya berlawanan. Dia yang selalu butuh perhatian dan aku yang gak peka saat dia butuh perhatian itu. Dia yang selalu membuat tiap kejadian kecil menjadi besar, aku yang suka menganggap masalah besar adalah perkara yang enteng. Subhanalloh...bukakan hati-hati kami untuk saling tafahum. Lunakkan hatiku agar aku bisa mengurangi kecuekanku, mengurangi ketidak pekaanku, menambah tingkat sensitifitasku. Bismillah...semoga bisa.
Senin, 28 Maret 2011
Mengapa Harus Manhaj Salaf ???
Sudah tiga episode masih menyampaikan tentang manhaj salaf. Buat bekal untuk adek-adekku tercinta agar semakin mantap melangkah di atas manhaj yang haq. Supaya bermanfaat juga untuk yang lain, gak ada salahnya aku posting di sini, sekaligus mengamalkan surat al-'asr, untuk selalu tawashoubil haq.
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
Pastinya sebagian dari umat Islam sudah memahami apa itu manhaj? salaf? dan manhaj salaf? Secara bahasa manhaj adalah jalan. Salaf artinya terdahulu, yang dimaksud para salaf adalah generasi sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Manhaj salaf adalah sebuah metodologi dalam memahami Al-Qur'an dan As-sunnah yang merujuk pada pemahaman tiga generasi terbaik. Namun, untuk memahami istilah salaf, kita harus lihat dari dua pengertian berikut:
- Sisi qudwah (keteladanan), mereka yaitu tiga generasi pertama dan terbaik dalam Islam. Siapa lagi kalau bukan sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in.
- Sisi manhaj (metode), mereka tidak terbatas pada tiga generasi awal, namun juga termasuk setiap muslim yang mengikuti manhaj mereka hingga yaumul qiyamah. Setiap orang yang iltizam dengan manhaj salaf maka mereka adalah pengikut salaf. Namun perlu diingat bahwa mengikuti salaf tidak cukup dengan menyebut dirinya "salafy", namun harus dibuktikan dengan amalan.
Langganan:
Postingan (Atom)

















